Ya Ibad

Blog Guru Besar Ya Ibad

  • Home
  • Mukadimah
Home » TazkiyatunNafs
Showing posts with label TazkiyatunNafs. Show all posts
Showing posts with label TazkiyatunNafs. Show all posts

Wednesday, April 29, 2015

PENGKHIANAT LICIK NAN CULAS di YA IBAD

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Setelah tahmid, tasbih, tahlil dan sholawat,

ADA MUNAFIK, PENGKHIANAT LICIK NAN CULAS di YA IBAD, ORANG-ORANG RAKUS SERAKAH AKAN JABATAN, POPULARITAS, PUJIAN dan RAKUS SERAKAH akan PENGHORMATAN, SERTA YANG SANGAT KOTOR OTAK DAN HATINYA sehingga :

Jangankan bertahan sampai yaumil qiyamnah, baru pertengahan tahun 2015 saja Ya Ibad sudah terpecah menjadi 2 yaitu Ya Ibad Asli dan Ya ibad Palsu. Ini terjadi lantaran oknum-oknum di Ya Ibad sendiri yang tidak mematuhi ku (Guru Besar Ya Ibad) dan melanggar peringatan yang sudah seringkali aku sampaikan. Salah satunya ialah 'Jangan sampeyan berpolitik praktis" di dalam tubuh Ya Ibad! Tetapi sampeyan tetap saja memeras otak licik-culas sampeyan dalam berpolitik praktis di Ya Ibad!.

Bagi Santri-santriku dan sahabat-sahabatku jamaah Ya Ibad sekalian, sudah beberapa kali aku contohkan dan aku katakan "kuperkenankan kalian keluar dari Ya Ibad dan membangun Yayasan, kelompok, organisasi sampeyan sendiri asalkan dengan Nama Organisasi atau Yayasan yang sama sekali berbeda". Ini aku maksudkan supaya jangan sampeyan bingungkan jamaah Ya Ibad yang ingin sungguh-sungguh mengaji dan mempraktekkan hasil-hasil kajiannya. Supaya jangan kalian kotorkan hati dan mulut jamaah Ya Ibad.

Perhatikanlah topo dan ipung, hans dan lain-lain sahabat-sahabatku yang secara jantan keluar kemudian mendirikan Pengajian Baru dengan metode yang hampir sama dengan Ya Ibad. Mereka, semoga Alloh merahmati mereka, gunakan nama yang berbeda dengan Ya Ibad. Dan akupun mendukung mereka minimal dalam doa-doa malamku. Contohlah keberanian, perjuangan dan gentlemen-nya mereka!

Tetapi kali ini, di tahun 2015, segelintir oknum munafik (seperti apa yang telah aku tuliskan pada judul di atas) telah memecah Ya Ibad dengan mendemonstrasikan KEMUNAFIKAN yang LUAR BIASA. Yaitu tetap melekat dengan Nama Ya Ibad untuk memuaskan nafsu setan mereka. Mengapa tidak sampeyan berdiri dengan nama yang berbeda ? Yang Aku tahu jawabannya, lantaran ketakutan sampeyan akan ditinggalkan oleh para santri-santri Ya Ibad. Sampeyan kurang jantan. Sampeyan seperti betina. Kepengecutan sampeyan tersebut akhirnya membuat sampeyan dengan ganas, licik, culas dan curang tetap menggunakan Nama Besarku (Ya Ibad). Dan ini akan membawa pengaruh buruk kepada hati dan mulut jamaah Ya Ibad sekalian yang aku cintai.

Bertobatlah sampeyan selagi masih sempat, supaya Alloh kembali me-ridhoi sampeyan.

Assalamu'ala manittaba'al huda. Wassalamu'laikum warohmatullohi wabarokatuh. 

3
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
Wednesday, April 29, 2015

Tuesday, November 20, 2012

Urgensi Kufur Kepada Thoghut



Assalamu'alaikum Wr Wb.

Ba'da Hamdalah wa Tasbih wa syahadat wa sholawat...
Jama'ah Ya Ibad yg saya cintai, izinkan saya untuk mengingatkan sampeyan kabeh, bahwa Islam adalah tali yg sangat kuat yg menghubungkan jiwa raga kita kepada Alloh SWT. Dan izinkan saya untuk mengingatkan bahwa, Agama yg kita peluk ini (Al Islam) adalah Agama Tauhid. Tidaklah seseorang tersebut dianggap sebagai Muslim (orang Islam) jika dia Tidak ber-Tauhid. Oleh sebab itu, saya ingatkan sampeyan dengan Terjemahan Ayat Suci Al Qur'an: ... Famay yakfur bit thoghuti wa yu'mim billahi, faqodistamsaka bil 'urwatil wutsqo ... barangsiapa yg kufur kepada thoghut dan beriman kepada Alloh saja, maka dia telah berpegang kepada tali yg sangat kuat ...(QS. 2 ayat 256) ...

Jika hanya "sekedar" Beriman kepada Alloh, hal itu banyak dilakukan orang-orang kafir. Bahkan kafir-kafir Quraisy ketika ditanyakan kepada mereka siapakah yg menciptakan langit dan bumi ? maka mereka menjawab : Alloh yg menciptakan langit dan bumi. Tetapi keimanan yang tidakk didahului dengan mengkufuri thoghut maka akan menjadi keimanan yg bercampur dengan SYIRIK. Pemilik keimanan semacam ini tidak layak mendapat predikat sebagai Mukmin melainkan Musyrik.

Karena ini menyangkut 'ulumul  tauhid, pemahaman terhadap ayat tsb diatas menjadi sangat dibutuhkan oleh setiap muslimin/muslimat. Selintas dalam ayat tsb, Syarat utama untuk menjadi orang yg ber-iman (tidak cacat tauhid) maka mestilah lebih dahulu Kufur Kepada Thoghut untuk kemudian Beriman Kepada Alloh saja.

Jama'ah Ya Ibad yg saya cintai,
Sampeyan tak akan pernah bisa mengkufuri thoghut jika sampeyan tak memahami makna thoghut itu sendiri.

Lalu, apakah makna Thoghut menurut Al Qur'an dan Assunnah sesuai dengan pemahaman Assalafus sholeh (Nabi, sahabat, tabi'in, dan tabi'ut tabi'in)? Dan Lalu bagaimanakah Para 'ulama menafsirkan kata THOGHUT tsb di atas? Silakan sampeyan kaji sendiri. Silakan sampeyan cari sendiri.


Saya, guru besar yaibad, hanya mengingatkan, bahwa dalam upaya sampeyan mengkaji Islam, Al qur'an dan Assunnah tidak boleh semata dipahami dengan OTAK dan HAWA NAFSU sampeyan sendiri. Dalam memahami Al Qur'an dan Assunnah sebaiknya sampeyan merujuk kepada TAFSIR-TAFSIR Para 'ulama yg MUKTABAR yang telah terkenal kesholehan perilaku dan kedalaman 'ilmu-'ilmunya. Tujuannya agar supaya supaya sampeyan tidak sesat atau bahkan menyesatkan orang lain tanpa sampeyan sadari. Wallohu a'lam bisshowab.

Alhamdulillah ... billahit taufiq wal hidayah ....
Wassalamu'alaikum Wr Wb...

Ya Ibad

0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
Tuesday, November 20, 2012

Sunday, January 29, 2012

Menginap Di Rumah Seorang Ahli Surga

Ya Ibad ~ Saudara/i rahimakumulloh. Setelah manusia bertauhid, maka hal pertama dan utama yang wajib dilakukannya adalah berusaha mati-matian untuk mencontoh AKHLAK / Budi Pekerti Nabi Muhammad SAW. Kemuliaan AKHLAK / Budi Pekerti yg luhur mencerminkan kecintaan seseorang kepada AL ISLAM. Bukankah Rosululloh SAW sendiri tidaklah diutus melainkan untuk Menyempurnakan AKHLAK manusia ?

Anas Ibn Malik ra, menceritakan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Al-Nasa’i, perihal orang yang disebut-sebut sebagai penghuni surga.

Diceritakan oleh Anas ra, “Suatu hari kami bersama para sahabat yg lain duduk dalam satu majlis bersama Rosululloh SAW. Di tengah-tengah memberi wejangan, beliau berkata, “Sebentar lagi akan lewat di hadapan kalian seorang lelaki penghuni surga”. Tak lama berselang, tiba-tiba muncul seorang lelaki anshor dengan janggut masih basah oleh air wudlu. Ia berjalan dengan tangan kiri menjinjing sandal”.

Keesokan harinya dalam kesempatan yg sama, Rosululloh kembali berkata demikian, “Akan datang seorang lelaki penghuni surga”. Tak lama kemudian, lelaki itu kembali muncul. Dalam kesempatan yg lain, untuk ketiga kalinya Rosululloh mengatakan hal yang sama. Demi menghapus rasa penasaran, sahabat Abdulloh Ibn Amr Ibn Al-Ash mengikuti lelaki anshor yang disebut-sebut  Rosululloh  sebagai penghuni surga. Ibnu Amr berkata kepada laki-laki tersebut, “Wahai sahabat, dapatkah kamu memberi pertolongan? aku bertengkar dengan ayahku dan berjanji tidak akan menemuinya selama tiga hari. Maukah kamu memberi tumpangan selama tiga hari itu?”, pinta Ibn Amr. Setelah diperbolehkan, Ibn Amr bermalam di rumah lelaki tersebut selama 3 hari.

Sampai dengan malam ketiga, Ibnu Amr tak melihat sesuatu yg istimewa dari lelaki itu dalam ibadahnya, sampai ia hampir saja meremehkan amalan ibadah lelaki itu. Akhirnya Ibn Amr berterus terang kepadanya, “Hai hamba Allah, sebenarnya aku tidak sedang bertengkar dengan ayahku dan juga tidak sedang bermusuhan. Aku hanya ingin membuktikan apa yang telah dikatakan  Rosululloh  tentang dirimu. Beliau katakan dalam sebuah majlis sampai 3 kali, “Akan datang seorang di antara kalian lelaki sebagai penghuni surga”. Aku ingin tau, apa amalan yang membuatmu demikian dan aku ingin menirukan agar bisa mencapai kedudukan seperti dirimu”.

Orang itu berkata, “Yang aku amalkan setiap hari tak lebih dari apa yang kau saksikan”. Saat Ibn Amr hendak berpamitan pulang, orang itu kembali berkata, “Demi Alloh, amalku tidak lebih dari yang kau lihat. Hanya saja aku tak pernah menyimpan niat buruk terhadap sesama manusia. Aku juga tak pernah ada rasa dengki kepada mereka yang mendapat anugerah dan kebaikan dari Alloh”. Mendengar pernyataan itu, Ibn Amr membalas, “Begitu bersihnya hatimu dari prasangka buruk dan perasaan dengki kepada orang lain. Inilah nampaknya yang membuatmu berada di tempat yang mulia itu. Sesuatu yang tak dapat aku lakukan”.

~ sekian ~


NOTE : Konten blog ini diluar dari tanggung jawab dari Yayasan Al Mukhlasin 'Ibadurrohman.

Kunjungi pula :
1. Ya Ibad Internasional
2. Facebook Guru Besar Ya Ibad
3. Ya Ibad di Google Plus
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
Sunday, January 29, 2012

Thursday, December 22, 2011

Perdebatan

Ya Ibad ~ Perdebatan itu ibarat pisau bermata dua. Bisa bermanfaat namun terkadang membuahkan petaka. Oleh itu, Perdebatan sedikitnya ada 2 macam model :

Pertama : Debat Yg terpuji
Debat model ini, adalah setiap debat yang dilakukan untuk mendukung Kebenaran ( Al Haq) dan untuk membawa Kepada Kebenaran dengan niat yang sholih dan ikhlas serta dengan cara yang benar. Yaitu yg dilakukan dengan :

1. Ilmu
2. Bashiroh
3. Akhlak yang terpuji : santun, ramah, hangat, lembut.
4. Dengan Kata-kata yang baik
5. Bermaksud Dakwah Kepada Kebenaran dg menjelaskan keindahannya
6. Bermaksud Membantah Kebathilan dengan menjelaskan keburukannya
7. Bertujuan semata hanya mencari ridho Alloh saja. Tanpa keinginan untuk menang-menangan, dihargai, pinter-pinteran, diperhatikan, dianggap lebih ber-ilmu, dan lain sebagainya motivasi-motivasi yg menyimpang dari tauhid.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir II/592 dan III/416, dikatakan : Tujuan dari perdebatan bukanlah hanya sekedar cari menang kalah dan meninggikan diri pribadi. Namun tujuannya semata-mata menjelaskan kebenaran (Al Haq) dan memberi petunjuk kepada makhluk.

Alloh Swt berfirman dalam Qs. An Nahl (16) ayat 125 :
"Serulah (manusia) kepada jalan Robb-mu dengan hikmah dan pelajaran yg baik. Sesungguhnya Tuhan-mu Dialah yg lebih mengetahui siapa yg tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yg lebih mengetahui orang-orang yg mendapat petunjuk"
Yang diberi kemampuan untuk melakukan debat model pertama ini hanyalah mereka yg sudah dewasa, sudah mampu membedakan mana yg benar dan mana yg salah. Sampeyan yg belum mampu mengendalikan emosi (perasaan) atau yg belum memiliki kematangan emosi, sebaiknya menjauhi perdebatan agar tidak merosot kualitas dan kuantitas ibadat sampeyan.

Bagi Sampeyan yg sudah sukses dalam dzikrulloh, yang sudah memiliki jiwa yg tenang (muthmainnah) yg sudah meraih akal yg sakinah, maka perdebatan yg dilakukan akan mempercepat proses bertambahnya ilmu dan Iman, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadat sampeyan. 

Kedua : Debat Yg Tercela

Debat model ini, adalah setiap debat yg dilakukan untuk mendukung kebathilan atau membawa seseorang kepada kebathilan. Biasanya Debat model ini dilakukan dengan mengenyampingkan Ilmu dan Bashiroh. Debat model ini hanya mengedepankan otak dan hawa nafsu sendiri. Meletakkan Nash dibawah kendali akal, padahal semestinya adalah meletakkan akal dalam kendali Nash.

Model kedua ini merupakan malapetaka lisan yg sangat besar. Alloh swt berfirman dalam QS. Al Hajj (22) ayat 3-4 : "Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Alloh tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syetan yg jahat. Padahal telah ditetapkan tentang syetan itu bahwa barangsiapa yang berkawan dengan dia, tentu dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke adzab neraka"

... Oleh karena itu, Jauhilah Komunitas syetan! Jangan sampai sampeyan berada di dalamnya!

Dalam surat yang lain, Alloh berfirman, yang artinya, "Dan tidaklah kami mengutus rosul-rosul hanyalah  sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyap kan yang haq, dan mereka menganggap ayat-ayat kami dan peringatan-peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan" (QS. al-Kahfi: 56)

Abdulloh Ibnu Mas'ud berkata, "Janganlah menuntut ilmu karena 3 hal; Pertama, untuk mendebat orang-orang jahil. Kedua, untuk membantah para 'ulama. Ketiga, untuk memalingkan wajah manusia kepada kalian (baca: Popularitas). Carilah pahala di sisi Alloh dari yg kalian katakan karena itu akan kekal abadi. Adapun selainnya pasti hancur dan binasa". (HR. Ad-Darimi secara mauquf dari perkataan Ibnu Mas'ud 1/70)

Ternyata motivasi yg salah dalam menuntut Ilmu (baca: Ngaji) juga turut memberikan andil terhadap munculnya Perdebatan Yg Tercela. Oleh itu, pesan Ibnu Mas'ud di atas, layak untuk menjadi koreksi. tata-lah kembali niat dan motivasi sampeyan dalam menuntut ilmu (ngaji), yaitu dengan semata hanya mengharapkan Ridho Alloh saja. Baca dan kajilah Blog Guru Besar Ya Ibad ini dengan hanya mengharapkan Ke-ridho-an Alloh swt saja.

Diriwayatkan dari Umamah al-Bahili, ia berkata, Rosululloh Sholallohu 'alaihi wasalam bersabda, "Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapatkan petunjuk, kecuali karena mereka melakukan perdebatan." Kemudian Rosululloh membacakan ayat, "Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja. sebenarnya mereka makhluk yg suka bertengkar." (QS, Az-zukhruf : 58) (HR. At-Tarmidzi V/378)

Akar Perdebatan

Ada banyak Faktor-faktor yg menyebabkan seseorang itu jatuh ke dalam Perdebatan yg Bathil. Diantaranya adalah :

1. Ghurur (berlebih-lebihan, ujub), sombong dan takabbur.
2. Suka pamer Ilmu.
3. Bermaksud menyakiti orang lain dengan menunjukkan cacad, cela, dan kekurangannya.

Obatnya adalah bertobat kepada Alloh swt dengan mematahkan kesombongan yg mendorongnya untuk memamerkan kelebihannya dan mematahkan kedzholiman yg mendorongnya untuk menghinakan dan merendahkan orang lain.

Al Bukhori, dalam Fathul Baari V/106, diriwayatkan dari 'Aisyah, ia berkata, Rosululloh Saw bersabda : "Orang yg paling dibenci Alloh, adalah orang yg paling keras penentangannya."
Diriwayatkan dari jabir Ra, ia berkata, "Rosululloh Saw bersabda, 'Sesungguhnya setan telah berputus asa untuk bisa disembah oleh orang-orang yg sholat di jazirah 'arob. Akan tetapi setan senantiasa menebarkan pertengkaran di antara mereka'." (HR. Muslim IV/2166)

Dalam Jami' al-Ushul II/754 disebutkan bahwa setan memecah belah diantara orang-orang yg sholat dengan pertengkaran, pertikaian, dan menipu daya manusia dengan berbagai macam bentuk kemaksiyatan, fitnah dan lain sebagainya.

Setan memiliki banyak celah untuk menggoda manusia. bila setan tak mampu menyesatkan manusia dari jalan kemusyrikan, maka setan akan mencari jalur alternatif. Setan pada masa itu memang sudah ditinggalkan oleh manusia tapi bukan berarti setan diam saja, melainkan setan mencari celah dengan membuka Jalan Pertengkaran dan Pintu Perselisihan. Nah, disinilah Perdebatan Batil dimanfaatkan oleh para setan.

Wallohu a'lam.
NOTE : Konten blog ini diluar dari tanggung jawab dari Yayasan Al Mukhlasin 'Ibadurrohman. 

Kunjungi pula : 
1. Ya Ibad Internasional 
2. Facebook Guru Besar Ya Ibad 
3. Ya Ibad di Google Plus
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
Thursday, December 22, 2011

Monday, December 12, 2011

Ketegasan Hakekat Tauhid

Ya Ibad ~ Inti ajaran tauhid yang wajib sampeyan upayakan mati-matian agar selamat fiddunya wal akhiroh adalah: 
  • Pertama, sampeyan meyakini dalam hati dan ucapan dengan lisan, bahwa tiada Tuhan selain Alloh.
  • Kedua, sampeyan meyakini, tidak ada hukum yang paling benar mutlak, paling ilmiah, paling modern, kecuali hukum Alloh.
  • Ketiga, sampeyan meyakini, hidup ini hanya untuk beribadah (mengabdi) kepada Alloh saja, yakni meyakini bahwa semua aspek kehidupan, dari semua urusan pribadi, keluarga, masyarakat seluruh dunia dan negara harus diatur dengan berdasarkan hukum Alloh 100% (ber-Islam secara kaaffah).
  • Keempat, sampeyan meyakini haramnya mengatur kehidupan dengan hukum Alloh bercampur dengan hukum jahiliyah (hukum buatan manusia yang bertentangan dengan hukum Alloh). Karena Alloh melarang untuk mencampurkan yang haq dengan yang batil.
  • Kelima, meyakini bahwa Islam wajib berkuasa, tidak boleh di bawah kekuasaan kafir/thoghut, sebagai syarat tegaknya tauhid. Orang kafir hanya boleh hidup dibawah kekuasaan Islam dan harus diperlakukan dengan baik dan adil, juga tidak boleh dipaksa masuk Islam.
“Hakekat tauhid di atas wajib sampeyan tegakkan, meskipun harus mengorbankan harta dan nyawa sampeyan sendiri. Dan sebagai umat Islam, sampeyan  wajib mengingkari thoghut dan haram hidup di bawah kepemimpinan toghut. Para ulama menegaskan, barangsiapa yang beriman kepada Allah maka dia wajib kafir kepada thoghut, dan barangsiapa yang tidak kafir kepada thoghut, dia tidak beriman kepada Alloh."

Adapun hakekat syirik, adalah meyakini adanya Tuhan selain Alloh, meyakini adanya hukum lain atau ideologi buatan manusia untuk mengatur negara. Maka, meskipun seseorang  mengaku beriman kepada Alloh, melaksanakan shalat, puasa, zakat dan haji dengan sempurna, tapi bila meyakini Pancasila dan UUD 45 dan hukum positif KUHP lebih sesuai daripada syariat Islam dalam mengatur negara Indonesia, maka orang itu menjadi musyrik. Dua kalimat syahadatnya batal, semua amalnya sia-sia, karena berarti dia rela berhukum kepada thoghut.
 
Pahamilah ! niscaya sampeyan selamat di akhirat kelak.
 
Demikianlah Ketegasan Hakekat Tauhid. 
Wallohu a'lam Bisshowwab.
 
NOTE : Konten blog ini diluar dari tanggung jawab dari Yayasan Al Mukhlasin 'Ibadurrohman. Kunjungi pula : 
1. Ya Ibad Internasional 
2. Facebook Guru Besar Ya Ibad 
3. Ya Ibad di Google Plus
1
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
Monday, December 12, 2011

Sunday, December 11, 2011

30 Sifat Orang Munafik

Ya Ibad ~ Inilah 30 Sifat Orang Munafik yang harus sampeyan jauhi :

1. Dusta
Hadith Rasulullah yang diriwayatkan Imam Ahmad Musnad dengan sanad Jayid: "Celaka baginya, celaka baginya, celaka baginya. Yaitu seseorang yang berdusta agar orang-orang tertawa." Di dalam kitab Shahihain (Shahih Bukhari dan Muslim), Rasulullah SAW bersabda: "Tanda orang munafik ada tiga, salah satunya adalah jika berbicara dia dusta."

2. Khianat
Sabda Rasulullah SAW: "Dan apabila berjanji, dia berkhianat." Barangsiapa memberikan janji kepada seseorang, atau kepada isterinya, anaknya, sahabatnya, atau kepada seseorang dengan mudah kemudian dia mengkhianati janji tersebut tanpa ada sebab uzur syar'i maka telah melekat pada dirinya salah satu tanda kemunafikan.
3. Fujur Dalam PertikaianSabda Rasulullah SAW: "Dan apabila bertengkar (bertikai), dia melampau batas."

4. Ingkar JanjiSabda Rasulullah SAW: "Tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara dia dusta, jika berjanji dia ingkar, dan jika dipercaya (diberi amanat) dia berkhianat." (HR. Bukhari Muslim)
 
5. Malas Beribadah
Firman Allah SWT: "Dan apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka berdiri dengan malas." (An-Nisa': 142) . Jika orang munafik pergi ke masjid atau surau, dia menyeret kakinya seakan-akan terbelenggu rantai. Oleh kerana itu, ketika sampai di dalam masjid atau surau dia memilih duduk di shaf yang paling akhir. Dia tidak mengetahui apa yang dibaca imam dalam sholat, apalagi untuk menyimak dan menghayatinya.

6. Riya
Di hadapan manusia dia sholat dengan khusyuk tetapi ketika seorang diri, dia mempercepat sholatnya. apabila bersama orang lain dalam suatu majlis, dia tampak zuhud dan berakhlak baik, demikian juga pembicaraannya. Namun, jika dia seorang diri, dia akan melanggar hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT.
 
7. Sedikit Berzikir
Firman Allah SWT: "Dan apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya' (dengan sholat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah SWT kecuali sedikit sekali." (An-Nisa': 142) .

8. Mempercepat Sholat

Mereka (orang-orang munafik) adalah orang yang mempercepatkan sholat tanpa ada rasa khusyuk sedikit pun. Tidak ada ketenangan dalam mengerjakannya, dan hanya sedikit mengingat Allah SWT di dalamnya. Fikiran dan hatinya tidak menyatu. Dia tidak menghadirkan keagungan dan kebesaran Allah SWT dalam sholatnya. Hadith Nabi SAW: "Itulah sholat orang munafik, ... lalu mempercepat empat rakaat (sholatnya)"

9. Mencela Orang-Orang Yang Taat Dan Soleh

Mereka memperolok orang-orang yang taat dengan ungkapan yang mengandung cemohan dan celaan. Oleh kerananya, dalam setiap majlis pertemuan sering kali kita temui orang munafik yang hanya memperbincangkan sepak terjang orang-orang soleh dan orang-orang yang konsisten terhadap Al-Quran dan As-Sunnah. Baginya seakan-akan tidak ada yang lebih penting dan menarik selain memperolok-olok orang-orang yang taat kepada Allah SWT.
 
10. Mengolok-Olok Al-Quran, As-Sunnah, Dan Rasulullah SAW
Termasuk dalam kategori Istihzaa' (berolok-olok) adalah memperolok-olok hal-hal yang disunnahkan Rasulullah SAW dan amalan-amalan lainnya. Orang yang suka memperolok-olok dengan sengaja hal-hal seperti itu, jatuh Kafir. Firman Allah SWT: "Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja." Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. " (At-Taubah: 65-66)
 
11. Bersumpah Palsu
Firman Allah SWT: "Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai." (Al-Munafiqun: 2 & Al-Mujadilah: 16). Jika seseorang menanyakan kepada orang munafik tentang sesuatu, dia langsung bersumpah. Apa yang diucapkan orang munafik semata-mata untuk menutupi kedustaannya. Dia selalu mengumpat dan memfitnah orang lain. Maka jika seseorang itu menegurnya, dia segera mengelak dengan sumpahnya: "Demi Allah, sebenarnya kamu adalah orang yang paling aku sukai. Demi Allah, sesungguhnya kamu adalah sahabatku."

12. Enggan Berinfak
Orang-orang munafik memang selalu menghindari hal-hal yang menuntut pengorbanan, baik berupa harta maupun jiwa. Apabila menjumpai mereka berinfak, bersedekah, dan mendermakan hartanya, mereka lakukan kerana riya' dan sum'ah. Mereka enggan bersedekah, kerana pada hakikatnya, mereka tidak menghendaki pengorbanan harta, apalagi jiwa.

13. Tidak Menghiraukan Nasib Sesama Kaum Muslimin
Mereka selalu menciptakan kelemahan-kelemahan dalam barisan muslimin. Inilah yang disebut At Takhdzil, yiaitu sikap meremehkan, menakut-nakuti, dan membiarkan kaum muslimin. Orang munafik percaya bahawa orang-orang kafir lebih kuat daripada kaum muslimin.
 
14. Suka Menyebarkan Khabar Dusta
Orang munafik senang memperbesar peristiwa atau kejadian. Jika ada orang yang tergelincir lisannya secara tidak sengaja, maka datanglah si munafik dan memperbesarkannya dalam majelis-majelis pertemuan. "Apa kalian tidak mendengar apa yang telah dikatakan si fulan itu?" Lalu, dia pun menirukan kesalahan tersebut. Padahal, dia sendiri mengetahui bahawa orang itu mempunyai banyak kebaikan dan keutamaan, akan tetapi si munafik itu tidak bersedia mengungkapkannya kepada masyarakat.
 
15. Mengingkari Takdir
Orang munafik selalu membantah dan tidak ridha dpada takdir Allah SWT. Oleh kerananya, apabila ditimpa musibah, dia mengatakan: "Bagaimana ini. Seandainya saya berbuat begini, niscaya akan menjadi begini." Dia pun selalu mengeluh kepada sesama manusia. Sungguh, dia telah mengkufuri dan mengingkari Qadha dan Takdir.
 
16. Mencaci Maki Kehormatan Orang-Orang Soleh
Apabila orang munafik membelakangi orang-orang soleh, dia akan mencaci maki, menjelek-jelekkan, mengumpat, dan menjatuhkan kehormatan mereka di majlis-majlis pertemuan. Firman Allah SWT: "Mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan." (Al-Ahzab: 19)

 
17. Sering Meninggalkan Sholat Berjamaah
Apabila seseorang itu segar, kuat, mempunyai waktu luang, dan tidak memiliki uzur say'i, namun tidak mahu mendatangi masjid/surau ketika mendengar panggilan azan, maka saksikanlah dia sebagai orang munafik.
 
18. Membuat Kerusakan Di Muka Bumi Dengan Dalih Mengadakan Perbaikan
Firman Allah SWT: "Dan apabila dikatakan kepada mereka: janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: 'Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan kebaikan.' Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar." (Al-Baqarah: 11-12).
 
19. Tidak Sesuai Antara Zahir Dengan Bathin
Secara Zahir mereka membenarkan bahawa Nabi Muhammad SAW adalah Rasul Allah, tetapi di dalam hati mereka, Allah telah mendustakan kesaksian mereka. Sesungguhnya, kesaksian yang tampak benar secara Zahir itulah yang menyebabkan Mereka masuk ke dalam Neraka. Penampilan zahirnya bagus dan mempesona, tetapi di dalam batinnya terselubung niat busuk dan menghancurkan. Di luar dia menampakkan kekhusyukan, sedangkan di dalam hatinya ia main-main.
 
20. Takut Terhadap Kejadian Apa Saja
Orang-orang munafik selalu diliputi rasa takut. Jiwanya selalu tidak tenang, keinginannya hanya selalu mendambakan kehidupan yang tenang dan damai tanpa disibukkan oleh persoalan-persoalan hidup apapun. Dia selalu berharap: "Tinggalkan dan biarkanlah kami dengan keadaan kami ini, semoga Allah memberikan nikmat ini kepada kami. Kami tidak ingin keadaan kami berubah." Padahal, keadaan tidaklah selalu apalagi menjadi lebih baik.
 
21. Beruzur Dengan Dalih Dusta
Firman Allah SWT: "Di antara mereka ada orang yang berkata: 'Berilah saya izin (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus ke dalam fitnah.' Ketahuilah bahawa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sesungguhnya Neraka Jahanam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir." (At-Taubah: 49)

 
22. Menyuruh Kemungkaran Dan Mencegah Kemakrufan
Mereka (orang munafik) menginginkan agar perbuatan keji tersiar di kalangan orang-orang beriman. Mereka menggembar-gemborkan tentang kemerdekaan wanita, persamaan hak, penanggalan hijab/jilbab. Mereka juga berusaha memasyarakatkan nyanyian dan konser, menyebarkan majalah-majalah porno (semi-porno) dan narkoba.

 
23. Bakhil
Orang-orang munafik sangat bakhil dalam masalah-masalah kebajikan. Mereka menggenggam tangan mereka dan tidak mau bersedekah atau menginfakkan sebahagian harta mereka untuk kebaikan, padahal mereka orang yang mampu dan berkecukupan.
 
24. Lupa Kepada Allah SWT
Segala sesuatu selalu mereka ingat, kecuali Allah SWT. Oleh sebab itu, mereka senantiasa ingat kepada keluarganya, anak-anaknya, lagu-lagu, berbagai keinginan, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan duniawi. Dalam fikiran dan batin mereka tidak pernah terlintas untuk mengingat (berdzikir) Allah SWT, kecuali sebagai tipu daya kepada sewsama manusia semata.
 
25. Mendustakan Janji Allah SWT Dan Rasul-Nya
Firman Allah SWT: "Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata: 'Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami selain tipu daya." (Al-Ahzab: 12).

26. Lebih Memperhatikan Zahir, Mengabaikan Bathin
Orang munafik lebih mementingkan zahir dengan mengabaikan yang batin, tidak menegakkan sholat, tidak merasa diawasi Allah SWT, dan tidak mengenal zikir. Pada zahirnya, pakaian mereka demikian bagus menarik, tetapi batin mereka kosong, rusak dan lain sebaginya.
 
27. Sombong Dalam Berbicara
Orang-orang munafik selalu sombong dan angkuh dalam berbicara. Mereka banyak omong dan suka memfasih-fasihkan ucapan. Setiap kali berbicara, mereka akan selalu mengawalinya dengan ungkapan menakjubkan yang meyakinkan agar tampak seperti orang hebat, mulia, berwawasan luas, mengerti, berakal, dan berpendidikan. Padahal, pada hakikatnya dia tidak memiliki kemampuan apapun. Sama sekali tidak memiliki ilmu, bahkan bodoh.

 
28. Tidak Memahami Ad Dien
Di antara "keistimewaan" orang-orang munafik adalah: mereka sama sekali tidak memahami masalah-masalah agama. Dia tahu bagaimana mengenderai mobil dan mengerti perihal mesinnya. Dia juga mengetahui hal-hal remeh dan pengetahuan-pengetahuan yang tidak pernah memberi manfaat kepadanya meski juga tidak mendatangkan mudharat baginya. Akan tetapi, apabila menghadapi dialog (tanya-jawab tentang persoalan-persoalan Ad Din (Islam)), dia sama sekali tidak dapat menjawab.
 
29. Bersembunyi Dari Manusia Dan Menentang Allah Dengan Perbuatan DosaOrang munafik menganggap ringan perkara-perkara yang melawan hukum Allah SWT, menentang-Nya dengan melakukan berbagai kemungkaran dan kemaksiatan secara sembunyi-sembunyi. Akan tetapi, ketika dia berada di tengah-tengah manusia dia menunjukkan kebalikannya; berpura-pura taat.

Firman Allah SWT: "
Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak redlai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan. " (An-Nisa': 108)

30. Senang Melihat Orang Lain Susah, Susah Bila Melihat Orang lain Senang
Orang munafik apabila mendengar berita bahawa seorang ulama yang soleh tertimpa suatu musibah, dia pun menyebarluaskan berita duka itu kepada masyarakat sambil menampakkan kesedihannya dan berkata: "Hanya Allahlah tempat memohon pertolongan. Kami telah mendengar bahawa si fulan telah tertimpa musibah begini dan begitu. Semoga Allah memberi kesabaran kepada kami dan beliau." Padahal, di dalam hatinya dia merasa senang dan terhibur karena musibah itu.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
Sunday, December 11, 2011
Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)
YA IBAD :

About Me

Unknown
View my complete profile

Entri Populer

  • Perang Salib Pertama dan Jatuhnya Yerusalem
    Ya Ibad ~ Ditandai oleh nafsu dunia mulai merasuk jiwa, membutakan hati dan menutup pintu bakti (taqwa), dan ummat mulai menyarungkan pe...
  • Berdakwah Tanpa Ilmu
    Ya Ibad ~ Da’wah harus didahului dengan ilmu, karena siapa yang berda’wah tanpa ilmu maka ia akan lebih banyak merusak daripada memperba...
  • Sholat Gerhana / Sholat Khusuf
    Ya Ibad ~ Sesuai dengan tuntunan Nabi SAW, umat Islam dianjurkan untuk melakukan shalat sunah gerhana. Selain itu, umat Islam dianjurkan...
  • Serangan Tartar dan Kehancuran Baghdad
    Ya Ibad ~ Baghdad, ibukota kekholifahan Dinasti Abbasiyah akhirnya runtuh ! Dg brutal pasukan Tartar menghancurkan semua sudut kota, me...
  • Memahami Makna Thaghut
    Bismillahirrohmanirrohiim.  Alhamdulillahirrrobbil 'alamiin.  Allohuma sholli 'ala muhammad wa 'ala aali muhammad. Ya ...
  • Tanda-Tanda Mati Syahid Menurut Al Qur'an dan Al Hadist
    Di dalam kitab Ahkamul Janaiz, syaikh Nashiruddin Al Albani, mengumpulkan Tanda-Tanda Mati Syahid dari Al Qur’an dan Sunah shahihah , bel...
  • PENGKHIANAT LICIK NAN CULAS di YA IBAD
    Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh. Setelah tahmid, tasbih, tahlil dan sholawat, ADA MUNAFIK, PENGKHIANAT LICIK NAN CULAS ...
  • Tauhid Menolak Sekularisme
    Jamaah Ya Ibad yang saya hormati, tetaplah zikrulloh dan husnuzhon (berprasangka baik) kepada Alloh. Salah satu Isme yang wajib dito...

Labels

  • Syariat
  • BukaMata
  • Tauhid
  • Mujahadah
  • Dakwah Wal Jihad
  • Hisbah
  • Thoghut
  • Tokoh
  • TazkiyatunNafs
  • Meluruskan
  • Sepilis
  • Sekulerisme
  • Konsultasi Spiritual
  • Liberalisme
  • Pluralisme
  • Download
  • Buku Tamu
  • Mukadimah
  • Muktamar Ya Ibad
  • Ya Ibad

Kirim Pertanyaan - Konsultasi

Name

Email *

Message *

Copyright 2013 Ya Ibad - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Published by Evo Templates