Ya Ibad

Blog Guru Besar Ya Ibad

  • Home
  • Mukadimah
Home » Mujahadah
Showing posts with label Mujahadah. Show all posts
Showing posts with label Mujahadah. Show all posts

Thursday, March 22, 2012

Jadilah Kalian Penolong Agama Alloh

بسم الله الرحمن الرحيم

Dulu pernah ada sahabat kami yg bertanya, "Bagaimana menolong agama Alloh?" waktu itu kami menjawab dengan singkat saja, "Sampeyan rutin saja mengaji". Semoga Artikel berikut ini meelengkapi jawaban kami dahulu itu :

Agama Allah tidak bisa tegak begitu saja tanpa adanya usaha, karena itu Allah Swt memerintahkan kepada kita untuk menolong agamanya;

ياأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُونُوا أَنْصَارَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ

Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana `Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”. (As-Shaff)

Maka bersambutlah para penghulu kita terhadap seruanNya, mulai dari zaman Nabi Muhammad Saw sampai sekarang;

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ نَبِيٍّ بَعَثَهُ اللَّهُ فِي أُمَّةٍ قَبْلِي إِلَّا كَانَ لَهُ مِنْ أُمَّتِهِ حَوَارِيُّونَ وَأَصْحَابٌ يَأْخُذُونَ بِسُنَّتِهِ وَيَقْتَدُونَ بِأَمْرِهِ

“Tidak ada seorang Nabi pun yang Allah utus di tengah-tengah umatnya sebelumku kecuali terdapat di kalangan ummatnya kaum hawariyun (para pengikut yang setia) dan para sahabat yang mengikuti sunnahnya dan mentaati perintahnya.” (Muslim)

Rasul Saw juga bersabda;
لا تزال طائفة من أمتي يقاتلون على الحق ظاهرين على من ناوأهم حتى يقاتل آخرهم المسيح الدجال

“Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang berperang membela kebenaran senantiasa menang dalam menghadapi orang-orang yang memusuhi mereka, hingga golongan akhir dari mereka memerangi Dajjal.” (HR. Ahmad)

Menolong agama Allah tidaklah dengan banyaknya shalat, zakat, sedekah, puasa! Itu adalah amalan untuk menolong diri sendiri dari api jahannam. Menolong agama Allah adalah dengan berjihad dijalanNya, berdakwah menyeru kepada jalanNya, dan dengan membantu orang-orang yang melaksanakan keduanya.

I. Jihad

Jihad bertujuan untuk membela diri (Defensif) atau menyebarkan kalimat Tauhid (ofensif), seperti yang ditunjukkan oleh ayat;

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلّه فَإِنِ انتَهَوْاْ فَإِنَّ اللّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. (Al-Anfal 39)

Nabi Saw bersabda ;

أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَيُقِيمُوا الصَّلاَةَ ، وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّى دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ ، وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ

Dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Aku diperintah untuk memerangi manusia sehingga bersaksi bahwa tiada ilah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, dan supaya mereka menegakkan shalat dan mengeluarkan zakat. Jika mereka melakukan itu maka darah dan harta mereka mendapat perlindungan dariku, kecuali karena alasan-alasan hukum Islam. Sedangkan perhitungan terakhir mereka terserah kepada Allah.

Allah berfriman;

ومَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَل لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَل لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا

Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo`a : “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau !”. (An-Nisa’ 75)

Dari ayat dan hadist diatas dapat diketahui bahwa tujuan jihad adalah untuk melenyapkan fitnah yang menimpa kaum muslimin dan untuk menegakkan kalimat Tauhid.

Ancaman bagi yang tak mau melaksanakan Jihad

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ، إِلَّا تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.

Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (At-Taubah 37-38)

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمْ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ

Apabila kalian telah melakukan transaksi jual beli dengan cara `inah (riba), kalian memegang ekor sapi, kalian puas dengan sawah ladang, dan kalian telah meninggalkan jihad di jalan Allah, maka Allah akan menimpakan pada kalian kehinaan. Dia tidak akan mencabutnya dari kalian sehingga kalian kembali kepada agama kalian.“ (HR. Abu Dawud)

Rasul Saw bersabda ;

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ وَلَمْ يُحَدِّثْ بِهِ نَفْسَهُ مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ

Dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa meninggal sedang ia belum pernah ikut berperang atau belum pernah meniatkan dirinya untuk berperang, maka ia mati di atas cabang kemunafikan.” (Muslim)

Allah juga berfirman;

انَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّى يُهَاجِرُوا وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلا عَلَى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Al-Anfal 72)

Kemudian Allah melanjutkan sembari memberikan ancaman ;

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar. (Al-Anfal 72)

Jadi, jika kaum muslimin satu sama lain tidak mau saling melindungi, saling menguatkan, saling tolong-menolong, maka akan terjadi fitnah berupa penindasan, kedzaliman terhadap kaum muslimin, terhalangnya manusia dari Shirathal Mustaqim; jalan lurus menyembah Allah. Terbukti sekarang, dari ujung timur sampai barat akan dijumpai umat Islam ditindas, dihalang-halangi dari menjalankan syari’at. Dan fitnah ini tidak akan hilang sampai umat Islam kembali kepada Jihad.

I’dad

Untuk berjihad diperlukan bekal dan persiapan baik berupa kemampuan fisik maupun peralatan perang. Allah Swt berfirman;

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآَخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS. Al-Anfal: 60)

Lalu hal-hal apakah yang dapat kita siapkan untuk berjihad? 
Berikut kami utarakan beberapa;

1-Menembak

Bahkan dalam hal ini, Rasul Saw bersabda;

{ وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ } عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُول سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَقُولُ أَلَا إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ أَلَا إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ أَلَا إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ

‘Uqbah bin ‘Amir berkata, “Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan ketika beliau di atas mimbar: ‘(Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi) ‘ (Qs. Al Anfaal: 60), ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah.” (Muslim)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي حُسَيْنٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ لَيُدْخِلُ بِالسَّهْمِ الْوَاحِدِ ثَلَاثَةً الْجَنَّةَ صَانِعَهُ يَحْتَسِبُ فِي صَنْعَتِهِ الْخَيْرَ وَالرَّامِيَ بِهِ وَالْمُمِدَّ بِهِ

Dari Abdullah bin ‘Abdurrahman bin Abu Husain bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya hanya dengan satu anak panah, Allah akan memasukkan tiga orang ke dalam surga; orang yang membuatnya dengan niat untuk suatu kebaikan; orang yang melemparkannya dan orang yang mempersiapkannya.” (Tirmidzi)

Bahkan, seseorang yang mahir menembak kemudian sengaja melalaikannya maka berarti ia telah kufur terhadap nikmat yang ia berikan padanya;

عَنْ عُقْبَةُ بْنُ عَامِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ تَرَكَ الرَّمْيَ بَعْدَ مَا عَلِمَهُ رَغْبَةً عَنْهُ فَإِنَّهَا نِعْمَةٌ كَفَرَهَا

Dari Uqbah bin Amir Rasul Saw bersabda; “Barangsiapa yang meninggalkan menembak setelah ia mengetahuinya karena tidak menyenanginya, maka sesungguhnya hal itu adalah kenikmatan yang ia kufuri.” (Abu Dawud, Nasai, Ahmad)

Kemajuan teknologi telah merevolusi kegiatan memanah menjadi menembak. Menembak tidak harus memakai senjata api, tidak mengapa berlatih menembak dengan menggunakan senapan angin. Kelak ketika diharuskan memegang senapan asli engkau akan tahu menfaatnya. Akan tetapi bagi yang mempelajari panahan tetap memperoleh keutamaan.

2-Berkuda

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْخَيْلُ لِثَلَاثَةٍ لِرَجُلٍ أَجْرٌ وَلِرَجُلٍ سِتْرٌ وَعَلَى رَجُلٍ وِزْرٌ فَأَمَّا الَّذِي لَهُ أَجْرٌ فَرَجُلٌ رَبَطَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَأَطَالَ فِي مَرْجٍ أَوْ رَوْضَةٍ فَمَا أَصَابَتْ فِي طِيَلِهَا ذَلِكَ مِنْ الْمَرْجِ أَوْ الرَّوْضَةِ كَانَتْ لَهُ حَسَنَاتٍ وَلَوْ أَنَّهَا قَطَعَتْ طِيَلَهَا فَاسْتَنَّتْ شَرَفًا أَوْ شَرَفَيْنِ كَانَتْ أَرْوَاثُهَا وَآثَارُهَا حَسَنَاتٍ لَهُ وَلَوْ أَنَّهَا مَرَّتْ بِنَهَرٍ فَشَرِبَتْ مِنْهُ وَلَمْ يُرِدْ أَنْ يَسْقِيَهَا كَانَ ذَلِكَ حَسَنَاتٍ لَهُ وَرَجُلٌ رَبَطَهَا فَخْرًا وَرِئَاءً وَنِوَاءً لِأَهْلِ الْإِسْلَامِ فَهِيَ وِزْرٌ عَلَى ذَلِكَ

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kuda itu ada tiga jenis. Yang pertama kuda yang bagi seorang pemiliknya menjadi pahala, yang kedua menjadi sarana untuk memenuhi kebutuhan dan yang ketiga mendatangkan dosa. Adapun orang yang mendapatkan pahala adalah orang yang menambat kudanya untuk kepentingan fii sabilillah dimana dia mengikatnya di ladang hijau penuh rerumputan atau taman. Apa saja yang didapatkan kuda itu selama berada dalam pengembalaan di ladang penuh rerumputan hijau atau taman maka semua akan menjadi kebaikan bagi orang itu. Seandainya talinya putus lalu kuda itu berlari sekali atau dua kali maka jejak-jejak dan kotorannya akan menjadi kebaikan bagi pemiliknya. Dan seandainya kuda itu melewati sungai lalu minum darinya sedangkan dia tidak hendak memberinya minum maka semua itu baginya adalah kebaikan. Yang kedua adalah seseorang yang menambatkan kudanya dengan kesombongan, pamer dan permusuhan terhadap Kaum Muslimin maka baginya adalah dosa disebabkan perbuatannya itu”. (Bukhari)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي حُسَيْنٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ارْمُوا وَارْكَبُوا وَلَأَنْ تَرْمُوا أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ تَرْكَبُوا كُلُّ مَا يَلْهُو بِهِ الرَّجُلُ الْمُسْلِمُ بَاطِلٌ إِلَّا رَمْيَهُ بِقَوْسِهِ وَتَأْدِيبَهُ فَرَسَهُ وَمُلَاعَبَتَهُ أَهْلَهُ فَإِنَّهُنَّ مِنْ الْحَقِّ

Rasul Saw bersabda: “(gemarlah berlatih) melempar dan berkendara. Sungguh, kalian melempar lebih aku sukai dari pada kalian berkendaraan. Setiap permainan yang dilakukan oleh seorang laki-laki muslim adalah batil kecuali latihan dia melempar anak panah dengan busurnya, atau pengajarannya terhadap kuda tunggangannya, atau senda guraunya dengan isterinya, karena sesungguhnya itu semua termasuk kebenaran.” (Tirmidzi)

Berkuda bisa digantikan dengan berkendara sepeda motor atau mobil, kapal, maupun pesawat, akan tetapi berkuda tetap lebih baik, karena Nabi bersabda;

عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الْجَعْدِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْخَيْلُ مَعْقُودٌ فِي نَوَاصِيهَا الْخَيْرُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Dari ‘Urwah bin Al Ja’di dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seekor kuda (yang digunakan untuk fii sabilillah) terikat pada ubun-ubunnya kebaikan hingga hari qiyamat”. (Bukhari)

Begitu pula dijadikannya kuda untuk sumpah Allah dalam surat Al-Adiyat meupakan bukti keagungan kuda-kuda yang digunakan untuk berjihad.

3-Berenang

عن جابر بن عبد الله وجابر بن عمير الأنصاريين عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كل شيء ليس من ذكر الله عز وجل فهو لهو أو سهو إلا أربع خصال مشي الرجل بين الغرضين وتأديبه فرسه وملاعبته أهله وتعليم السباحة

Dari Jabir bin Abdullah dan Jabir bin Umair RA, Rasul Saw bersabda: “Segala sesuatu yang bukan merupakan dzikir kepada Allah adalah perbuatan yang sia-sia dan lalai kecuali empat perkara : Berjalanya seorang laki-laki antara dua tujuan, melatih kudanya, bermain-main dengan keluarganya dan belajar berenang “ (HR. At-Thabrani)

عن مكحول : أن عمر بن الخطاب كتب إلى أهل الشام أن علموا أولادكم السباحة والرمى والفروسية

Dari Makhul, Sahabat Umar RA menulis kepada ahli Syam “Ajarilah anak-anak kalian berenang, menembak, dan berkuda.”

Berenang mampu menguatkan otot, meningkatkan fungsi kerja jantung dan paru-paru, memperbaiki kualitas pernafasan sehingga diyakini mampu mengobati asma.

4-Berjalan kaki dan berlari

عَنْ عَمْرِو بْنِ حُرَيْثٍ، قَالَ كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ يَسْتَبِقُونَ عَلَى أَقْدَامِهِمْ،

Dari ‘Amr bin Huraits; “Dahulu Para Sahabat Rasul Saw berlomba lari dengan kaki-kaki mereka”. (Ibnu Abi Ashim)

Diriwayatkan dari Az-Zuhri bahwa para Sahabat pada masa Rasulullah berlomba diatas kuda maupun kendaraan, dan beberapa laki-laki berlomba lari dengan kaki-kaki mereka.[1]

Diceritakan bahwa Syaikh Usamah bin laden senang sekali jalan kaki. Beliau juga sering berpesan agar para mujahidin melakukan perjalanan jauh. Hampir menjadi suatu kewajiban baginya untuk melakukan jalan kaki dua kali seminggu.

Berjalan kaki mempunyai manfaat sangat baik jika sampai terjadi perang gerilya terutama di hutan-hutan.

5-Berlatih ilmu-ilmu beladiri. Begitu juga olah-raga lain yang sekira dapat menguatkan otot dan membentuk fisik yang kuat. Berkata Syaikh Abdul Qadir bin Abdul Aziz;

“Batasan minimal tadrib askari adalah olahraga atau riyadlah yang keras (cukup membentuk fisik yang kuat dan mengasah kemahiran qital qarib), dengan niat yang benar InsyaAllah bermanfaat. Karena hal ini merupakan dasar setiap tadrib askari dan mudah dilakukan sekalipun di kamar yang sempit dan hal ini tidak pantas dilengahkan.”[2]

6-Belajar ilmu kedokteran, Thibbun-Nabawi, atau ilmu-ilmu pengobatan tradisional mengingat dalam pertempuran bisa sangat sulit menemukan peralatan medis.

7-Berlatih Ilmu Mekanik, ilmu Komputer, Elektronik, kimia, dan ilmu-ilmu lainnya, sekiranya berguna dalam medan Jihad.

Setelah mengetahui ini, hendaknya kaum muslimin tidak lengah dalam hal I’dad. Karena ia bisa dilakukan dengan mudah dan tentunya sesuai dengan kemampuan masing seperti yang ditunjukkan oleh firman Allah yang lalu, yakni dalam kata مَا اسْتَطَعْتُمْ (Semampu kalian).

II. Dakwah (Amar Ma’ruf Nahi Munkar)

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ، وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat. (Ali Imron 104-105)

عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: “Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengerjakannya.” (Muslim)

Ancaman bagi yang meninggalkan Dakwah

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ، كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

Telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. (Al-Maidah 78-79)

Rasul Saw bersabda ;

إنَّ النَّاسَ أَوْ الْقَوْمَ إذَا رَأَوْا الْمُنْكَرَ فَلَمْ يُغَيِّرُوهُ عَمَّهُمْ اللَّهُ بِعِقَابٍ

“Sesungguhnya manusia atau kaum jika melihat kemunkaran kemudian tidak merubahnya maka Allah kan meratakan mereka dengan siksa. (HR. Abu Dawud)

Pada zaman sekarang Dakwah bisa menjadi sangat mudah berkat bantuan Internet. Orang bisa dengan mudah menyuruh kebaikan melalui media web, blog, maupun situs jejaring sosial macam Facebook[3] maupun Twiter.

Mencari Ilmu

Seperti halnya jihad memerlukan bekal dan persiapan, demikian pula Dakwah;

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (Al-Anfal 60)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Barang siapa menempuh jalan dimana ia menuntut ilmu didalamnya, maka Allah akan memudahkan karenanya, jalan diantara jalan-jalan surga baginya. (Muslim)

Seperti halnya Jihad, dakwah juga bersifat defensif maupun ofensif. Defensif jika bertujuan melindungi diri dari kesesatan dan kemunkaran yang merajalela diantara kaum muslimin. Ofensif jika bertujuan untuk menyebarkan ajaran-ajaran Islam kepada orang-orang kafir atau orang orang awam yang belum mengerti perkara agamanya.

Untuk orang yang memang berniat mengambil jalan Dakwah, maka menuntut ilmu jelas merupakan suatu keharusan. Akan tetapi tidaklah dengan begitu Dakwah menjadi milik orang berilmu saja. Setiap orang hendaknya berdakwah sesuai dengan kadar yang dikuasainya, dalam hal ini Rasul Saw bersabda;

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

3-Membantu dan mendukung orang yang berjihad dan berdakwah

Allah berfirman;

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Tolong menolonglah atas kebaikan dan taqwa dan jangan tolong menolong atas dosa dan permusuhan. (QS Al Maidah: 2)

عَنْ زَيْدُ بْنُ خَالِدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا وَمَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا

Dari Zaid bin Khalid radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang mempersiapkan (bekal) orang yang berperang di jalan Allah berarti dia telah berperang (mendapat pahala berperang). Dan barang siapa yang menjaga (menanggung urusan rumah) orang yang berperang di jalan Allah dengan baik berarti dia telah berperang”. (Bukhari)

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ الصَّدَقَاتِ ظِلُّ فُسْطَاطٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَنِيحَةُ خَادِمٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ طَرُوقَةُ فَحْلٍ فِي سَبِيلِ الله

Dari Abu Umamah ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sedekah yang paling utama adalah mendirikan kemah di jalan Allah, memperbantukan seorang budak di jalan Allah dan memberikan unta di jalan Allah.” (Tirmidzi)

عَنْ خُرَيْمِ بْنِ فَاتِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَنْفَقَ نَفَقَةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ كُتِبَتْ لَهُ بِسَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ

“Barangsiapa berinfak di jalan Allah maka akan dituliskan untuknya tujuh ratus lipat kebaikan.” (Tirmidzi)

Sebagian contoh membantu Jihad atau Dakwah

Berinfaq. Misalnya menyumbangkan Uang, atau makanan, senjata bagi mujahid, kitab kitab bagi Ulama pendakwah maupun penuntut ilmu, tempat tinggal dan berlindung, memberikan wakaf untuk pondok maupun sekolah [4], mencukupi kebutuhan-kebutuhan mereka, dll.
Memberikan Informasi-Informasi penting bagi Mujahidin. Sebaliknya, senantiasi melindungi Mujahidin, misalnya dengan tidak membocorkan informasi keberadaan mereka kepada musuh. Membantu menyebarkan pesan-pesan yang mereka sampaikan, seperti pesan tentang keadaan sebenarnya yang terjadi di medan Jihad, sangkalan Mujahidin tentang kebohongan-kebohongan yang diteriakkan media-media kafir, menyampaikan kepada kaum Muslimin apa-apa yang disampaikan oleh para Da’i baik melalui lisan maupun tulisan. Memboikot produk-produk yang mendukung gerakan-gerakan yang melawan dan merusak Islam, seperti gerakan zionis, liberal, sekuler, pluralisme, komunisme, kristenisasi, syiah, dsb. Dengan diboikotnya produk-produk macam ini, maka akan meringankan para Mujahidin dan para Da’i karena tersendatnya aliran dana mereka. Senantiasa mendoakan mereka.

Janji Kemenangan dan Syarat-syaratnya

Allah akan memberikan kemenangan untuk kaum mukmin yang mau menolong agamaNya;

إِنْ تَنْصُرُوا اللهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Jika kalian menolong (agama) Allah, maka Allah akan menolong kalian dan mengokohkan kedudukan kalian. [Muhammad : 7]

إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ

“Sesungguhnya Kami benar-benar akan menolong para rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan di dunia dan pada hari para saksi berdiri untuk memberikan kesaksian (hari kiamat).” (QS. Ghafir (40): 51)

Akan tetapi, tentunya tidak dengan harga murah. Ingatlah bagaimana Allah mencabut kemenangan yang sudah dihadapan mata pada perang Uhud;

وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللَّهُ وَعْدَهُ إِذْ تَحُسُّونَهُمْ بِإِذْنِهِ حَتَّى إِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ وَعَصَيْتُمْ مِنْ بَعْدِ مَا أَرَاكُمْ مَا تُحِبُّونَ مِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الدُّنْيَا وَمِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الْآخِرَةَ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ وَلَقَدْ عَفَا عَنْكُمْ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada sa`at kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu, dan sesunguhnya Allah telah mema`afkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman. (Ali Imron 152)

Allah juga berfirman;

وَلا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ

Dan janganlah kalian berselisih sehingga menyebabkan kalian menjadi lemah dan hilang kekuatan kalian [An Anfal : 46]

Maka bersatu; menjauhi perselisihan dan menjauhi kemaksiatan adalah sebuah keharusan.

Begitu pula sabar dan tegar dalam menimpa cobaan merupakan keharusan dan merupakan syarat turunnya pertolongan,

بَلَى إِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا وَيَأْتُوكُمْ مِنْ فَوْرِهِمْ هَذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ آلَافٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُسَوِّمِينَ

Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda. (Ali Imron 125)

Jadi dapat disimpulkan bahwa syarat datangnya pertolongan Allah adalah bersatu, bertakwa dan bersabar. Dalam hal ini Sahabat Abu Dardak berkata;

أيها الناس عمل صالح قبل الغزو• إنما تقاتلون بأعمالكم

Wahai manusia kerjakanlah olehmu ‘amal sholih sebelum memasuki kancah peperangan, hanyasanya kamu sekalian bertempur dengan [berbekal] ‘amal-’amal kalian. (Bukhari)

Dari sini juga dapat diketahui bahwa perjuangan menegakkan agama Allah tidak bisa dilakukan orang-perorang tapi harus dilakukan dalam bingkai persatuan.

Ketika pasukan Muslimin hendak bertempur dengan pasukan Persi dalam perang Qadisiyyah, Sahabat Umar selaku Khalifah berpesan pada mereka;

“Amma ba’d. Maka aku perintahkan kepadamu dan orang-orang yang besertamu untuk selalu takwa kepada Allah dalam setiap keadaan. Karena, sesungguhnya takwa kepada Allah adalah sebaik-baik persiapan dalam menghadapi musuh dan paling hebatnya strategi dalam pertempuran.

Aku perintahkan kepadamu dan orang-orang yang bersamamu agar kalian menjadi orang yang lebih kuat dalam memelihara diri dari berbuat kemaksiatan dari musuh-musuh kalian. Karena, sesungguhnya dosa pasukan lebih ditakutkan atas mereka daripada musuh-musuh mereka dan sesungguhnya kaum muslimin meraih kemenangan tidak lain adalah karena kedurhakaan musuh-musuh mereka terhadap Allah. Kalaulah bukan karena kedurhakaan musuh-musuh itu, tidaklah kaum Muslimin memiliki kekuatan karena jumlah kita tidaklah seperti jumlah mereka (jumlah mereka lebih besar) dan kekuatan pasukan kita tidaklah seperti kekuatan pasukan mereka. Karenanya, jika kita seimbang dengan musuh dalam kedurhakaan dan maksiat kepada Allah, maka mereka memiliki kelebihan di atas kita dalam kekuatannya, dan bila kita tidak menang menghadapi mereka dengan “keutamaan” kita, maka tidak mungkin kita akan mengalahkan mereka dengan kekuatan kita.

Ketahuilah bahwa kalian memiliki pengawas-pengawas (para malaikat) dari Allah. Mereka mengetahui setiap gerak-gerik kalian karenanya malulah kalian terhadap mereka. Janganlah kalian mengatakan, “Sesungguhnya musuh kita lebih buruk dari kita sehingga tidak mungkin mereka menang atas kita meskipun kita berbuat keburukan.” Karena, berapa banyak kaum-kaum yang dikalahkan oleh orang-orang yang lebih buruk dari mereka. Sebagaimana orang-orang kafir Majusi telah mengalahkan Bani Israil setelah mereka melakukan perbuatan maksiat. Mintalah pertolongan kepada Allah bagi diri kalian sebagaimana kalian meminta kemenangan dari musuh-musuh kalian. Dan aku pun meminta hal itu kepada Allah bagi kami dan bagi kalian.”

Inilah mengapa kaum muslim dahulu bisa mengalahkan kaum kafir Romawi maupun Farsi dengan jumlah personil yang sedikit dan persenjataan yang kurang. Hal yang sama berlaku ketika Taliban berhasil menjadikan Amerika bulan-bulanan, dan kita lihat mereka sekarang bergegas lari dari bumi Afganistan. Allahu Akbar!

Menyikapi kekalahaan

Ketika syarat-syarat datangnya kemenangan tidak terpenuhi, maka datanglah kekalahan. Yang demikian jelas terlihat dalam perang Uhud. Kekalahan ini harus disikapi dengan sabar karena ia laksana api yang digunakan untuk memisahkan emas dan logam biasa. Sehingga tampaklah mana yang benar dan sungguh imannya dan tidak.

وَمَا أَصَابَكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ فَبِإِذْنِ اللَّهِ وَلِيَعْلَمَ الْمُؤْمِنِينَ وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ نَافَقُوا

Dan apa yang menimpa kamu pada hari bertemunya dua pasukan (perang Uhud), maka (kekalahan) itu adalah dengan izin (takdir) Allah, dan agar Allah mengetahui siapa orang-orang yang beriman. Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. (Ali Imron 166-167)

إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada` . Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim,

وَلِيُمَحِّصَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَيَمْحَقَ الْكَافِرِينَ

Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir. (Ali Imron 141-142)

Bahkan telah datang banyak ayat yang bertujuan menyemangati dan menghibur agar tidak timbul rasa lemah dalam berjuang, diantaranya;

وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (Ali imron 146)

Dan karena mereka menyadari bahwa bencana-bencana yang mereka temui adalah kerena dosa-dosa mereka sendiri, maka Allah kemudian mengisahkan bahwa mereka berdoa;

وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Tidak ada do`a mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (Ali Imron 147)

Inilah yang hendaknya dilakukan ketika tertimpa sejenak kekalahan.

Dan cukuplah dalam kisah-kisah para Rasul dan pengikutnya sebagai taudalan dalam Jihad maupun Dakwah.

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَى مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّى أَتَاهُمْ نَصْرُنَا وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ وَلَقَدْ جَاءَكَ مِنْ نَبَإِ الْمُرْسَلِينَ

Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu. (Al-An’am134)

Lihatlah keberanian dan keteguhan Habib An-Najjar. Ia hanyalah orang biasa, bahkan terkucil dari kaumnya, tinggal dipelosok karena penyakit lepra kronis yang menjangkitinya, akan tetapi ia banyak bersedekah, ia bahkan bersedekah dengan setengah hasil kerjanya, dan ia merupakan orang yang teguh pandangannya. Ketika penduduk desa hendak membunuh Rasul-Rasul yang diutus pada mereka, Ia segera bergegas menolong mereka.[5] Allah berfirman mengenai keteguhannya di jalan Dakwah;

وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَى قَالَ يَاقَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ

Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: “Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu”.

اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ

Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

وَمَا لِيَ لَا أَعْبُدُ الَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan?

ءَأَتَّخِذُ مِنْ دُونِهِ ءَالِهَةً إِنْ يُرِدْنِ الرَّحْمَنُ بِضُرٍّ لَا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلَا يُنْقِذُونِ

Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain Nya jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?

إِنِّي إِذًا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.

إِنِّي ءَامَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ

Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku. (Yasin 20-25)

Ketika ia selesai mengucapkan kata-katanya, penduduk desa melemparinya dengan batu sedang ia berkata;

اللهم اهد قومي، فإنهم لا يعلمون

“Ya Allah berilah petunjuk pada kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui”

Tapi mereka tidak henti-hentinya melemparinya sehingga mereka membunuhnya sedang ia tetap mengucap kata-kata itu.[6]

Ketika itulah ia dipersilahkan masuk ke surga, ia memperoleh ampunan dan kemuliaan dari Allah atas kesyahidannya;

قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ قَالَ يَالَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَ

Dikatakan (kepadanya): “Masuklah ke syurga” . Ia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui tentang ampunan Allah kepadaku dan dijadikannya aku termasuk orang-orang yang dimuliakan”. (Yasin 28-29)

Penutup

Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan Jihad di jalan Allah adalah dua perkara yang menyangga agama Islam. Jihad melindungi dari kerusakan dari luar (orang kafir) sedang Amar Ma’ruf Nahi Munkar melindungi kerusakan Islam dari dalam. Jika tidak ada orang-orang yang mau berjihad dan berdakwah, maka pastilah Islam sudah musnah sejak dari dulu. Dijaman sekarang dimana Islam diserang dari segala penjuru, baik berupa serangan fisik maupun serangan pemikiran, kebutuhan akan orang-orang yang mau menolong agamaNya sangatlah mendesak.

Maka dari itu jadilah kalian para penolong agama Allah, adakalanya kemenangan atau Syahadah, dan masing-masing Allah janjikan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Dan jangan jadi orang egois yang hanya peduli pada diri sendiri, pada keluarga, pada harta dan usaha yang ia miliki, tanpa peduli pada nasip Islam dan apa yang menimpa kaum Muslimin. Tidakkah kalian takut terhadap firmanNya;

قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak,saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggalyang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya,maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (At-Taubah 24)

Tidak ragu lagi bahwa yang demikian merupakan sifat kaum munafikin, maadzaAllah… jika sampai mati dalam keadaan menetapi cabang-cabang kemunafikan!!

Sekian, HadaanaAllah Wa Iyyakum, Wallahu A’lam.

================================== 

[1] Tanbihul-Ghafilin.

[2] The Secret Jihad of Moro, Abu Ibrahim Muhammad.

[3] Yang perlu diwaspadai adalah bahwasanya Facebook milik orang yahudi. Telah banyak bukti dukungan Facebook terhadap Israel. Akan tetapi mengingat banyaknya obyek dakwah di dalamnya, maka menghindarinya juga bukan suatu hal bijak. Jadi sebisa mungkin gunakanlah Facebook justru untuk merugikan yahudi, salah satunya adalah dengan menggunakannya untuk berdakwah.

[4] Tentunya hanya untuk pondok-pondok dan sekolah yang jelas berhaluan Ahlus-Sunnah Wal-Jamaah, bukan pondok yang sudah tertular penyakit SEPILIS.

[5] Lihat Tafsir Ibnu Kastir.

[6] Tafsir Ibnu Katsir.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
Thursday, March 22, 2012

Tuesday, January 10, 2012

Hal-Hal Yang Mungkin Sampeyan Alami Di Bumi Jihad (2)

Ya Ibad ~ Hidup bersama para pahlawan islam di Jazirah Arab telah membawaku pada banyak sisi nyata tentang bagaimana perang gerilya dilaksanakan oleh mujahidin. Sebelum aku memulai perjalanan untuk bergabung dengan mereka, aku senantiasa berada dalam bayangan kesan bahwa mujahidin pasti selalu ada dalam keadaan berperang, baik langsung ataupun tidak langsung. Kenyataannya tidaklah selalu demikian. Kini aku telah menyadari, hidup bersama mujahidin akan mentransformasi ulang gaya hidup seseorang dan kebiasaannya kepada satu keadaan yang lebih dekat untuk meraih ridho Alloh. Dalam serial tulisan ini, aku telah membuat serangkaian catatan, yang aka aku bagikan kepada kalian semua. Ini adalah seri kedua.

Mengapa tidak berjihad di Barat?


Jika sampeyan berasal dari Barat (Amerika atau Eropa), sampeyan mungkin akan ditanya oleh mujahidin mengapa sampeyan tidak melaksanakan jihad di negeri mu sendiri? Jika sampeyan berkata kepada mereka, “Aku datang ke sini untuk menolong mujahidin.”, banyak diantara mereka akan berkata kepadamu bahwa menyerang Barat di halaman rumahnya adalah salah satu cara terbaik untuk menolong jihad. Tetapi tetap, mereka senang dan menyambutmu dengan gembira atas bergabungnya sampeyan ke dalam barisan mereka. Mereka juga pasti tidak akan memaksamu untuk pulang ke negerimu, tapi mereka akan membiarkanmu mempertimbangkannya sendiri, mungkin sampeyan kemudian memutuskan menyerang musuh di negerimu.

Posisikan dirimu mengikuti jejak kepemimpinan untuk beberapa saat (mengikuti pelatihan di kamp militer mujahidin, atau tetap tinggal di negerimu tetapi mengikuti dengan patuh arahan mereka, pent). Mereka akan menyiapkan seseorang yang tidak di cium / di endus oleh aparat intelijen dan mereka menggunakannya untuk perjuangan islam lebih lanjut. Orang itu adalah sampeyan! Aku sangat merekomendasikan kepada segenap ikhwan dan akhwat yang datang dari Barat untuk mempertimbangkan melaksanakan amal jihad di negerimu. Pengaruh yang ditimbulkan sangat besar, diantaranya akan mempermalukan musuh. Dan jenis amal jihadmu ini sangat sulit untuk diantisipasi oleh musuh.

Biasakan memanfaatkan waktu luang dengan ibadah, kokohkan jiwamu dengan ibadah

Basis mujahidin berbeda dari tempat ke tempat. Beberapa aturan yang hampir ditemui di semua basis biasanya adalah tidak boleh (sembarangan) bepergian ke luar basis, berbicara seperlunya dengan suara pelan, tidak boleh menembakkan senjatamu, tidak boleh menggunakan telepon seluler. Ada juga basis yang melarang penggunaan peralatan elektronik.

Ketika tinggal di basis, manfaatkan waktumu sebaik-baiknya. Hari akan terasa berjalan sangat lambat sekali. Jika kamu bisa cepat menguasai bahasa lokal, berusahalan mengambil manfaat dengan bertemu sesama mujahidin. Jika kamu sedang tidak diberi tugas / perintah, manfaatkan kesempatan terbaik dengan menghafal al-Qur’an serta memperbanyak ibadah (sunnah). Biasakan membaca buku, karena mereka adalah sahabat terbaik di waktu senggang, mereka tidak akan pernah mengganggumu, mereka bisa kamu manfaatkan kapan saja kamu butuhkan, mereka juga akan memperluas pemahamanmu dalam bidang apa saja.

Ada banyak hal lain yang dapat dilakukan diwaktu luang, diantaranya : berteman dan melayani saudaramu, memperbanyak sholat (sunnah), memperbanyak doa, berlatih / berolahraga, mempelajari manual militer, berlatih beladiri, mempelajari berbagai taktik dan strategi militer, meneliti obat dan teknik pengobatan, menonton film dokumenter, belajar memasak atau membersihkan tempat.

Kelak sampeyan akan mulai menyadari, betapa berharganya waktu luang manakala kamu kehilangannya. Maka ambillah banyak keuntungan dari waktu luang yang ada, dan pergunakan waktumu dengan bijaksana.

Sebagai tambahan, tidak mengalami pertempuran dalam waktu yang lama adalah hal yang sering kami alami. Di Iraq, ada sekelompok mujahidin yang diperintahkan untuk menempati satu pos. Mereka tinggal dalam satu rumah selama tiga bulan penuh dan menyaksikan tidak ada peperangan yang mereka hadapi, padahal tidak jauh dari mereka, pertempuran hebat berkecamuk hampir setiap hari....!

Ada juga seorang ikhwah dari Afghanistan yang bercerita padaku bahwa ia tinggal disana selama setahun dan mengalami perang hanya satu kali. Ini bukan lah hal yang aneh, bahkan ini adalah hal yang lumrah dan biasa.

Di Bumi Jihad, kamu harus menyiapkan diri untuk menempa kesabaran. Waktu rehat di bumi jihad adalah berkah dari Alloh dan bukan hal yang buruk. Justru ini memberimu kesempatan untuk memperbanyak amal sholeh, memperluas pengerahuan, dan meluruskan hati serta niat.

Hidup di Alam terbuka

Hidup dialam terbuka bisa jadi adalah bentuk paling sulit dari hidup di basis. Di beberapa basis, keadaan tidak terlalu buruk karena mujahidin dapat mendirikan tenda, dan bisa jadi beberapa fasilitas pokok masih tersedia. Kadangkala kita menghadapi seluruh fasilitas pokok ini tidak tersedia, maka kamu harus siap tidur diatas pasir, batu, rumput atau semak. Bahkan kadang terjadi tidak tersedia selimut atau kantung tidur (sleeping bag).

Untuk mengantisipasi cuaca, sampeyan harus mempelajari mengenai iklim dari negeri / medan jihad-mu sebelum sampeyan tiba disana. Sampeyan sebaiknya mengetahui tabiat cuaca baik siang ataupun malam, khususnya untuk daerah padang pasir, wilayah pegunungan, atau hutan, sehingga sampeyan dapat mempersiapkan diri. Tak kalah penting, jenis dan model cuaca juga menentukan jenis sepatu apa yang sebaiknya sampeyan siapkan.

Jika memungkinkan, sampeyan harus membuka sepatu setiap hari, dan membersihkannya, untuk menghindari masalah kaki. Salah seorang temanku yang pernah bertempur di Tora Bora bercerita, ada seorang mujahid yang membuka sepatunya setiap tiga hari sekali, tetapi ia tidak membersihkan atau mencuci sepatunya dengan baik. Setelah beberapa waktu, ia mengalami suatu penyakit aneh yang menyerang kakinya, hingga akhirnya ia tidak dapat berjalan. Rawatlah kakimu dengan baik, cuci dan bersihkan kaki serta alas kaki dengan baik. Sebagai pejuang gerilya, kamu akan sangat bergantung pada kakimu.

Ini adalah rahasia


Salah satu pilar jihad kontemporer adalah kerahasiaan. Jika setiap anggota tidak melaksanakannya diantara mereka, maka gerakan (mujahidin) akan hancur. Yang dimaksud dengan kerahasiaan adalah menyembunyikan dari setiap orang berbagai hal mengenai informasi pribadimu kecuali beberapa detil yang diperbolehkan oleh amir/komandan.

Jika seorang mujahid tertangkap lalu diinterogasi dengan siksaan, bisa jadi ia akan mengungkapkan detil tentang teman-temannya yang lain. Ini tentu akan membawa konsekuensi bagi teman-teman yang lain. Maka sebagai contoh, jika aku orang Inggris tapi keturunan India, aku akan katakan pada temanku bahwa aku orang Bangladesh. Atau jika kamu berkata padanya, “amniyah / rahasia”, maka mereka akan mengerti dan tidak akan bertanya lagi hal tersebut kepadamu. Tetapi kemudian bukan berarti hal ini menjadikanmu seperti robot dan membuatmu menghindari menjalin kontak dengan saudara-saudaramu ketika mereka berbicara denganmu. Yang harus kamu lakukan adalah bersikap hati-hati ketika berbicara atau menanggapi pertanyaan.

(Mukhtar Hassan)

Baca Juga : 

Hal-Hal Yang Mungkin Sampeyan Alami Di Bumi Jihad (1)

Beberapa Model (Mazhab) Strategi Jihad


Dari Israel, Swiss, Hingga Afghanistan


NOTE : Konten blog ini diluar dari tanggung jawab dari Yayasan Al Mukhlasin 'Ibadurrohman. 

Kunjungi pula : 
1. Ya Ibad Internasional 
2. Facebook Guru Besar Ya Ibad 
3. Ya Ibad di Google Plus
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
Tuesday, January 10, 2012

Monday, January 9, 2012

Beberapa Model (Mazhab) Strategi Jihad

Ya Ibad ~ Kuliah Jihadi, Oleh Syaikh Abu Mush’ab As Suri (Umar Abdul Hakim), Fakkallohu ‘asroh (semoga Alloh membebaskannya)

Mengenai metode kami, teori militer kami dilahirkan dari berbagai pelajaran yang didapat melalui pengalaman dalam kancah jihad, serta setelah bertahan dan hidup secara langsung di parit-parit perjuangan melalui berbagai dinamika dan fase. Dari pengalaman nyata inilah aku merumuskan teori praktis, sebagaimana telah aku jelaskan.

Teori seperti ini hanya dapat dirumuskan oleh mereka yang terlibat secara aktif dalam kancah jihad, bersama perkenan Allah Subhanahu wa ta’ala. Teori ini ditulis langsung di medan perang. Berbagai detail dari ide yang dirumuskan ini merupakan rangkuman yang didapat lewat pengalaman nyata di lapangan, dan juga hasil perenungan para Mujahidin ketika mereka rehat sejenak di medan perang. Kami memohon kepada Allah agar menjadikan kami bagian dari mereka.

Aku fokuskan perhatian pada satu hal penting ini, yaitu:

Hampir semua penjelasan yang aku tuliskan di sini adalah ijtihad militer organisasional yang spesifik, berdasarkan pengalaman pribadi, penelitian dan perbandingan, diskusi dan bertukar pikiran dengan segenap pimpinan Jihad dan kader-kadernya. (Jadi) hampir semua hal yang aku tuliskan ini bukanlah doktrin (dogmatis) atau sebuah hukum pasti yang mesti disikapi seperti menyikapi halal dan haram. Tetapi, ia lebih sebagai buah pemikiran dan pertimbangan pribadi yang diambil dari pengalaman, pendapat, peperangan, dan strategi. (maksudnya, butir-butir yang dituangkan dalam Da’wah Muqowwamah adalah ‘petunjuk strategi perjuangan dan manhaj yang bersifat dinamis, sehingga bisa disikapi secara kritis. Pent)

Pada musim panas 1991, aku telah mulai menyemai benih dari pemikiran aku, ketika tanda peringatan (operasi) Badai Gurun dan deru anginnya menerpa kami di Afghanistan. Kemudian, aku mengembangkan lebih lanjut bersama berbagai tribulasi dan goncangan yang melanda pengalaman jihadi terbaru di Aljazair. Kemudian disempurnakan dan semakin matang hingga membentuk nyata dalam pemikiran aku di kamp-kamp militer dan ketika menyertai pertempuran garis depan bersama para pejuang Imaroh Islam (Taliban. Pent).

Aku mencoba menerapkan pemikiran strategis ini bersama Imaroh Islam. Kemudian datang (peristiwa) September, dan aku dapat mencurahkan secara total perhatian aku untuk merumuskan ide ini ke dalam versi final, setelah berbagai tuduhan, penganiayaan, serta pengejaran mengancam kami hingga hampir kami dipenjara atau terkena tahanan rumah. Tetapi keuntungannya, dalam masa-masa itu aku dapat mencurahkan lebih dalam segala upaya untuk melanjutkan projek ini, berpikir, merevisi, dan menulis ulang.

Tiga tahun berlalu semenjak Imaroh Islam jatuh (akibat penyerbuan balatentara salib Amerika pasca 9/11. Pent), dan berbagai peristiwa historis terjadi yang mengubah wajah peradaban serta perjalanan sejarah. Kampanye (perang melawan teror/ WOT: War on Terror) Amerika dimulai, dengan metode dan pendekatan militer yang baru, dan serangan massif berskala penuh dilancarkan ke seluruh penjuru dunia. Kesemua hal itu membuat aku semakin yakin tentang kebenaran (empiris) atas ide ini – Allahu’alam. Aku merasa mantap dengannya, dan perasaan ini menolong aku untuk mengembangkan lebih sempurna ide ini, menyesuaikannya, sehingga ia sejalan dengan kenyataan yang baru. Perimbangan kekuatan antara musuh dengan kami telah berubah total. Bandul timbangan kekuatan (awalnya) condong kepada keinginan mereka, kemudian menjadi runtuh.

Demikian, antara kami dengan mereka tidak ada lagi perimbangan kekuatan material atau militer. Sungguh tak dapat diperbandingkan… (apalagi) jika kita memutuskan untuk berkonfrontasi langsung (menghadapi mereka), kendati kita memahaminya sebagai faridlah (kewajiban-kewajiban agama) – dan memang itu benar. Aku memandang, ide seperti ini (strategi konfrontasi), di mana aku akan jelaskan lebih lanjut pada bagian ini, insya Allah, hanya akan berjalan, berdasarkan perspektif prakondisi teori konfrontasi total. Aku memohon kepadaNya agar melimpahkan kemenangan, karunia, taufik petunjuk, keberkahan. Semoga Allah Yang Maha Pemurah mengabulkan doa aku. Sungguh Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan.

Ulasan Mengenai Berbagai Strategi dan Metode Jihad (1963 – 2001)

Sebagaimana telah aku jelaskan secara detil pada bab keenam dan ketujuh kitab jilid 1, pengalaman jihadi dimulai pada awal era 1960an, dan terus berlangsung hingga September 2001, ketika (tata) dunia baru dimulai…

Para pengamat dari berbagai pengalaman jihadi ini dapat mengelompokkan pendekatan strategi jihadi dan metode konfrontasi yang digunakan, dalam tiga mazhab jihad. Setiap pengalaman jihadi yang terjadi pada rentang waktu tersebut (1960 -2001) dapat dikelompokkan ke dalam salah satu dari tiga mazhab jihad tersebut. Rinciannya sebagai berikut:

1.    Mazhab Organisasi Militer Rahasia (regional-rahasia-hierarkis)
2.    Mazhab Front Terbuka dan Konfrontasi Terang-terangan
3.    Mazhab Jihad Individual dan Sel Kecil Irhab

A. Mazhab Organisasi Militer Rahasia (regional-rahasia-hierarkis)

Ini adalah jenis pendekatan dan pengalaman jihad yang telah aku ceritakan sebelumnya. Mereka mengadopsi ideologi jihadi dan melaksanakannya melalui tanzhim/organisasi yang beroperasi pada satu basis teritorial/regional tertentu, melalui sistem rahasia dan jaringan hierarkis (sel terstruktur). Tujuan utama adalah untuk menggulingkan pemerintahan dan sistem yang ada, kemudian menerapkan sistem islami melalui jihad bersenjata.

Ringkasan hasil:

Kegagalan militer; kalah di medan perang
Kegagalan amniyah (keamanan); tersingkap dan bubarnya organisasi rahasia
Kegagalan da’wah; tidak mampu memobilisasi umat mayoritas untuk mendukung jihad.
Kegagalan tarbiyah (pembinaan); pembinaan tidak dapat berjalan baik karena kerahasiaan
Kegagalan siyasi (politik); tujuan yang ditetapkan tidak tercapai
Simpulan hasil: kegagalan total di seluruh level.

B. Mazhab Front Terbuka dan Konfrontasi Terang-terangan

Ini adalah corak pendekatan jihad di arena atau medan konfrontasi terbuka. Yang paling masyur adalah Afghanistan, Bosnia, dan Chechnya. Metode yang digunakan adalah berkonfrontasi (dengan musuh) dari basis permanen, dan taktik gerilya semi-reguler.

Ringkasan hasil :
·    Dari segi militer mendapatkan sukses secara umum
·    Sukses dari segi keamanan, dengan membatasi fungsi intelijen
·    Sukses dari segi da’wah, mampu memobilisasi umat Islam untuk mendukung isu jihad
·    Sukses pada beberapa segi pembinaan, dapat mengorganisir kamp militer dan melakukan pembinaan langsung di medan perang
·    Kegagalan politik, kecuali dalam kasus Afghanistan yang berhasil mendirikan daulah islam
Simpulan hasil: secara umum sukses, dan untuk Afghanistan sukses total.

C. Mazhab Jihad Individual dan Sel Kecil Irhaby

Ini adalah jenis strategi yang mengandalkan operasi satu – satu yang dilaksanakan oleh individu atau kelompok-kelompok kecil. Beberapa contoh dari model strategi ini:
·    Sayyid Nushair Al Mishri yang berhasil membunuh Rabi Meir
·    Kahane, pimpinan gerakan zionis radikal Kahane Chai di Amerika
·    Ramzi Yusuf al Balukhi, dengan percobaan pertama menghancurkan WTC di New York
·    Al Daqamsa, seorang Yordania yang membunuh wanita zionis di perbatasan Jordan – Israel
·    Sulaiman Al Katsir Al Mishri, yang membunuh tentara perbatasan Israel
·    Berbagai operasi jihadi selama Perang Teluk
·    Dll
Ringkasan hasil:
·    Sukses militer: menimpakan goncangan kepada musuh dan menteror mereka
·    Sukses keamanan: karena ini jenis operasi yang jika gagal tidak akan berpengaruh terhadap pembentukan sel atau individu jihadi yang baru
·    Sukses da’wah: dapat memobilisasi Umat
·    Kegagalan pembinaan: tidak adanya program pembinaan
·    Kegagalan politik: tidak adanya program atau strategi yang mengarahkannya menjadi fenomena untuk meraih tujuan yang lebih besar
Simpulan hasil: sukses dalam memukul musuh dan membangkitkan umat Islam

Mari kita mendiskusikan tiga mazhab jihadi ini, dalam rangka mencari pendekatan yang lebih baik dan efektif untuk kita terapkan dalam perlawanan Islam di masa sekarang.
Sebagaimana telah aku ringkaskan di atas, jenis pendekatan jihadi yang pertama mengalami kegagalan total di semua levelnya. Aku tidak bermaksud menyampaikan ini sebagai kritik dari luar. Bahkan, aku pernah terlibat di dalamnya (dalam salah satu tanzhim jihadi) sebagai pimpinan, agitator, maupun perancang strategi organisasi. Aku memohon kepada Allah agar menerima seluruh amal kami.

Tetapi aku melihat kepada semua metode ini sebagai sebuah sarana, bukan sebuah ‘berhala’. Karena itu kita hendaknya dapat kritis menelaahnya untuk menemukan metode terbaik yang akan membawa kesuksesan kepada kita, dan meninggalkan metode yang telah ‘usang’ ditelan jaman. Jika tidak, maka kita juga bisa ditelan jaman.

Hal ini benar. Aku tadi telah menyebutkan peristiwa September sebagai tonggak pemisah yang menandakan berakhirnya era strategi jihad dengan pendekatan organisasi rahasia – khususnya di wilayah arab. Berbagai respon (setelah peristiwa September) telah menghancurkan secara kolektif berbagai tanzhim jihadi yang tersisa, meninggalkan para prajuritnya terbunuh, atau tertangkap. Tetapi ini bukanlah alasan utama ‘dihapuskannya’ mazhab jihadi ini. Pada prakteknya, mazhab ini telah ‘lenyap’ sejak sepuluh tahun sebelumnya, yaitu pada saat dimulainya Tata Dunia Baru pada 1990.

Selama dekade terakhir di abad 20, program perang melawan terorisme telah mampu membubarkan berbagai organisasi jihadi rahasia, mengalahkan mereka secara militer, mengisolasi mereka dari masyarakat pendukung dan simpatisan, mencederai citra mereka, mengeringkan dari sumber finansial dan sumber daya lainnya, membuat segenap elemennya menjadi pengungsi/pelarian (tidak punya rumah), menempatkan mereka dalam kondisi ketakutan konstan, kelaparan, kehilangan modal dan pendukung. Ini adalah realitas yang aku ketahui, sebagaimana para jihadis senior yang lain juga sama mengetahui seperti aku.

Secara bertahap, berbagai organisasi rahasia jihadi itu punah atau bubar, dan grup-grup kecil yang tersisa menjadi pengungsi di timur atau di barat, dikejar-kejar, bersama keluarga mereka, dan anak-anak mereka. Kaum pelarian karena agama dan aqidah, di sana sini diintai bahaya, keadaan ini tentu sulit membuat mereka menjadi produktif…

Rezim firaun Hasan II telah memusnahkan, bahkan sebelum tumbuh bertunas, usaha membentuk tanzhim jihadi ‘Organisasi Pemuda Maroko’ (tanzhim al shabibah al maghribiyah) di Maroko pada akhir 1960an. Hal yang sama juga berhasil dilakukan oleh rezim Khadli Bendjedid di Aljazair pada pertengahan 1970an, ketika mereka menghancurkan ‘Gerakan Negara Islam’ (harokat ad daulah al islamiyah) tanpa kesulitan berarti.

Dinas rahasia rezim zindiq Baats Nushairi di Syria berhasil menghancurkan ‘Pejuang Pelopor Ikhwanul Muslimin’ (at tali’ah al muqotilah lil ikhwanul muslimin)setelah bergulat menghadapi revolusi bersenjata selama satu dekade, sepuluh tahun sebelum ditetapkannya Tata Dunia Baru, duapuluh tahun sebelum September… dan mereka memusnahkannya secara total.
Rezim firaun Mesir yang jahat di bawah kepemimpinan Hosni Mubarak (semoga Allah tidak memberkatinya) mampu mengakhiri seluruh tanzhim jihadi di Mesir, satu persatu. Yang terakhir dari mereka adalah organisasi rahasia Jamaatul Jihad dan Jamaah Islamiyah, yang berhasil dihancurkan pada pertengahan 1990an. Dinas intelijen Mesir berhasil membubarkan organisasi mereka, dan hampir seluruh pimpinannya serta segenap pengikutnya ditangkap. Hal ini terjadi jauh beberapa tahun sebelum Peristiwa September.

Anda juga dapat melihat hal yang sama terjadi di Libya, di mana rezim Khadaffi berhasil mematahkan dua percobaan utama, pada pertengahan 1980an dan pada pertengahan 1990an.
Kejadian ini berulang ketika organisasi-organisasi jihadi di setiap negara arab dan islam terlibat pertarungan, bahkan saat menghadapi organisasi keamanan dan intelijen paling lemah di negara arab dan islam! Aku menekankan kembali hal (penting) ini, sebagaimana detil dari berbagai peristiwa telah aku jelaskan pada bab 6 – 7 di jilid pertama kitab ini. Kulminasi (puncak) dari penyapuan besar dan sukses luar biasa dinas keamanan rezim arab, adalah ketika membasmi percobaan jihadi di Aljazair pada masa antara 1991 dan 1997, meski kita juga harus mengakui adanya beberapa kondisi yang menguntungkan untuk meraih sukses dalam beberapa segi dari pengalaman jihadi ini. Kemudian, berbagai tanzhim jihadi rahasia menghilang denyutnya di Yaman dan Libanon menjelang akhir abad 20.

Dinas rahasia dan intelijen rezim regional di negeri-negeri kita telah mampu mematahkan berbagai percobaan jihadi, disebabkan adanya sistem koordinasi antar negara dan dalam lingkup regional arab. Dan hasilnya semakin terlihat manakala koordinasi itu dijalin dalam lingkup level internasional. Sebagaimana telah aku jelaskan secara rinci di atas, maka mari kita simpulkan beberapa analisis hasil dari metode jihadi kita:
Organisasi jihadi rahasia kita telah dikalahkan secara militer dalam seluruh konfrontasi. Ya bahwa kita memenangkan beberapa pertempuran, tetapi dalam skala perang kita kalah dalam seluruh pengalaman jihadi dan konfrontasi itu. (war – perang, adalah sekumpulan dari battles – pertempuran. Pent). Aku tidak akan berlama-lama mengargumentasikan hal ini secara keras kepala, karena realitas atau pengalaman empiris adalah bukti terbaik.

Organisasi jihadi rahasia kita telah dikalahkan dalam segi keamanan, sel-sel mereka dapat diungkap dan dibubarkan, dan berbagai usaha untuk membangunnya kembali dapat dipatahkan. Sistem keamanan musuh telah mencapai level di mana mereka mampu bahkan untuk mendeteksi setiap usaha membangun sel baru, dan melancarkan serangan telak untuk memusnahkannya, sebelum sel tersebut didirikan, atau pada tahap embrio.

Dalam berbagai pengalaman jihadi itu, kita gagal secara drastis untuk melancarkan agitasi jihad. Tanzhim-tanzhim jihadi tidak mampu untuk menjangkau ummat, atau setidaknya menjadi gerakan populer (yang mendapat simpati massa), kendati apa yang mereka perjuangkan adalah kebenaran. Jumlah pendukung mereka tidak mampu melampaui ratusan, bahkan belasan, di dalam level negara dengan jumlah penduduk muslim jutaan.

Berbagai tanzhim jihadi kita juga gagal dalam level pembinaan, persiapan, dan pelatihan anggota-anggota mereka dalam berkonfrontasi di medan ideologi, doktrin, program, keamanan, juga dalam domain politik dan militer… kecuali pada beberapa kasus terbatas. Hal ini terlihat nyata setelah konfrontasi dengan musuh dimulai, karena tidak ada satupun organisasi rahasia tersebut mampu untuk menyelesaikan program yang lengkap dalam rangka menyiapkan dan membangun struktur dan kader baru, lewat slogan ‘pembinaan melalui pengalaman langsung di medan pertempuran’ (al binaa min khilaal al ma’rakah), karena kerahasiaan dan kondisi keamanan mencegah mereka melakukan hal itu dengan baik. Dalam masa konfrontasi itu, segenap kader dan simpatisan yang telah terbentuk melalu proses panjang pembinaan ‘habis terpakai’ (terbunuh syahid atau tertangkap), sementara level pembinaan tidak mampu membangun basis kader baru. Hal ini terjadi pada hampir semua pengalaman jihadi itu.

Sebagai kesimpulan penutup, terkait berbagai kegagalan yang tadi telah dirinci, kegagalan total itu termanifestasi dengan kenyataan gagalnya berbagai percobaan jihadi tersebut untuk meraih tujuan-tujuan umum proyeknya.

Kini, berdasarkan ringkasan analisis yang telah disampaikan, mari kita fokuskan perhatian melakukan analisa perbandingan terhadap metode-metode jihadi tersebut, jika kita tempatkan pada kondisi dan situasi nyata saat kini, setelah berdirinya Tata Dunia Baru (The New World Order), khususnya setelah Peristiwa September, dan setelah kampanye massif perang melawan terorisme digencarkan di seluruh dunia.

Jika metode organisasi rahasia –hierarkis-regional mengalami kegagalan ketika berkonfrontasi menghadapi kekuatan rezim lokal pada beberapa dekade yang lewat, maka bayangkan bagaimana kita akan menderita kegagalan lebih besar lagi manakala berhadapan dengan jaringan dinas rahasia Tata Dunia Baru, dan kampanye massif perang melawan teror yang serentak dilakukan seluruh negara, dengan mengerahkan segenap sumber daya mereka yang terbaik; intelijen, militer, ideologi, politik, dan ekonomi?!... ini adalah kondisi yang tidak mungkin dipertahankan lebih jauh lagi. Bahkan, menurut aku, jika kita bersikukuh menggunakan metode ini dalam situasi masa kini, sama saja memaksakan upaya bunuh diri dan menjerumuskan usaha ke dalam jurang kegagalan. Menurut aku, jika kita memaksakan untuk menerapkan metode ini, sama saja kita berdosa karena ‘menipu’ (maksudnya menutupi kenyataan. Pent) terhadap para pemuda Islam awam yang bersemangat dan ingin mendedikasikan dirinya untuk berjihad. Kita bertanggung jawab atas kehancuran mereka karena memaksakan terjun menempuh jalan yang kita tahu telah terbukti (secara empiris) kegagalannya. Kita akan ditanya Allah atas setiap pengorbanan darah dari segenap generasi yang berharga ini.
Kesalahannya bukan pada metode tanzhim rahasia jihadi itu, atau pada berbagai organisasi jihad tersebut, tetapi lebih pada masalah kondisi dan keadaan yang telah berubah sejalan dengan waktu, dan berbagai premis (prakondisi syarat) yang melingkupi realitas lapangan yang kita hadapi saat ini setelah era 1990an, yang memaksa metode tersebut destruktif.

Selama beberapa kesempatan penyampaian kuliah di Afghanistan, aku memberi contoh sederhana untuk menjelaskan hal ini, dan aku akan mengulangi kembali di sini… Mari kita bayangkan bahwa kita memiliki mesin elektrik yang sangat hebat dan bagus, tetapi ia hanya dapat bekerja pada sistem listrik lama, 110 volts. Kemudian, sebagaimana terjadi di negeri-negeri kita, seluruh sistem listrik berganti menjadi 220 volts. Apa yang terjadi jika kita memaksakan untuk tetap menggunakan mesin elektrik itu? Mesin kita akan terbakar, atau korstletnya bahkan akan merambat menghantam sistem listrik di rumah kita, atau bahkan akan ikut membakar rumah kita berikut diri kita di dalamnya!! Sudah tentu kesalahan dan kelemahan tidak terletak pada mesin kita. Mesin kita sangat bagus dan sempurna, dan ia berjalan baik pada kondisi dan masanya. Tetapi situasi dan lingkungan yang melingkupinya telah membuat mesin kita ketinggalan jaman, sudah usang. Tempat paling tepat adalah di museum! Atau kita letakkan di sudut gudang, atau (kalau masih mau bernostalgia) bisa ditempatkan di lemari kaca pajangan barang antik di ruang tamu, sebagai monumen masa lalu. Anda begitu mencintainya, anda selalu mengenangnya, dan memang kenyataannya mesin itu adalah warisan dari orang tua anda. Tetapi hal-hal itu tidak dapat merubah kenyataan sekarang. Mesin hebat itu tidak dapat bekerja. Waktu telah berubah dan mesin itu harus pensiun. Inilah yang telah terjadi lewat Tata Dunia Baru terhadap metode ‘mesin’ tanzhim jihadi rahasia kita, model regional-hierarkis-rahasia yang termasyur itu.

Dan hasilnya, beberapa fenomena terjadi, yang aku ringkaskan sebagai berikut:

Pertempuran antara rezim pemerintah dengan tanzhim jihadi telah berlangsung selama 1960an, 1970an, dan 1980an, selama bertahun-tahun, hingga pihak pemerintah mampu menghancurkan tanzhim jihadi tersebut. Ini terjadi setelah pertempuran yang cukup lama dan menyebabkan kerugian besar di pihak rezim pemerintah. Jihad di Syria berlangsung sekitar 10 tahun konfrontasi (1973 – 1983), demikian juga di Mesir berlangsung dalam kurun waktu yang sama atau lebih lama sedikit. Tapi lihatlah Aljazair, meski memiliki berbagai premis yang mendukung dan kondisi yang sempurna untuk gerakan jihadi, ternyata percobaan jihad berhasil dipatahkan dalam empat tahun (1992 – 1995)! Sementara berbagai usaha jihadi yang berlangsung pada akhir 1990an dan pada awal abad 21 malah tidak dapat bertahan dalam hitungan hari! Di Libanon, tanzhim yang didirikan Abu Aisyah, rohimahullah, yang dibangun selama beberapa tahun, dihancurkan hanya dalam lima hari. Di Yaman, gerakan yang dipelopori Abul Hasan Al Mihdar, rohimahullah, tamat dalam tiga hari, dll… Kesemua ini mengindikasikan bahwa ‘mesin tua’ ini telah tidak sesuai lagi dengan perkembangan jaman, hanya akan menghancurkan dirinya sendiri dan pemiliknya jika tetap dipaksakan untuk dijalankan.

Berikut komentar selanjutnya:

Batas-batas regional dan internasional yang dahulu begitu mudah dijangkau dalam aktifitas berbagai tanzhim rahasia yang berskala regional bahkan internasional, bahkan berbagai organisasi non islami sekalipun, kemudian menjadi sempit dan tertutup sebagai akibat dari perintisan dibangunnya Tata Dunia Baru setelah 1990, dan terlebih khususnya setelah September 2001. Dahulu dunia terbagi dalam dua kutub; Timur dan Barat, sementara di dalam kutub Barat sendiri, banyak aliansi dan poros, persaingan dan perebutan kepentingan antar negara. Hal ini memberi keuntungan kepada kaum pergerakan dan aktifis ‘bawah tanah’. Jika gerakan mereka di satu negara terjepit, maka mereka dapat pergi ke negara lain yang menjadi ‘lawan politis’ dari negara tempat asal mereka. Jika mereka terdesak di satu regional yang menjadi anggota satu poros persekutuan, maka mereka dapat pergi ke regional lain yang menjadi poros lawan dari regional tempat mereka berasal. Dan di tempat baru, para aktifis serta tanzhim rahasia tersebut mendapat dukungan dan merasa aman. Mereka mampu membangun basis, tumbuh, dan menjadi makmur. Sebagai contoh, para pemberontak terhadap rezim Jamal Abdul Naser di Mesir yang (saat itu) bergabung dalam Blok Timur (Naser adalah salah satu tokoh sosialis arab – gerakan Baats), dapat pergi ke Arab Saudi meminta perlindungan Raja Faisal yang merupakan ‘proxy’ (bayangan) Blok Barat di region arab. Para penentang Saddam melancarkan operasi perlawanan dari Syria, sementara Ikhwanul Muslimin dan Tali’ah Muqotilahnya melakukan perlawanan terhadap Syria dari Iraq dan Jordan. Kaum Jihadi, Islamis, dan berbagai pembangkang politik dapat dengan bebas bepergian dari satu sudut bumi ke petak bumi yang lain, bertempat di berbagai negeri, mendapatkan perlindungan politik dan melancarkan operasi organisasinya melewati batas-batas negara…

Kini, setelah runtuhnya Russia, dan bangkitnya satu persekutuan sistem unipolar yang baru (Amerika), hampir semua negara, khususnya yang kecil dan lemah, terpaksa ikut dalam arus besar satu kutub dan menerapkan satu kebijakan seragam. Jika dahulu ada banyak kutub dan masing-masing negara bergabung dalam berbagai poros itu, maka kini pola hubungan geopolitik dan sosiopolitik seperti itu menjadi lebur/hilang. Maka berbagai kekuatan politik, negara, partai, organisasi, dll kehilangan kekuatan ‘pengikatnya’, dan terpaksa harus mengikuti tatanan politik dari rezim paling dominan di muka bumi. Semakin lemah suatu negara, atau organisasi, maka mereka harus menerima dampak paling besar dalam Tata Dunia Baru ini. Yang paling menderita adalah organisasi-organisasi perlawanan rahasia, karena mereka dipaksa untuk menghentikan aktivitasnya, melebur, menyerah, memohon pengampunan, atau berkompromi dengan rezim pemerintah yang menjadi musuhnya.

Atau pilihan yang lain: dimusnahkan. Satu pengalaman paling getir adalah yang menimpa Partai Pekerja (PKK) Kurdistan dan pemimpinnya, Abdullah Ocalan. Sebelumnya ini adalah organisasi dan partai oposisi militant paling kuat di dunia; memiliki setidaknya puluhan ribu pejuang yang tersebar di berbagai kamp militer dan front di Turki, Syria, belahan utara Iraq, dan Libanon… bahkan ia punya simpatisan fanatik di barat laut Iran. Ratusan ribu pendukung bangsa Kurdi di Eropa, khususnya Jerman, mensuplai PKK dengan sejumlah finansial yang stabil dari penghasilan bulanan mereka… jumlah yang sangat besar, hingga mencapai ratusan juta dollar setiap bulan. PKK bahkan memiliki chanel tv satelit sendiri! Sungguh ia adalah sebuah organisasi ‘empirium’ jika seandainya ia adalah tanzhim jihadi islami!

Ketika Tata Dunia Baru dipancangkan, Syria bergabung dengan poros Amerika dengan berbagai alasan, entah tamak atau takut. Maka Syria membumi hangus kamp-kamp militer PKK di Syria dan Libanon. Presiden PKK (Abdullah Ocalan) dipaksa untuk mengungsi ke berbagai negara, hingga akhirnya ia diculik dalam sebuah operasi gabungan yang melibatkan CIA, Mossad, dan intelijen Turki. Bahkan Yunani, negara musuh bebuyutan Turki, ikut membantu menangkap Ocalan dan mendeportasikannya ke Turki. Maka partai tersebut akhirnya bubar, dan basis-basisnya dihancurkan. Amerika mengeliminasi kamp yang tersisa di Iraq… sehingga mereka yang lolos, mendeklarasikan untuk ‘meletakkan senjata’ dan membentuk partai politik oposisi yang sesuai dengan standar demokrasi dan Tata Dunia Baru! Sementara pemimpinnya yang tengah dipenjara hanya dapat mengemis belas kasihan untuk meminta pengampunan agar tidak dijatuhi hukuman eksekusi mati…!

Contoh yang terakhir: Tentara Republik Irlandia (IRA – Irish Republican Army), merupakan contoh organisasi militant yang kuat, memiliki sejarah dan akar yang dalam lebih dari 100 tahun. IRA adalah organisasi yang sangat besar dan mashyur. Ia memiliki ikatan yang kuat dengan segenap komunitas Irlandia di Amerika, dan menerima support keuangan hingga miliar dollar dari mereka. IRA memiliki kamp pelatihan yang hebat di Amerika, berikut juga ia memiliki koneksi dan jaringan pendukung yang kuat di beberapa negara barat, juga dukungan negara arab seperti Aljazair dan Libya. Demikian juga beberapa organisasi kiri arab mendukungnya… Ketika Tata Dunia Baru dimulai, dan Britania (Inggris) Raya bergabung dalam aliansi inti poros Amerika, maka IRA didesak untuk menerima ‘opsi perjuangan damai’. Ia dipaksa melucuti senjatanya, membubarkan dirinya sendiri, dan cerita berakhir!

Ini beberapa contoh nyata yang telah berlalu sebelum kita, dan masih banyak lagi. Jika kita tidak mengambil peringatan dari seluruh pengalaman ini, maka jangan salahkan orang lain kecuali diri kita sendiri manakala 80% dari kekuatan kita disapu bersih lewat kampanye perang pasca 11 September, dalam waktu hanya dua tahun saja! Camkan dalam diri kita, hendaknya kita menyadari bahwa ‘mentalitas Tora Bora’ harus segera kita akhiri. (Pertempuran Tora Bora adalah salah satu episode pertempuran legendaris pada tahun 2002, ketika sekelompok kecil Mujahidin, jumlahnya kurang lebih 300 orang, mampu ‘bertahan’ di pegunungan Tora Bora, menghadapi gempuran massif balantentara Salib yang dipimpin Amerika. Memang, pertempuran Tora Bora membawa corak romantisme heroisme tersendiri bagi para pelaku sejarahnya, dan para pengamatnya. Pent)

Waktu dan kondisi telah berubah, dan kita mau tidak mau harus mendesain ulang metode konfrontasi yang sesuai dengan premis serta standard dari masa kini. Aku ulangi lagi… kelemahan utama bukanlah pada struktur atau pelaksanaan tanzhim jihadi atau pada kelemahan internal mereka. Kelemahan utama terletak pada perubahan fundamental dan revolusioner yang terjadi atas waktu kita dan premis yang melingkupinya, di mana perubahan ini telah membentuk perjalanan sejarah, masa kini, dan sudah tentu masa depan.
Bersambung… (insya Allah)

Dalam seri yang akan datang:

Syaikh As Suri akan menerangkan secara detil mengenai mazhab front terbuka dan konfrontasi terang-terangan sebelum peristiwa September. Beliau menulis, “Maka, bisa kita ringkaskan kesimpulan, dengan mengatakan bahwa pengalaman front terbuka bisa dikatakan merupakan metode konfrontasi yang lebih sukses, jika dibandingkan dengan metode tanzhim rahasia-hierarkis-regional…”
NOTE : Konten blog ini diluar dari tanggung jawab dari Yayasan Al Mukhlasin 'Ibadurrohman.

Kunjungi pula :
1. Ya Ibad Internasional
2. Facebook Guru Besar Ya Ibad
3. Ya Ibad di Google Plus
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
Monday, January 09, 2012
Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)
YA IBAD :

About Me

Unknown
View my complete profile

Entri Populer

  • Perang Salib Pertama dan Jatuhnya Yerusalem
    Ya Ibad ~ Ditandai oleh nafsu dunia mulai merasuk jiwa, membutakan hati dan menutup pintu bakti (taqwa), dan ummat mulai menyarungkan pe...
  • Berdakwah Tanpa Ilmu
    Ya Ibad ~ Da’wah harus didahului dengan ilmu, karena siapa yang berda’wah tanpa ilmu maka ia akan lebih banyak merusak daripada memperba...
  • Sholat Gerhana / Sholat Khusuf
    Ya Ibad ~ Sesuai dengan tuntunan Nabi SAW, umat Islam dianjurkan untuk melakukan shalat sunah gerhana. Selain itu, umat Islam dianjurkan...
  • Serangan Tartar dan Kehancuran Baghdad
    Ya Ibad ~ Baghdad, ibukota kekholifahan Dinasti Abbasiyah akhirnya runtuh ! Dg brutal pasukan Tartar menghancurkan semua sudut kota, me...
  • Memahami Makna Thaghut
    Bismillahirrohmanirrohiim.  Alhamdulillahirrrobbil 'alamiin.  Allohuma sholli 'ala muhammad wa 'ala aali muhammad. Ya ...
  • Tanda-Tanda Mati Syahid Menurut Al Qur'an dan Al Hadist
    Di dalam kitab Ahkamul Janaiz, syaikh Nashiruddin Al Albani, mengumpulkan Tanda-Tanda Mati Syahid dari Al Qur’an dan Sunah shahihah , bel...
  • PENGKHIANAT LICIK NAN CULAS di YA IBAD
    Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh. Setelah tahmid, tasbih, tahlil dan sholawat, ADA MUNAFIK, PENGKHIANAT LICIK NAN CULAS ...
  • Tauhid Menolak Sekularisme
    Jamaah Ya Ibad yang saya hormati, tetaplah zikrulloh dan husnuzhon (berprasangka baik) kepada Alloh. Salah satu Isme yang wajib dito...

Labels

  • Syariat
  • BukaMata
  • Tauhid
  • Mujahadah
  • Dakwah Wal Jihad
  • Hisbah
  • Thoghut
  • Tokoh
  • TazkiyatunNafs
  • Meluruskan
  • Sepilis
  • Sekulerisme
  • Konsultasi Spiritual
  • Liberalisme
  • Pluralisme
  • Download
  • Buku Tamu
  • Mukadimah
  • Muktamar Ya Ibad
  • Ya Ibad

Kirim Pertanyaan - Konsultasi

Name

Email *

Message *

Copyright 2013 Ya Ibad - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Published by Evo Templates