Ya Ibad

Blog Guru Besar Ya Ibad

  • Home
  • Mukadimah
Home » Tokoh
Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts

Tuesday, January 8, 2013

Mullah Muhammad Umar

 Ya Ibad ~

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُعَاوِيَةَ

بْنِ قُرَّةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي مَنْصُورِينَ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far berkata, telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Mu’awiyah bin Qurrah dari Bapaknya ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


“Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku mendapat pertolongan. Orang-orang yang menghinakannya tidak akan membahayakan mereka hingga terjadi hari kiamat.”




Sanad hadits:
  1. Muhammad bin Basyar bin Utsman Al Abdi Al Bashri Abu Bakar Bundaar, tsiqah 252H.
  2. Muhammad bin Ja’far Al Hudzali Al Bashri ghundar, tsiqah 193H.
  3. Syu’bah bin Hajjaaj bin Al Ward Abu Bistham Al Wasithi, tsiqah hafidz mutqin, sufyan Ats Tsauri menganggapnya sebagai amiirul mukminin dalam hadits, ia yang pertama kali memeriksa hadits di iraq dan membela sunnah, 160H.
  4. Mu’awiyah bin Qurrah bin Iyaas Abu Iyaas Al Bashri, tsiqah, 113H.
  5. Qurrah bin Iyaas bin Hilaal abu Mu’awiyah, shahabat mulia, 64H.

Derajat hadits:
Sanad hadits ini shahih, dan hadits ini dikeluarkan juga oleh Bukhari dan Muslim.
Fawaid hadits:
  1. Bahwa kebenaran itu tidak akan pernah sirna dan akan terus bersinar disetiap zaman dan generasi.
  2. Akan adanya sekelompok umat Muhammad yang senantiasa membela sunnahnya dan berpegang kepada kebenaran di setiap zaman, semoga kita termasuk dalam golongan mereka. Amiin
  3. Mereka adalah firqah naajiyah dan thaaifah manshurah yang selalu berpegang kepada jalan Rasulullah dan para shahabatnya.
  4. Imam Ahmad mengatakan bahwa mereka adalah ahlul hadits yang selalu berpegang kepada hadits dan menapaki jejak kakinya.
  5. Bahwa mereka akan terus berjalan dan menebar walaupun dicemoohkan oleh orang yang mencemooh dan dimusuhi oleh ahlul bida’
  6. Mereka akan senantiasa ditolong oleh Allah baik dengan kekuatan fisik maupun kekuatan hujjah dan keterangan.
  7. Mereka akan senantiasa ada sampai ditiupkan angin yang lembut yang mencabut nyawa setiap muslim sebelum ditiupnya sangkakala.
Dan sejarah terus berlanjut dengan hadirnya seorang pemberani dari tanah Kandahar yang begitu berani menentang kekuasan NATO yang begitu angkuh bak Firaun di jaman nabi Musa, dialah Mullah Muhammad Umar.

Pemuda Muhammad Umar mulai ikut berjihad pada tahun 1980 ketika tanah airnya diinvasi Uni soviet. Dibumi Afgan ini, sembilan tahun kedepan, bersama mujahidin dari Arab, dimana Muhammad Omar bersahabat dengan Usamah bin Ladin, akhirnya mampu mengusir Uni Soviet. Mujahidin perkasa ini tidak hanya terlibat dalam perang-perang kecil, tapi jauh lebih dari itu, perang besar yang menewaskan pasukan elit Soviet telah mereka lakukan, dan tak ayal kaum kuffar hengkang. Setelah berjihad perang usai tahun 1989, Muhammad Omar meneruskan belajarnya, dan dia menyatakan kembali, tetap, sebagai thaliban (murid/santri/mahasiswa).
Perginya Unisoviet pada akhir tahun 1989 bukan berarti tidak menyisakan masalah. Mujahidin yang awalnya bersatu melawan agresor, kemudian mulai berperang satu sama lain (civil war), dan perampokan, pemerkosaan, serta korupsi merajalela. Krisis keamanan, ketegangan, ketertiban, terus terjadi, dan dengan demikian gejala agama Islam sebagai agama mayoritas di Afgan seakan jauh ditinggalkan. Tahun 1989-1994 adalah masa chaos, brutal, dan out of law.

Melihat kenyataan ini, Muhammad Omar menginginkan perubahan, kembali ke dienul Islam. Dengan latar belakang bangsa yang keras, dan Islam yang sudah mengakar sejak jaman Khulafaur Rasyidin Omar bin Khattab, cukup mudah mengumpulkan beberapa pemuda yang mau merubah kekeliruan ini. Dengan meminjam sepeda motor, Muhammad Omar mendatangi setiap sekolah untuk mengajak siswa untuk berjihad melawan kerusakan di bumi Afgan, mereka sepakat untuk bertemu keesokan harinya. Namun kenyataan berbicara beda. Pukul 1 dini hari, pemuda sudah berkumpul di rumah Muhammad Omar. Belum genap 24 jam seperti yang diharapkan, ternyata mujahidin datang lebih awal.
Dengan meminjam 2 mobil kepada pengusaha lokal yang kaya, dan senjata sisa jihad melawan kaum kuffar Uni Soviet, para murid-murid sekolah ini mulai melakukan peperangan melawan veteran yang melakukan kejahatan. Selama 2 tahun, 1994-1996, thaliban ini banyak kawasan yang semula dikuasai pihak yang bertikai kemudian dapat direbut, bahkan ada yang menyerahkan secara sekarela kepada Thaliban serta menyatakan berafiliasi juga tunduk dengan mujahid yang mata kanannya buta karena terkena mortir Soviet tahun 1989.
Tahun 1996, Thaliban menguasai Kabul. Ibu kota Afgan ini dimasuki anggota Thaliban, gambar Mullah Muhammad Omar tertangkap kamera wartawan, baik itu lokal ataupun internasional, dengan sorban kepala berwarna putih dan jubah berwarna gelap yang diyakini milik mendiang Nabi Mahammad SAW, beliau dengan tenang memasuki kota Kabul, tak ketinggalan Usamah bin Ladin juga ikut dalam rombongan. Afgan kemudian dinyatakan sebagai negara Islam, tentunya ditetapkanlah Syariat Islam. Selama tahun 1996-2001 kinerja pemerintahan Thaliban terbilang tegas, alhasil heroin, pelacuran, pemerkosaan, korupsi, dan kejahatan turun drastis, bahkan teramat kecil. Taliban telah mengembalikan keteraturan.
Negara yang melaksanakan Islam secara kaffah sesuai syariatnya, menarik Osama untuk bermukim di Afgan, dan Thaliban memposisikan Osama sebagai tamu kehormatannya. Kesamaan visi dan misi, khususnya akan tegaknya Khilafah Islamiyah, penerapan Syariat Islam, dan menolong ummat Islam dibelahan dunia karena kezoliman Amerika Serikat, Israel, dan negara liannya, kemudian menjadikan Mullah Muhammad Omar berikut anggota Thaliban dengan Osama Bin Laden bersama Al Qaeda terjalin hubungan yang erat, bedanya hanya sedikit: Thaliban adalah orang Afgan, dan Al Qaeda adalah berasal dari ummat muslim dari seluruh dunia. Tentunya, pengalaman bersama melawan Unisoviet menjadi kenangan flamboyan bagi kedua pahlawan Islam ini.
Amerika Serikat masuk dalam target penghancuran karena berbuat zolim dalam bentuk dukungan politik ataupun militer kepada Israel, ataupun embargo ke Iraq yang sebabkan bayi mati secara sistematik karena kelaparan. Tidak mengagetkan kemudian Thaliban menolak ijin Amerika Serikat yang akan membangun pipa minyak melewati bumi Afgan. Amerika merayu sekaligus mengancam Thaliban, kira-kira seperti ini:
"Jika engkau memberi ijin, maka akan kami berikat karpet emas, tapi bila tidak, maka bom akan berjatuhan di Afgan"
Di Afgan inilah perencanaan penghancuran menara kembar WTC dan Pentagon dilakukan, ini artinya kedua belah pihak sudah siap berperang. Bagi Amerika Serikat, Thaliban dengan Al Qaeda sama saja, sederhana alasannya: mereka tidak mau tunduk dengan negara adi daya. Perang akan berlangsung, dan mereka mengetahuinya. Dengan seijin Allah yang maha digdaya, dan sudah tentu menampakkan secara nyata kecerobohan sekaligus kebodohan AS-CIA yang membabi buta, tejadilah peristiwa bersejarah, yakni negara yang katanya superpower yang tidak pernah diserang negara lain, apalagi di pusat kotanya sejak tahun 1776, dikagetkan dengan aksi jihad 19 syuhada pada 11 September 2001. yang pada dasarnya amerika sendiri lah yang mendesain kehancuran WTC.
Usamah bin Ladin dijadikan sasaran kemarahan negara Paman Sam, dan Afgan sebagai tempat bermukimnya akan dibombardir Amerika Serikat. Hal ini disebabkan pemerintah Thaliban tidak mau menyerahkan Usamah bin Ladin, dan ditengah-tengah ulama dan para rakyat yang hadir di masjid, Mullah Muhammad Umar dengan lantang berkata, kira-kira seperti ini:
"Diserahkan atau tidak saudara kita Osama, kaum Kuffar (Amerika Serikat dan sekutunya) tetap akan menyerang kita."
Selanjutnya disiapkannya strategi, dengan kekuatan persenjataan sisa jihad tahun 80-an, bergerilya adalah solusinya. Memang Thaliban dapat digulingkan Amrikiyah dengan dikuasainya Kabul dan mengangkat boneka baru: Karzai, tapi kenyataannya Thaliban tidak pernah terguling, mereka terus berperang. Bom jihad dan penyerangan terhadap patroli dan pos militer Amerika Serikat, NATO yang kemudian bergabung, dan negara sekutu lainnya terus berlangsung hingga tahun 2007 sampai sekarang (maret 2011)
Risalah ini bersumber kepada buku "The Giant Man-Biografi Muhammad Mullah Umar" yang ditulis oleh orang terdekat, menjelaskan bahwa Mullah Muhammad Omar bukanlah mitos, atau tokoh yang digambarkan oleh intelejen dan berita. Tentunya, pembaca dibawa ke tanah Afgan yang keras kehidupannya, dan gelora jihad yang selalu subur. Menurut beberapa hadis yang kuat, amat diyakini bahwa di Khurasan (Afgan salah satu wilayahnya) akan muncul kekuatan Islam akhir jaman dalam membela secara sungguh-sungguh ummat Islam dan menjadi pasukan, pengawal Imam Mahdi dalam menghancurkan Dajjal. Di Khurasan inilah, akan muncul Khilafah Islamiyah. Nabi Muhammad bersabda:
"Jika kalian melihat bendera-bendera hitam datang dari Khurasan, disana ada Khalifatullah, Al Mahdi" (HR. Ahmad).


Mullah Muhammad Omar, walupun sudah diangkat sebagai Khalifatullah oleh ulama dan mujahidn Afgan, serta secara sukarela berperang melawan Soviet, tetap dia masih menganggap dirinya sebagai Thaliban (murid/santri). Disinilah kekuatannya, tak mengagetkan bilamana bumi Afgan yang dipimpinnya, dari yang awalnya full of chaos kemudian berubah menjadi obey the order, menyatakannya sebagai The Giant Man, sosok manusia yang mampu tegar dikerasnya Afgan dan menolak tunduk kepada Amerika Serikat!!!

Beliau lahir di wilayah Urzajan pada tahun 1962 M.
Beliau meneruskan sekolah di Sanj Sar, di wilayah Mayond di propinsi Qandahar. Akan tetapi, korupsi besar-besaran dan bencana yang hebat yang meporak-porandakan Afghanistan menjadi sebab terjadinya perselisihan di kalang jama’ah jihad. Hal tersebut membuat Mullah Umar mulai berpikir untuk berperang melawan korupsi dan menghancurkan mungkarat yang telah menyebar hampir di seluruh Afghanistan.

Beliau mengumpulkan murid-murid dari agama tersebut dan dari beberapa kelompok study ( halaqah ) untuk melaksanakan tujuannya pada musim panas tahun. Pada tahun 1994 M, mereka mulai bekerja dengan beberapa bantuan beberapa pengusaha dan tuan tuan tanah. Beliau bersama kelompok kecil murid sekolah ilmu syari’ah dan Maulawi Afghan di Qandahar mulai memburu para perampok dan pencuri yang menjarah para musafir maupun pedagang. Kemudian para murid yang dipimpin Mullah Umar melucuti senjata para pencuri dan mendapati beberapa wanita terbunuh, para pencuri melarikan diri dari Qandahar.

Masyarakat disana kemudian mengganti gubernur yang merupakan pengikut Rabbani yang memerintah Kabul saat itu. Penggantian ini karena ketidakmampuan gubernur untuk menangkap para pencuri yang tak terhitung jumlahnya. Kemudian mereka menunjuk Mullah Umar menjadi amir atas mereka. Kemudian beliau mengumumkan pemberlakuan syari’at di Qandahar. Dan ini cerita awalnya Amirul Mu’minin berkisah dengan mulutnya sendiri yang direkam dan di siarkan stasiun radio bernama suara syari’ah di Qandahar. Stasiun radio ini menjadi stasiun radio islam pemerintah islam.

Beliau berkata : “saya telah belajar di sebuah sekolah di kota Sanj Sar di Qandahar dengan sekitar 20 murid yang lain. Kemudian korupsi, pembunuhan, perampasan dan perampok telah melampaui ambang batas dan pengawasan berada pada tangan orang korup dan jahat. Tidak seorangpun membayangkan bisa mengubah dan memperbaiki situasi. Saya telah memikirkan hal tersebut sungguh-sungguh dan berkata pada diri saya sendiri, ……Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah : 286).

Ayat ini cukup bagi saya untuk meninggalkan perkara ini karena tidak satu pun berada dalam kemampuan saya. Akan tetapi saya yakin kepada Allah dengan keyakinan yang murni dan barangsiapa yang meyakini Allah denga keyakinan ini maka harapannya tidak akan sia-sia. Orang-orang mungkin penasaran : kapan gerakan ini mulai ? Siapa di balik gerakan ini? Siapa yang membiayai? Siapa yang memimpin dan mengatur gerakan ini?

Dan saya berkata : awal dari gerakan ini adalah ketika saya menutup buku saya di sekolah dan mengajak satu orang bersama saya. Kami berjalan kaki ke wilayah Zanjawat. Dari sana saya meminjam sepeda motor kepada seseorang bernama Surur, kemudian kami pergi ke Talukan. Itulah awal dari gerakan ini dan hilangkan pemikiran lain dari benak anda.

Kami mulai mendatangi murid-murid di sekolah-sekolah dan kelompok-kelompok kajian (halaqah) pada pagi hari itu. Dan kami telah mendatangi satu halaqah yang diikuti sekitar 14 orang yang sedang belajar. Saya kumpulkan mereka mengelilingi saya dan saya berkata bersama mereka,

“Agama Allah telah diinjak-injak. Masyarakat terbuka mempertontonkan perbuatan setan. Ahli agama menyembunyikan agama mereka, sehingga setan mengendalikan seluruh wilayah mereka. Mereka mencuri uang masyarakat, menyerang kehormatan masyarakat, membunuh orang lalu menindihnya dengan batu di pinggir jalan. Mobil yang lalu-lalang melihat mayat dipinggir jalan dan tidak bergerak untuk menguburkannya di bumi secara layak.”

Saya berkata kepada mereka. “Tidak mungkin hanya meneruskan belajar pada kondisi seperti ini. Masalah-masalah tidak mungkin diselesaikan hanya dengan slogan-slogan. Kami, para murid, ingin bangkit melawan korupsi. Jika kalian ingin benar-benar bekerja bagi agama Allah, maka kita harus meninggalkan bangku study. Saya akan jujur kepada kalian. Tidak seorangpun membantu kami meskipun satu rupee (mata uang Pakitan). Sehingga kalian tidak akan berasumsi kami akan menyediakan makanan untuk kalian, bahkan mungkin kami yang akan meminta bantu an makanan dan tenaga dari masyarakat"

Saya berkata, “Ini bukanlah pekerjaan satu hari, satu minggu, satu bulan atau bahkan satu tahun. Ini akan memakan waktu yang sangat lama. Apakah kalian sanggup atau tidak?

Saya berkata untuk memberi semangat mereka, “Setan yang sedang bertahta itu seperti ketel besar yang menghitam karena panasnya. Padahal hari itu adalah hari-hari pada musim panas yang sangat panas. Perang melawan agama Allah sedang dilancarkan. Kami mengaku berasal dari pasukan Allah dan kami tidak dapat melakukan aksi apapun untuk mendukung syari’at-Nya.”

Saya berkata kepada mereka, “Jika kita menaklukkan satu wilayah, kita akan mempertahankannya. Jangan mengeluh tidak bisa belajar atau kekurangan uang dan persenjataan. Jadi, dapatkah kalian melakukan aksi ini atau tidak?”

Kemudian tidak satu pun dari empat belas orang tersebut yang menerima rencana untuk melakukan aksi dan mereka berkata, “Kami mungkin bisa melaksanakan beberapa tugas pada hari jum’at.” Jadi saya berkata kepada mereka, “Siapa yang mau melakukan di ujung ini?”

Download video mobile : Taliban menguasai US base.3gp
"Saya menjadikan Allah ta’ala sebagai saksi bahwa ini adalah kebenaran saya akan bersumpah atas hal tersebut di hadapan Allah ta’ala, di hari pembalasan. Gerakan ini adalah akibat dari keyakinan kepada Allah karena jika saya mengukurnya dari hasil pendidikan sekolah atau halaqah seperti halaqah tersebut, saya mungkin telah kembali ke sekolah. Tetapi saya memenuhi janji kepada diri saya sendiri untuk mencari ridha Allah ta’ala. Sehingga Allah ta’ala menolong saya seperti yang telah anda lihat sekarang ini. Setelah itu saya pergi ke tempat halaqah yang lain, saya diikuti tujuh orang. Setelah saya menjelaskan apa yang telah saya paparkan sebelumnya, semua peserta halaqah siap ikut melakukan aksi gerakan bersama saya"

Semua peserta berasal dari satu bangsa, tidak ada perbedaan antara yang muda dan yang tua, antara yang anak-anak dan yang remaja, yang pria dan wanita. Pekerjaan didasarkan pada ketetapan dari Allah ta’ala, sehingga Allah menguji saya sejak permulaan gerak ini. Kemudian kami pergi lagi mengendarai motor ke beberapa sekolah dan halaqah, sampai waktu shalat ‘Ashar tiba, terkumpul 53 orang yang siap. Kemudian saya mengatakan kepada mereka, “Datanglah besok pagi.” Dan saya kembali ke sekolah di Sanj Sar. Akan tetapi, mereka telah datang pada pukul 01:00 dini hari ke Sanj Sar. Jadi, itulah permulaannya.

Pekerjaan telah dimulai bahkan 24 jam berlalu dari idenya. Salah satu dari teman saya memimpin mereka shalat. Ketika dia telah selesai memimpin shalat shubuh, seorang pengikut berkata, “Malam tadi ketika saya sedang tidur, saya melihat para malaikat memasuki Sanj Sar dan tangan-tangan mereka begitu lembut, jadi saya minta mereka mengusap saya untuk perlindungan.”

Dan pagi itu, pada pukul 10:00, kami minta dua bantuan mobil dari al-Hajj Bishri, salah satu pengusaha di wilayah tersebut. Dia memberi kami dua buah mobil, sebuah mobil kecil dan sebuah truk kargo besar. Kemudian kami memindahkan murid-murid tersebut ke wilayah Kashk Nukhud. Beberapa orang lagi bergabung bersama kami, sehingga jimlah kami menjadi banyak. Kami meminjam persenjataan dari masyarakat. Jadi, inilah permulaan gerakan ini dan ini berlanjut.

Beliau mulai berjihad jauh bertahun-tahun lampau dan tidak pernah berbicara dalam wawancara dengan republik atau jurnalis. Beliau telah menghabiskan masa jihad melawan Uni Soviet, sebagai pemimpin sekelompok mujahidin di medan jihad di bawaqh komando Mullah Tik Muhammad yang menjadi bagian dari al-Jam’iyyah al-Islamiyah di propinsi Qandahar. Beliau terluka pada sebuah peperangan melawan Uni Soviet yang menyebabkan beliau kehilangan sebelah matanya. Kemudian beliau dari satu organisasi ke organisasi yang lain, sampai menetap pada satu organisasi sebelum peristiwa genting Thaliban dalam “Gerakan Politik Islam” yang dipimpin Maulawi Muhammad Nabi.

Berita perdamaian menyebar di Qandahar. Konvoi dari para murid dan penduduk pripinsi barat daya yang berbatasan dengan Qandahar mulai berdatangan. Penduduk Qandahar yang telah mengetahui perjuangan para murid melawan kejahatan meminta mereka mengambil alih tersebut menjadi wilayah kekuasaan mereka dan menerapkan syari’at islam. Mereka membantu pengalihan kekuasaan dan penerapan syari’at. Dengan begitu para murid disebut “Taliban” (jama’ dari Talabah yang berasal dari bahasa Pashto/Pashtun) mengambil alih kekuasaan hampir seperlima Afghanistan tanpa peperangan, tetapi dengan keinginan penduduknya menginginhkan syari’at dan keamanan.

Taliban, murid ilmu syari’ah di kalangan masyarakat Afghan, telah maju kedepan melewati propinsi-propinsi di utara dan timur tanpa banyak usaha dan Rabani, penguasa di Kabul, tidak mengumumkan sikapnya dikarenakan pengetahuannya bahwa dari pasukan saingannya, Hikmatyar, adalah mereka yang memisahkan wilayah mereka dari Kabul. Sebagai gantinya, dia menawarkan bantuan kepada mereka sebagai sebuah gerakan syari’ah yang memegang kendali atas penduduk yang sangat banyak, menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Tetapi Hikmatyar memerintahkan pasukannya untuk tidak menyerah kepada Thalibandi wilayah Ghazni. Kemudian bagian utara mencapai Kabul, dimana wilayah-wilayahnya telah jatuh ketangan Thaliban satu persatu tanpa peperangan atau dengan sedikit peperangan. Sebagian besar kekuatan, kelompok dan bahkan pencuri dan perampok ulung pun ragu-ragu untuk berperang melawan murid-murid ilmu syari’ah (Thaliban).

Beberapa partai yang lain, seperti partai “Yunus Khalis” dan pasukan “Haqqani” menyerahkan wilayah mereka di Baktiya dan Khost kepada Thaliban. Sebagian besar kekuatan “Sayyaf” menolak berperang dengan Talabah dan menyerahkan “Nankarhar” dengan ibu kotanya “Jalalabad” ketika mereka melihat kepemimpinan Talabah, penerapan syar’i mereka, amar ma’ruf nahi mungkar mereka, perlindungan keamanan yang mereka berikan dan pemberantasan kejahatan tingkat tinggi dan pengamanan jalan raya.

Mullah ‘Umar Sebagai Amirul Mu’minin
Setelah Talabah mencapai pinggir kota Kabul, pertemuan besar digelar oleh para ulama yang jumlahnya mencapai 1500 orang. Pertemuan itu langsung antara 31 Maret sampai4 April 199 M dan Mullah Muhammad ‘Umara secara resmi dipilih sebagai amir dari gerakan Thaliban dan diberi gelar Amirul mi’minin. Sejak hari itu Thaliban mengangapnya sebagai amir syar’I yang menurut mereka memiliki seluruh hak dari khalifah.
Talabah mencapai pinggiran kota Kabul dan pergi menemui Rabbani dengan sejumlah permintaan. Permintaan yang paling penting adalah :

* Penerapan syari’at.
* Menganti penguasa komunis dan pengikutnya dari pemerintahan.
* Memindahkan wanita dari gedung pemerintahan.
* Mencegah korupsi, pelacuran, sinema, musik, video bejat yang telah menyebar di Kabul.

Rabbani meminta satu konvoi dari Thaliban untuk berunding dengannya. Mereka mengirim satu konvoi dan ternyata dikhianati oleh pasukan menteri pertahanan, bahkan setelah mereka mengirim perjanjian bahwa mereka akan menyerahkan senjata, berhenti berperang dan memulai negoisasi. Kemudian pasukan menteri pertahanan tersebut membunuh sejumlah peserta konvoi Thaliban yang datang kepada mereka. Disebutkan bahwa jumlah Thaliban yang dibunuh mencapai 250 orang. Setelah itu tidak ada lagi yang terjadi kecuali Thaliban menyerang Kabul yang takluk begitu cepat pada 26 September 1996 M.

Thaliban menaklukkan wilayah-wilayah utara Afghanistan pada tahun 1997 M. sedang Bamiyan, yang menjadi pusat Rafidhah di Afghanistan takluk pada tahun 1998 M. sebelum itu, lembah Kayan yang dikontrol tentara Aghakani Isma’ili juga tumbang. Thaliban memperoleh rampasan perang berupa senjata yang tak terhitung jumlahnya. Di sebutkan bahwa ahlu sunnah tidak pernah memasuki lembah ini selama 800 tahun sebelumnya.
Seperti itulah kurang dari empat tahun. Thaliban telah menguasai 95 persen tanah Afghanistan sejak Mullah Muhammad ‘Umar, semoga Allah melindunginya dan saudara-saudara mujahidin mulai melindungi kehormatan sekelompok muslimah yang dirusak pencuri dan perampok.

Itulah asal sebelum Amerika memerangi negara Islam ni, akan tetapi setelah Amerika menyatakan perang dengan negara ini, yang memang amerika selalu membenci Islam maka sejarah seolah terbalik jauh sekali, amerika yang sudah pintar memutar balikan fakta, sangat pintar dalam membuat propaganda dan menguasai media dengan seenaknya mengatakan bahwa Taliban   adalah sekelompok orang biadab, perampok ulung dan mengeruk keuntungan dari penjualan kokain dan semua anjing-anjing media berita akan menggonggong sesuai dengan bualan amerika termasuk media berita yang ada di indonesia, termasuk semua berita bohong tentang penghancuran gedung WTC dimana orang-amerika sendiri pun percaya bahwa yang menghancurkan gedung tersebut adalah "orang dalam" yang selalu di ingkari oleh Bush, sementara semua anjing anjing media piaraan amerika menutup mata akan kebiadaban amerika yang telah mengakibatkan ratusan ribu rakyat irak meninggal dengan tanpa alasan yang jelas, dan menutup mata akan kebiadaban bos nya amerika yaitu Israel yang telah menjajah Palestina sejak tahun 1948.

Dengan keteguhan seorang mujahid sejati Mullah Muhammad Umar menentang keangkuhan Amerika dan menyatakan dengan tegas :

"Jika tidak ada lagi yang tertingal di Afghanistan kecuali darahku, aku akan melindungi Usamah bin Ladin dan mujahidin Arab dan aku tidak akan pernah menyerahkan mereka"  
Muhammad Mullah Umar, Pemimpin Taliban


"Agar sejarah tertulis dan kaum muslimin bersaksi untuk kami bahwa kami terbunuh untuk mencari ridho Allah, atas dasar Islam dan Tauhid kami. Lebih baik kami bersama Allah daripada sejarah di tulis tetapi kaum muslimin bersaksi melawan kami bahwa kami telah hidup sehat dan sejahtera setelah kami menukar asas kami dan kesucian panji jihad, Barangsiapa berpikir bahwa negri kaum muslimin akan diberkati dengan kekuasaan tanpa ujian dan cobaan maka dia orang bodoh yang tidak mengetahui biografi Rasulullah SAW" 
(Amirul Mu'minin, Mullah Muhammad Umar )

0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
Tuesday, January 08, 2013

Thursday, March 22, 2012

Khalid Islambuly

Sejarah Islam mengabadikan bahwa Mesir adalah sebuah negeri yang melahirkan Fir'aun.  Sebuah nama yang diabadikan Allah untuk mewakili manusia yang mengaku dirinya Tuhan.  Fir'aun yang terlahir di negeri ini ternyata tidak hanya di zaman Nabi Musa 'alaihis salam saja, namun sampai detik ini pun Fira'un-Fir'aun baru masih bercokol di pucuk pimpinan Mesir. 

Allah Maha Adil, Allah melahirkan 'Fir'aun', Allah pun menurunkan 'Musa' sebagai sosok Mujahid yang gagah berani menentang kezhaliman.

Adalah Khalid Islambuly, seorang pemuda gagah berani yang menorehkan sejarah emas perjuangan Islam.  'Azzamnya yang kuat melahirkan sejarah baru pergerakan Islam. Di tangan timnyalah Sadat berhasil dieksekusi.

Khalid dilahirkan pada 14 November 1957 di Mallawi, Mesir sebagai anak keempat dari empat bersaudara, ia terbina dalam keluarga yang ta'at. Menurut keterangan ibunya, Khalid paling menjaga shalat lima waktunya, perwatakannya senantiasa jujur dan amanah. Sejak kecil hatinya senantiasa terbakar mendengar kebengisan Yahudi terhadap kaum Muslimin.

Tahun 1978, Khalid lulus dari akademi militer Mesir. Namun jiwa kemiliterannya tidak membuat luntur 'azzamnya yang kuat dalam memerangi Yahudi. Keterlibatannya dalam sebuah tanzhim menghantarkannya kepada pemahaman, bahwa Islam ini bukanlah hanya sekadar shalat dan puasa saja, namun kesempurnaan Islam juga meliputi jihad, pengorbanan, dan tanggung jawab.

Khalid masuk menjadi anggota militer Mesir. Prestasinya cukup gemilang, sehingga menghantarkannya di jajaran elit militer Sadat.

Meski ia anggota militer, Khalid Islambuly yang berpangkat letnan adalah pengikut dari Abdussalam Faraj, Abdussalam Faraj adalah seorang petinggi dan sosok penting di dalam Tanzhim Jamaah Jihad Mesir. Beliau sering memberikan khutbah-khutbah dimasjid-masjid dan diantara pendengar setianya adalah Khalid Islambuly. Dari sinilah Letnan Khalid berkenalan dan bergabung dalam kelompok Abdussalam Faraj.

Pada tahun 1981, puncak kekesalan mujahidin kepada presiden Anwar Sadat tidak terbendung lagi dengan diakuinya kemerdekaan negara laknat Israel di atas tanah rakyat Palestina. Inilah yang membuat para ulama rabbani dan jihadis geram sehingga Syaikh Umar Abdurrahman mengeluarkan fatwa mati terhadap anwar sadat.

Akhirnya, Letnan Khalid Al-Islambuli mengusulkan ide pembunuhan terhadap Anwar Sadat kepada Abdussalam Faraj. Pada awalnya Abdussalam Faraj masih ragu untuk menyetujuinya. Faraj khawatir kalau hal itu akan menyingkap gerakan tersebut. Faraj kemudian meminta pendapat penanggung jawab militer, yaitu Abud Az-Zumar yang berpengalaman pada masalah intelijen. Az-Zumar pun menolak operasi itu karena akan menyingkap gerakan ini. Ia ingin menunggu lebih banyak lagi kader yang masuk sebelum melaksanakan operasi.

Namun takdir berkata lain, Khalid mendesak untuk memanfaatkan momen parade militer untuk membunuh anwar sadar. Ia menjamin bahwa para eksikutor akan terbunuh secara bergiliran. Khalid mengatakan,"Mereka akan membunuh kami (para eksikutor), untuk selanjutnya gerakan ini tidak tersingkap." Para pelaksana pembunuhan itu adalah Khalid sendiri, Atta'Thayyal Hamidah (sahabat Faraj sejak tsanawiyyah), Abdul Hamid Abdussalam, serta Hasan Abbas.

Tanggal 6 Oktober 1981 merupakan hari yang paling bersejarah bagi Khalid. Hari itu militer Mesir mengadakan sebuah perhelatan akbar berupa devile dan demonstrasi persenjataan. Dalam kesempatan ini, Khalid terpilih menjadi salah satu bagian dari devile itu. Dalam hatinya ia berkata, "Baru kali ini aku dilibatkan dalam momen seperti ini, pastilah Allah memberi hikmah yang besar pada diriku."

Setelah merenung beberapa saat, terbetik dalam hatinya untuk melaksanakan tugas suci; “membunuh Sadat.” Hatinya sesak melihat kelakuan Sadat yang sudah kelewat batas. Sadat telah kafir, meninggalkan hukum Allah, bekerja sama dengan Yahudi dalam memerangi kaum muslimin dan memenjarakan ulama-ulama yang mukhlis.

Hari itu cuaca Mesir cukup cerah. Menurut rencana, perhelatan ini akan dihadiri langsung oleh Anwar Sadat. Sudah menjadi peraturan kemiliteran Mesir, bahwa dalam acara seperti ini tak satupun boleh membawa peluru tajam. Namun Khalid dan timnya tidak kehabisan akal, puluhan peluru ia masukkan ke pakaian dalamnya. Khalid berada dalam sebuah barisan pasukan tank yang telah terkondisikan sebelumnya. Setelah keluar dari markas militer, peluru segera ia masukkan ke dalam magazine senjata laras panjangnya.

Tank tepat melewati depan kursi Sadat, komando dari luar telah berkumandang. Dengan langkah cepat, Khalid segera muncul ke permukaan sembari memberondongkan pelurunya ke arah Sadat. Ketika itu Sadat sedang asyik menikmati demonstrasi pesawat-pesawat tempur Angkatan Udara Mesir.

Khalid tidak sendiri di sana, ada tim yang ikut menembaki Sadat. Satu peluru tepat menembus leher Sadat. Belum yakin Sadat tewas, dengan tenangnya Khalid turun dari tank dan mengulangi berondongannya ke tubuh Sadat. Tak satupun ada yang melawan, karena peluru tajam hanya di senapan Khalid dan timnya.

Beberapa bulan Khalid sempat menjadi buron militer Mesir, semua takdir di tangan Allah. Khalid tertangkap dan dipenjarakan di penjara militer Mesir. Sedikit pun tak nampak kesedihan di wajah Khalid. Bahkan tatkala sang ibunda menjenguknya di penjara, Khalid tersenyum sembari mengatakan, "Sungguh aku telah membunuh Fir'aun Mesir Anwar Yahudi, karena ia telah mengingkari Allah, meninggalkan hukum syariat, bekerja sama dengan Yahudi dalam memerangi Islam dan berkhianat terhadap masjidil Aqsha."

Akhirnya Khalid Islambuly dieksekusi Mahkamah Militer Mesir pada tanggal 8 Maret 1982. Tatkala berbajukan merah, baju ekseskusinya, Khalid berkata, "Wahai ibuku, bagaimana pendapatmu tentangku?" Ibunya berkata, "Ilbas jadiidan wa 'isy sa'iidan wa mut syahiidan." (Selamat mengenakan pakaian baru. Hiduplah mulia dan matilah sebagai seorang syuhada'). 
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
Thursday, March 22, 2012

Monday, January 9, 2012

Abu Hafsh Al-Mishri

Ya Ibad ~ Alhamdulillah, was sholatu was salamu ‘Ala Rosulillah. Kali ini, kita akan mengenal lebih dalam sosok mujahid yang banyak dilupakan para pemuda hari ini, beliau adalah Assyahid, Insya Alloh, Abu Hafs Al-Mishri –semoga Alloh menerima beliau sebagai syuhada—, beliau adalah sosok yang sangat ditakuti musuh, walau sekedar mendengar namanya.

Nama Asli beliau adalah Shubhi Abdul Aziz Abu Sittah Al-Jauhari. Sering juga dikenal dengan sebutan Muhammad Athef. Amerika lebih mengenal siapa beliau daripada kita, karena saking takutnya mereka. Lahir di Mesir pada 17 Januari 1958. Bergabung dengan mujahidin Afghan tahun 1402 H, tujuan beliau untuk mengajari mujahidin lainnya tentang ilmu-ilmu kemiliteran. Sebab beliau adalah mantan tentara Angkatan Bersenjata Mesir. Beliau melatih para pemuda mujahid di sana.

Beliau ikut dalam pertempuran Ma’sadatul Anshor, ketika Alloh menangkan mujahidin atas kekuatan paling ganas di bumi kala itu, Uni Soviet. Diceritakan bahwa hujan bom dari pesawat terus menerus mendera tanpa henti selama beberapa hari, sahut menyahut dengan balasan suara senjata roket anti pesawat. Perlawanan ini dilancarkan mujahidin untuk memberi peringatan kepada Soviet agar segera angkat kaki dari Afghanistan, apalagi agresi mereka saat itu tidak membuahkan hasil kemenangan, justru berbagai kerugian. 

Para jendral Soviet sempat memberi kesempatan terakhir kepada Abu Hafsh agar keluar dari Afghanistan. Mereka mengancam akan mendesaknya hingga ke perbatasan Pakistan. Tetapi, sekelompok kecil mujahidin berhasil mematahkan gempuran mereka, yang jumlahnya tak lebih dari 70 pemuda seusia SMA sebagaimana diceritakan sendiri oleh Assyahid, Insya Alloh, Syaikh Usamah bin Ladin. Pasukan beruang merah berhasil dikalahkan hanya semata-mata karena anugerah dari Alloh. Bahkan konon, ada seorang pemuda arab berperawakan kurus kering yang berhasil membunuh tiga bule Rusia sekaligus hanya dengan sebutir peluru senapan jenis PK, padahal ketiganya adalah dari kesatuan elit sekelas Comandoss. Saking profesionalnya pasukan elit ini –masih menurut penuturan Syaikh Usamah—, mereka berhasil mendekati daerah mujahidin tanpa terdeteksi gerak-geriknya, mereka menggunakan suara burung pipit sebagai kode. Singkatnya, daerah ini telah terkepung oleh berbagai peralatan canggih dan pasukan terelit yang dimiliki Russia. Akan tetapi Alloh berkendak untuk menolong hamba-hamba-Nya yang bertauhid, sehingga nyatalah apa yang Alloh firmankan:
“Jika Alloh menolong kalian, tidak ada yang mampu mengalahkan kalian…”
“Betapa seringnya, satu kelompok yang sedikit mengalahkan kelompok yang banyak atas izin Alloh, dan Alloh bersama orang-orang yang bersabar.”


Tokoh kita ini, ikut ambil bagian cukup besar dalam pertempuran sengit kali ini. Tetapi Alloh belum takdirkan ia menemui kesyahidan, barangkali di sana ada hikmah yang hanya Alloh yang tahu. Begitu pertempuran di Jaji reda, beliau ikut dalam mengatur pertempuran-pertempuran di Jalalabad. Pertempuran kali ini tak kalah sengitnya. Beliau menggunakan taktik perang gerilya. Alhamdulillah, sekian pesawat berhasil dirontokkan, tank-tank baja mampu diluluh lantakkan, dan banyak sekali musuh-musuh Alloh itu yang terbunuh. Pada kesempatan ini, Abu Hafsh termasuk orang yang beruntung.

Selesai perang Afghan, suasana politik dalam negeri berubah. Mulailah terjadi pertempuran-pertempuran antar kelompok untuk memperbutkan kursi kekuasaan. Dalam fitnah ini, beliau memilih untuk tidak campur tangan. Bersama sahabat dekatnya, Assyahid, Insya Alloh, Syaikh Usamah bin Ladin, beliau hijrah ke Sudan untuk menyiapkan kekuatan dalam rangka membebaskan umat Islam dari kehinaan. Terutama membebaskan tanah wahyu –Jazirah Arab—dari penjajahan Amerika Serikat.

Langkah pertama yang beliau tempuh adalah mengajak para pemuda Islam untuk terjun ke medan pertempuran di Somalia yang kala itu diduduki oleh pasukan AS. AS memiliki misi terselubung untuk menjajah negeri tersebut, meski beralasan hendak mendamaikan antar kelompok yang bertikai. Sama dengan ketika menjajah Jazirah Arab sebelumnya.

Pertempuran di sini tidak berlangsung lama, Amerika terlalu pengecut untuk berhadapan dengan mujahidin. Dalam perang ini, AS mengalami nasib naas dengan dijatuhkannya satu helikopter Black Hawk-nya. Sebenarnya tidak seberapa yang tewas dari mereka, namun mereka sudah tidak sanggup lagi melanjutkan pertempuran. Dan tak lama setelah itu, Clinton mengumumkan penarikan pasukannya dari Afrika Timur. Semua ini menghancurkan mitos bahwa Amerika adalah negara adi daya, yang tidak bisa dikalahkan oleh kekuatan manapun di dunia ini. Seolah dunia menjadi faham setelah itu, bahwa kekuatan AS tak lebih sekedar propaganda di film-film.

Pasca peperangan di Somalia, para petinggi Al-Qoida –termasuk di antaranya beliau, Abu Hafsh— mulai yakin bahwa mereka mampu mengalahkan Amerika, walau dengan sedikit persenjataan, maka mereka mulai berfikir bagaimana menyiapkan para pemuda Islam –terutama Arab—untuk menghadapi peperangan berikutnya melawan Amerika. Akhirnya, mereka memutuskan untuk membuat kamp-kamp tadrib (latihan militer) untuk para pemuda Islam.

Setelah pemerintah Sudan menyelisihi kesepakatan dan prinsip bersama yang telah disepakatinya bersama mujahidin, mereka meminta Syaikh untuk meninggalkan Sudan, karena tekanan dari Amerika. Padahal, beliau telah memberikan banyak sumbangsih dalam perkembangan sarana di sana, yang pemerintah sendiri tidak mampu melakukannya. Akhirnya, Syaikh Usamah, Abu Hafsh, beserta mujahidin lainnya harus berhijrah kembali ke bumi Afghanistan, bumi hijrah dan jihad, untuk memulai kembali tahapan jihad yang sudah tidak sabar lagi untuk mereka mulai.

Karena ketika itu di Afghanistan telah tegak pemerintahan yang menerapkan syariat Alloh, berwali kepada orang-orang beriman yang jujur, serta memusuhi musuh-musuh Alloh, maka tidak terlalu sulit bagi Syaikh untuk membangun kamp latihan. Sejak awal berdirinya, pemerintahan yang dipimpin oleh Syaikh Mujahid Mulla Muhammad ‘Umar ini, sudah mengumumkan penerapan syariat Alloh. Maka para pemuda Islam dari berbagai penjuru dunia berdatangan ke sana untuk mengikuti latihan militer. Program pertama pun terlaksana.

Program berikutnya, serangan yang begitu menyakitkan terhadap “berhala modern” Amerika dalam sebuah amaliyah yang mengagetkan seluruh dunia. Yaitu dibomnya markas Intelejen CIA di Afrika (kedutaan AS di Nairobi dan Darus Salam). Ketika itu, gema takbir membahana di mana-mana di seantero Afghanistan dan dunia Islam. Karena itulah pukulan pertama dari mujahidin terhadap “biang segala kerusakan dan kekufuran” , Amerika. Tetapi satu hal yang harus kita catat, perancang serangan ini adalah Syaikh Abu Hafsh Al-Mishri, tokoh yang sedang kita bicarakan sekarang. Setelah aksi serangan ini, para pemuda dari berbagai belahan dunia, baik arab maupun non arab, kulit hitam atau kulit putih, semakin bersemangat untuk ikut serta dalam program tadrib Al-Qaeda.

Sudah menjadi perkara yang dimaklumi bersama ketika itu, Syaikh Abu Hafsh adalah sosok yang tidak suka berdiam diri dan berpangku tangan, tidak pernah bosan untuk beramal. Sehingga beliaulah yang akhirnya menjadi penanggung jawab kamp-kamp latihan di sana, beliapu pula yang menjadi penanggung jawab operasi-operasi yang akan dilancarkan. Dan beliau juga yang bertanggung jawab mengurusi urusan administrasi dan pendanaan. Maka memang beliau bisa disebut sebagai tangan kanan daripada Assyahid, Insya Alloh, Syaikh Usamah bin Ladin rohimahulloh.

Karena Amerika mendengar keberanian dan kepiawaian Abu Hafsh dalam melancarkan berbagai operasi serangan, Amerika memasukkannya pada urutan kedua para buron terorist dunia yang paling dicari setelah Syaikh Usamah bin Ladin. Karena beliaulah yang menjadi wakil Syaikh Usamah setelah komandan Abu Ubaidah Al-Pansyiri syahid. Amerika mengerti bahwa orang ini sangat berbahaya, maka mulailah dinas intelejen mereka merencakan dan melakukan berkali-kali usaha pembunuhan terhadap beliau. Akan tetapi Alloh Ta‘ala masih melindungi beliau.

Selang tak berapa lama, terjadi peristiwa peledakan kapal Destoyer USS Cole di teluk Adn. Syaikh Abu Hafsh punya peran besar dalam aksi serangan ini, beliau turut merencanakan dan mengatur jalannya operasi. Begitu mendengar serangan ini berhasil, diceritakan bahwa Syaikh Usamah langsung mengacungkan senapan AK 47 nya ke langit dan menembakkan beberapa rentetan peluru, sembari berteriak bahagia, “Ini adalah pembalasan untuk darahmu, wahai Mihdhar…” Mihdhar adalah Syaikh Abul Hasan Al-Mihdar, yang dibunuh oleh fihak Amerika melalui tangan bonekanya di penguasa Yaman, Presiden Ali Abdulloh Sholeh. Kapal ini tadinya juga berangkat untuk memberikan bantuan kepada yahudi dalam memerangi para mujahidin Palestina. Serangan ini menampakkan pengkhianatan negara-negara arab yang ternyata justeru memberikan simpatinya kepada Amerika.

Setelah operasi kali ini, Amerika mulai menyiapkan strategi serangan militer untuk diarahkan kepada mujahidin di Afghanistan, persiapan ini tidak diekspos kepada dunia. Tetapi, Alhamdulillah, gerakan-gerakan ini tercium oleh mujahidin, sehingga mereka harus mendahului menyerang –sebab cara bertahan terbaik adalah menyerang—. Akhirnya, mujahidin berhasil mengukir sejarah yang sungguh teramat sulit dilupakan oleh Amerika, dan mengangkat kepala seluruh kaum muslimin. Yaitu, aksi istisyhadiyah yang merontokkan pusat perekonomian dan pertahanan mereka. Mujahidin berhasil menyerang Amerika terlebih dahulu pada 11 September 2001, dengan menabrakkan pesawat ke menara kembar WTC dan gedung Pentagon.

Dalam operasi kali inipun, Syaikh Abu Hafshlah yang menjadi penanggung jawab langsung. Beliau memilih beberapa orang pemuda, mentraining mereka, dan mengingatkan mereka agar selalu bersandar kepada Alloh Ta‘ala. Maka para pemuda itupun berangkat ke negara kafir itu, bukan untuk bermaksiat sebagaimana dilakukan kebanyakan pemuda hari ini. Mereka datang untuk membinasakan Amerika, mereka hanya bertawakkal kepada Alloh dan kemudian menentukan langkah-langkah yang akan ditempuh dengan sedemikian detail, serta kapan operasi akan dilaksanakan.

Sementara itu, di bumi ribath, Afghanistan, para mujahidin tak henti-hentinya berdoa kepada Alloh agar menolong ikhwan-ikhwan mereka dan memberikan kemenangan melalui tangan mereka. Doa mereka dikabulkan oleh Alloh. Terjadilah ledakan besar seperti telah direncanakan, bahkan ternyata lebih dahsyat. Gema takbir terus bergema di bumi Afghanistan, mengiringi kemenangan bersejarah ini. Kaum muslimin di berbagai penjuru dunia, terutama Palestina, sampai ada yang menangis karena ternyata Alloh masih menyiapkan orang-orang yang membela dan membalaskan sakit hati mereka karena terus ditindas. Mereka adalah orang-orang yang tidak menonjol kepribadiannya tapi tinggi ketakwaannya, yang bekerja di balik tabir semua orang, dan di antaranya adalah syaikh kita, Abu Hafsh Al-Mishri.

Dan, sudah bisa ditebak. Pasca serangan ini, Amerika menjadi linglung dan menggila. Iapun segera mengumumkan genderang perang salib terhadap dunia Islam, terutama Afghanistan. Dan yang disayangkan, negara-negara Arab justru berdiri di fiham Amerika. Karena Amerika menghembuskan ancaman mematikannya: “Bersama kami, atau bersama terorist.” Inilah serial perang Salib paling ganas yang pernah menimpa dunia Islam sejak diutusnya Nabi Muhammad SAW.

Abu Hafsh tidak kemudian berhenti membuat perencanaan, beliau terus menggalang para pemuda untuk melakukan persiapan. Sebab sekarang adalah bulan Shafar, harus ada perang. Dan perang kali ini sangat menentukan, perang eksistensi negara Islam.

Benar saja, Amerika mulai menghujani Afghanistan dengan berton-ton bom. Rata-rata satu bom memiliki berat hingga tujuh ton. Perburuan terhadap Syaikh Usamah CS semakin meningkat, terutama di awal-awal agresi AS. Bahkan mereka menyewa mata-mata untuk menguntit pergerakan mujahidin, menyebarkan pengumuman hadiah besar bagi yang bisa menunjukkan keberadaan Syaikh dan ikhwan-ikhwannya.

Tetapi meski perburuan yang ketat, Abu Hafsh tidak kemudian lemah nyali. Beliau terus melatih para pemuda untuk melancarkan serangan menyakitkan berikutnya kepada Amerika. Padahal ketika itu, beliau menderita penyakit tulang karena efek dari jihad yang beliau lakukan dulu. Makanya, beliau menghimbau kepada para mujahidin muda untuk tidak terlalu memaksakan diri menghadapi cuaca yang teramat dingin. Karena beliau terkena penyakit ini ketika berlangsung pertempuran di Jaji, ketika beliau masih muda dan tidak peduli dengan dinginnya udara. Sehingga baru terasa pengaruhnya ketika beliau tua.
Syaikh Abu Hafsh tak hentinya memanjatkan doa agar dikaruniai kesyahidan. Dan akhirnya Allohpun mengabulkan doa beliau –nahsabuhû kadzâlika, wallôhu hasîbuhû—.

Komandan Abu Hafsh sangat mirip dengan Assyahid, Insya Alloh, Syaikh Usamah bin Ladin rohimahulloh, baik postur tubuh, jenggot, bahkan raut mukanya. Beliau terpaksa harus berpisah dengan Syaikh Usamah dan para mujahidin lainnya, untuk kebaikan kaum muslimin juga, agar mereka tidak terlalu terpengaruh dengan terbunuhnya sosok seorang pemimpin. 

Kisah gugurnya beliau adalah sebagai berikut:

Suatu malam di bulan Romadhon penuh berkah, selepas berbuka puasa, beliau ada jadwal berkumpul dengan singa-singa Alloh yang telah beliau siapkan untuk melancarkan operasi istisyhadiyah besar di Palestina. Selesai memberikan briefing terakhir kepada mereka dan melengkapi kekurangan-kekurangan yang dianggap perlu, beliau memberi nasehat kepada mereka tentang tanggung jawab kita terhadap umat di hadapan Alloh kelak.

Selesai pertemuan, singa-singa itu pergi untuk menyantap hidangan sahur di rumah salah seorang ikhwah. Begitu memasuki rumah, Abu Hafsh merasa ada seseorang yang menguntit dirinya tanpa disadari oleh ikhwan-ikhwan yang lain. Akhirnya beliau memutuskan untuk pindah ke rumah yang lain. Sesampainya di rumah yang baru, dugaan beliau benar, ada seorang mata-mata dari penduduk asli Afghan yang menguntit beliau. Melihat postur tubuh dan jenggotnya, mata-mata ini mengira beliau adalah Syaikh Usamah. Maka ia meletakkan sekeping logam di dekat rumah tadi dan memberikan pesan kepada Amerika akan keberadaan Syaikh Usamah di rumah ini. Tak lama berselang, pesawat-pesawat mereka datang dan menembakkan jet-jetnya dengan deras, sehingga mereka mengira dengan sesingkat itu mampu memadamkan api jihad yang tengah membara dengan terbunuhnya Syaikh Usamah.

Rumah sederhana itu luluh lantak dengan rudal-rudal mereka, syaikh Abu Hafsh dan ikhwan-ikhwan yang menyertai beliau akhirnya gugur untuk berjumpa Alloh Ta‘ala. Kesyahidan menjemput mereka seperti yang mereka cita-citakan. Mereka syahid dalam kondisi berniat menyerang musuh, tak mundur sedikitpun. Adapun kalau setelah itu syahid, justru itu lebih baik bagi mereka. Asalkan niat mereka tetap lurus.
Keesokan harinya, ikhwan-ikhwan mencari jenazah beliau di bawah reruntuhan rumah. Mereka menemukan jasad beliau layaknya orang tidur. Terpancar cahaya dan sunggingan senyum di wajahnya. Dan anehnya, beliau tidak mengalami luka sedikitpun, dari tubuh beliau juga menyebar aroma misik yang tercium oleh semua yang hadir.

Musuh-musuh Alloh gembira betul mendengar berita kematian beliau. Sebaliknya, mujahidin sangat sedih dan terpukul dengan peristiwa ini. Mereka menangis karena harus berpisah dengan syaikh, ayah, paman, dan kakak mereka yang satu ini. Dulu, beliau dikenal sangat simpati kepada pemuda yang mau berjihad, beliau menganggap mereka sebagai orang-orang yang lebih baik daripada beliau. Menurut beliau, mereka bersedia datang ke Afghan untuk tadrib dan jihad adalah sebuah kelebihan tersendiri.

Beliau dikenal sangat baik budi pekertinya, apalagi terhadap para mujahidin. Bahkan kepada para pekerja Afghan yang miskin. Beliau cinta mereka dan merekapun cinta beliau. Semua orang seolah mencintai beliau. Bahkan, kalau anda bermajelis sekali saja dengan beliau, anda akan langsung mencintai beliau. Sesekali menghadapkan wajahnya kepada fulan, kemudian tersenyum kepada yang lain, kemudian merangkul pundak fulan. Begitulah, beliau mencontoh Rosululloh SAW dalam semua hal, sampai urusan tersenyum.

Di antara bentuk kecintaan beliau terhadap Syaikh Usamah adalah, beliau menikahkan putrinya dengan putra Syaikh yang bernama Muhammad.

Tadinya, beliau berencana membentuk kesatuan tentara Islam yang profesional untuk membebaskan negeri-negeri kaum muslimin. Beliau selalu menghimbau kepada setiap pemuda yang ikut latihan untuk mendalami bidang kemiliteran yang dikuasai masing-masing secara profesional. Hal ini beliau maksudkan, agar mereka nanti menjadi acuan dalam pembentukan kesatuan ini. Akan tetapi, Alloh berkehendak lain. Beliau wafat sebelum rencana beliau terwujud. Namun, Insya Alloh, para perwira sepeninggal beliau tetap akan bertekad mewujudkan rencana beliau ini, semuanya tentu berpulang kepada pertolongan Alloh yang Mahaperkasa.

Ikhwan-ikhwan menguburkan beliau sembari menangis. Menangis sedih sekaligus bahagia. Sedih karena berpisah dengan syaikh dan ustadz mereka. Bahagia karena beliau menemui apa yang beliau cita-citakan selama ini, sebab beliau sudah lama berjihad dan tidak kunjung dikarunia kesyahidan. 25 tahun lebih dari umurnya beliau habiskan untuk membela agama Alloh, dan berjuang menegakkan daulah Islam, serta menghinakan musuh-musuh Alloh, dari kalangan yahudi, salibis, dan lain-lain.

Semoga Alloh mencurahkan rahmat-Nya kepada beliau, dan menempatkannya di tempat para syuhada. Amin.

Baca Juga :

Mimpi Abu Abdullah As Syarqi Menjadi Kenyataan


NOTE : Konten blog ini diluar dari tanggung jawab dari Yayasan Al Mukhlasin 'Ibadurrohman.

Kunjungi pula :
1. Ya Ibad Internasional
2. Facebook Guru Besar Ya Ibad
3. Ya Ibad di Google Plus
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
Monday, January 09, 2012

Friday, December 30, 2011

Mimpi Abu Abdullah As Syarqi Menjadi Kenyataan

Ya Ibad ~ Beliau seorang yang hafal Al Qur’an Al Karim, dan beliau adalah salah satu mahasiswa di Kuliyah Sar’iyyah di Ahsa’ dan termasuk orang yang mempunyai ilmu syar’ie.
 
Akhlaqnya yang mulia sungguh menakjubkan, sifatnya mulia, ketenangan jiwanya yang mengherankan, dan kewibawaan yang Alloh berikan kepadanya. Jikalau engkau melihatnya maka engkau akan melihat pancaran cahaya ketaatan keluar dari wajahnya. Beliau termasuk orang yang ikut serta teman-temannya berjihad di Afgahanistan memerangi Rusia dan Komunis. Beliau berjihad bersama kakaknya, dan kakaknya telah terbunuh disana sebagai syuhada’.

Setelah terbunuhnya sang kakak, beliau pulang kembali ke orang tuanya di kota Al Jabil di daerah timur dan beliau melanjutkan kuliah di Universitasnya sampai ibunya wafat – semoga Alloh merahmatinya -. Dahulu beliau sering merayu ibunya untuk diijinkan berangkat ke Bosnia, akan tetapi ibunya tidak mengijinkannya. Kemudian beliau meminang seorang perempuan dari keluarga baik-baik, beliau memberikan tenggang waktu untuk melaksanakan akan nikah, akan tetapi Allah menolak rencana itu dan menikahkan beliau dengan Hurun ‘Iin (Bidadari Bermata Jeli).

Ketika beliau berada pada semester akhir di Universitasnya, beliau sudah tidak sabar lagi ketinggalan jihad dan beliau mengikuti berita-berita para mujahidin disana. Lalu beliau mengemasi kopernya bertepatan masuknya bulan Romadhon yang mubarok pada tahun 1415 H. dan beliau ingin menghabiskan bulan yang mulia ini di sana – Bosnia -. Kemudian beliau bertemu dengan salah seorang teman yang menemani beliau ke Ibu Kota Kroasia yaitu Kota Zaghrob. Ketika beliau menginap di sebuah Hotel selama tiga hari, selama menginap disana ada kejadian yang luar biasa yang beliau alami, yaitu bertemu perempuan yang cantik.

Akhirnya beliau memutuskan tinggal di Hotel selama tiga hari bersama temannya. Ternyata disana ada seorang perempuan yang bekerja di Hotel itu. Perempuan tersebut mengagumi kepribadiannya, yaitu ketika ia melihat jenggot beliau yang lebat dan parasnya yang tampan, maka perempuan itu mulai merayu dan menggodanya. Akan tetapi Allah menjaganya dari perbuatan keji perempuan tersebut hingga berlalu selama tiga hari.

Kemudian perempuan tersebut datang untuk memamerkan dirinya di ruang tunggu. Perempuan itu berkata kepada lelaki – saudara - tersebut : “ Jikalau aku menginginkanmu sungguh aku akan menggodamu seperti aku telah menggoda sepuluh lelaki lain sepertimu “. Akan tetapi lelaki tersebut pergi dan berlalu begitu saja meninggalkan perempuan itu. Dan melajulah ia dengan mengendarai pesawat terbang menuju Bandara Seblit. Sesampainya di Bandara beliau menyewa Bus untuk masuk ke Bosnia, maka Alloh pun memudahkan jalan masuk baginya sampai bumi yang diidam-idamkannya selama ini untuk dimasuki, dan itu bertepatan dengan ketentuan yang Alloh tetapkan pada ajalnya pula ( “ Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati “. QS. Luqman : 34). Merupakan kebahagiaan tersendiri bagi beliau ketika masuk ke Bosnia, hampir-hampir beliau tidak dapat menceritakannya – karena sangat gembira –, apakah benar beliau telah masuk bumi jihad ? apakah benar bahwa beliau akan memerangi musuh-musuh Alloh Serbia ? apakah benar beliau akan dapat ribath ? dan …. Dan ….., ya ! semua itu benar.

Beliau pergi ke daerah Turofnik dan bergabung dengan para mujahidin di sana. Tempat mujahidin berada di dalam sebuah rumah yang sederhana yang terletak di sebuah desa kecil, di desa itu terdapat beberapa Masjid dan desa tersebut berdekatan dengan Serbia.

Beliau memulai kegiatannya seperti halnya hujan, yaitu beliau mengajar anak-anak surat Al Fatihah dan sholat. Beliau juga mengajar yang dewasa. Demikianlah kegiatan beliau jika sedang berada di desa, hingga penduduk desa mencintai beliau. Bahasa tidak menghalangi beliau – untuk berdakwah – cukup dengan niat yang jujur mengajar mereka dengan bahasa isyarat. Dan jika beliau berada di Front maka beliau banyak bergaul dengan orang-orang Bosnia untuk berdakwah kepada Allah dan menyampaikan risalah-Nya kepada mereka sesuai kemampuan yang beliau miliki.

Beliau melakukan kegiatan seperti itu terus-menerus sampai akhir bulan Romadhon yang mubarok, hingga datanglah orang yang memanggil “ Wahai pasukan Alloh majulah “. Hingga datang amaliah di Gunung Falasyij As Syahiroh, yaitu di puncak Gunung yang amat tinggi dan strategis yang dikuasai oleh Serbia. Dan berkali-kali mereka menyerang kaum muslimin dengan menggunakan Mortar dari atas puncak Gunung. Maka para mujahidin pun mengadakan persiapan untuk menghadapi peperangan yang sangat menentukan itu.

Para mujahidin menggunakan strategi memasuki daerah Serbia dengan mengambil jarak tiga kilo meter sebagaimana yang diceritakan oleh orang yang mengikuti peperangan pada saat itu. Dari sana mujahidin dapat memutuskan bantuan untuk tentara Serbia dan mujahidin dapat menyerbu pasukan gunung dengan keseluruhan..

Dua hari sebelum amaliah, Abu Abdullah bercerita pada salah seorang teman. Beliau berkata kepada temannya : “ Aku bermimpi bahwa aku dapat membunuh dua orang Serbia lalu meluncurlah dua peluru kepadaku di sini hingga aku terbunuh “. Maka temanya tersebut memberi kabar gembira kepadanya bahwa dia akan mendapatkan syahadah secara nyata. Dia mengucapkan Allohul Musta’an kami bukan orang yang layak mendapatkan syahadah. Dan dia menyuruhnya untuk merahasiakan mimpinya itu.

Singa-singa Allah bergerak menuju medan tempur dan merayap hingga tiba waktu fajar. Mereka mendaki Gunung hingga mendekati terbitnya fajar. Dan para mujahidin sama merasakan keletihan berjalan dan tidak dapat memulai perang. Maka komandan memerintahkan kepada semua mujahidin berbuka puasa, maka berbukalah para mujahidin karena takut atas musuh mereka jika mereka tidak berbuka.

Mulailah peperangan yang dahsyat dan hebat itu bersamaan terbitnya fajar, dan saudara kita ini pun bertekad bertempur untuk membunuh musuh di medan perang. Majulah ia bersama dua mujahidin, lalu keluarlah sekelompok tentara Serbia yang ketakutan dan mereka saling berhadap-hadapan. Maka Abu Abdullah menghadapkan senapan mesinnya – LMG – kepada mereka hingga beliau dapat membunuh dua orang dari mereka, dan meluncurlah dua serangan tepat di leher beliau dan terbuktilah mimpi beliau. Dan berjatuhanlah dua temannya yang terluka oleh serangan Serbia, dan para mujahidin lainnya berada di belakang mereka pada jarak beberapa meter saja, akan tetapi mereka tidak dapat menyelamatkan orang-orang yang terluka karena tempat mereka dekat dengan Serbia, maka Serbia pun hendak mengambil mereka untuk dijadikan tawanan, lalu salah seorang teman yang terluka berdo’a kepada Allah “ Ya Allah ….. Ya Alloh ….. Ya Alloh …".. beberapa detik kemudian turunlah kabut yang sangat tebal hingga para mujahidin bisa mendekat kepada teman-teman tersebut dan menyelamatkan mereka. Dan Serbia pun kabur lari terbirit-birit ketakutan.

Para mujahidin mendapatkan saudara kita Abu Abdullah As Syarqi telah meninggal dalam keadaan shoum tidak berbuka, dan tampaklah di wajahnya senyumnya yang menakjubkan, sungguh ini adalah tanda-tanda – kesyahidannya -. Kemudian ketika teman-temannya membawa turun jasad beliau ke Desa dan mereka menggalikan lubang kuburnya, maka keluarlah dari tubuhnya aroma wangi Misk yang disaksikan semua orang yang menghadiri pemakamannya.

Sungguh ! Allah telah mengsihi Abu Abdullah As Syarqi, seorang hafidz (hafal) Al Qur’an, orang yang bertaqwa, waro’ dan tawadhu’. Semoga Allah memperbanyak jumlah contoh dari para mujahidin yang sholih pada ummat Islam.

NOTE : Konten blog ini diluar dari tanggung jawab dari Yayasan Al Mukhlasin 'Ibadurrohman.

Kunjungi pula : 
1. Ya Ibad Internasional 
2. Facebook Guru Besar Ya Ibad 
3. Ya Ibad di Google Plus
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
Friday, December 30, 2011

Saturday, December 24, 2011

Kenapa Mereka Tak Suka Dakwah Tauhid ?

Ya Ibad ~ Sudah menjadi sunatulloh, sejak Nabiyulloh Adam As diciptakan, siapa saja yang ber-Dakwah kepada Tauhid senantiasa mendapatkan serangan dari Iblis dan pasukannya, baik dari golongan jin maupun dari golongan manusia. Dakwah Tauhid selalu berhadapan dengan musuh-musuh keji, baik dari pihak penguasa (bangsawan dan pembesar-pembesar musyrik), kelompok-kelompok sesat, ataupun orang-orang kafir. Bahkan dizaman sekarang ini, sebagian kalangan yang mengklaim dirinya berafiliasi kepada ilmu (baca: ulama jahat)-pun banyak yang menentangnya.

Beragam metode dan konsep mereka terapkan guna membendung Dakwah Tauhid Ahlussunnah Wal Jama'ah. Mulai dari penulisan dan pendistribusian buku-buku yang menyerang dakwah ‘salafiyyah’ reformis itu, semisal yang baru-baru ini terjadi, buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi yang ditulis oleh Syaikh Idahram (Marhadi Muhayyar); lalu agitasi, provokasi, dan intimidasi para penguasa terhadap para pengikut Dakwah Tauhid, dan bahkan dengan kekerasan fisik (senjata).

Musuh-musuh Islam itu tidak segan-segan memberikan stigma negatif-ofensif kepada dakwah yang mengajak manusia untuk bertauhid secara lurus dan purifikatif (murni) itu. Mereka mencap para pengikut Dakwah Tauhid sebagai teroris, ekstremis, radikalis, kelompok eksklusif, dan sederet terminologi buruk lainnya. Karena salah satu 'Ulama yg vokal dan lantang mendakwahkan tauhid, serta mempunyai banyak pengikut, adalah Syaikh Ibnu Abdul Wahhab, maka Ada juga yang mengistilahkan “Wahhabi” untuk setiap pengikut Dakwah Tauhid. Mereka katakan dan sebarkan bahwa para pengikut Dakwah Tauhid disebut sebagai orang-orang yang melanggar tradisi dan kepercayaan, sekalipun kepercayaan-kepercayaan mereka itu rusak, bertentangan dengan Al-Qur‘an Al-Karim dan hadits-hadits shahih.
 
Fitnah, tuduhan dusta, isu negatif dan sejenisnya menjadi sejoli bagi julukan ‘Wahhabi’. Tak ayal, yang lahir adalah citra buruk dan keji tentang Dakwah Tauhid, yang tak sesuai dengan realitanya. Sehingga istilah Wahhabi nyaris menjadi momok dan monster yang mengerikan bagi umat. Fenomena timpang ini, menuntut kaum muslimin untuk lebih teliti dan jeli dalam menerima informasi. Terlebih ketika narasumbernya adalah orang yang tidak atau belum memahami Islam, atau sudah memahami Islam tetapi tunduk kepada setan dan hawa nafsunya sendiri, yaitu dari golongan kafir, munafik, atau para pelaku bid’ah.

Mengomentari serangan seperti itu, di dalam Majmu’ah Mu‘allafat Asy-Syaikh Muhammad ibni Abdil Wahhab (26/5), beliau menceritakan, “Tatkala aku muncul ke permukaan untuk membenarkan dakwah Rosululloh, orang-orang mencaciku dengan keji. Mereka mengira bahwa aku telah mengafirkan semua orang Islam dan menganggap halal harta-harta mereka.”

Dalam surat korespondensinya kepada As-Suwaidi –seorang ulama asal Irak— sebagai jawaban atas surat As-Suwaidi kepadanya, Syaikh Ibnu Abdul Wahhab mengutarakan kebencian dan fitnah dusta yang dilayangkan musuh-musuh mereka. Syaikh berkata:

“Bermacam-macam tuduhan telah dilontarkan kepada kami, fitnah pun makin menjadi-jadi, mereka mengerahkan pasukan berkuda dan pasukan berjalan kaki dari kalangan iblis untuk menyerang kami. Dan di antara kebohongan yang mereka sebarkan, adalah tuduhan bahwa aku mengkafirkan seluruh kaum muslimin kecuali pengikutku, dan menikah dengan mereka hukumnya tidak sah. Untuk menukil tuduhan tersebut saja orang yang berakal merasa malu, apalagi untuk mempercayainya. Bagaimana mungkin orang yang berakal memiliki keyakinan seperti itu? Apakah mungkin seorang muslim meyakini keyakinan demikian? Aku berlepas diri dari tuduhan itu. Tuduhan itu tidaklah dilontarkan melainkan dari orang yang tidak waras dan linglung. Semoga Allah Ta’ala memerangi orang-orang yang bermaksud jelek.” (Kitab Ad-Durar As-Saniyyah, I/80)

Jika kita meneliti kitab-kitab dan tulisan-tulisan yang menyerang Dakwah Tauhid, maka kita bisa mendapatkan fakta bahwa kebanyakan mereka berasal dari kelompok Syi’ah Rafidhah, kelompok Sufi ekstrim, kaum sekular-liberalis, orang-orang kafir, Para ulama su‘ yang memandang kebenaran sebagai kebatilan dan kebatilan sebagai kebenaran, dan yang lainnya. Kelompok Syiah Rafidhah melancarkan serangan kepada dakwah tauhid demi membela akidah dan imam-imam mereka.

Akidah Syi’ah menyatakan bahwa kelompok Ahlussunnah telah murtad dari Islam, dikarenakan tidak mendahulukan Ali bin Abi Tholib atas Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khotthob. Tak aneh jika Syi’ah sampai menyatakan halal atas darah dan harta Ahlussunnah. Dalam akidah Syi’ah, mencaci dan menghina sahabat mempunyai keutamaan besar, sehingga termasuk tindakan yang diganjar hadiah surga. Kebencian Syi’ah kepada para sahabat Nabi Muhammad, khususnya Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah, dan lainnya sungguh mengurat-akar. Tidak sedikit ulama Ahlussunnah yang membantah ajaran-ajaran sesat Syi’ah melalui kitab-kitab dan tulisan-tulisan. Termasuk Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.

Melalui Risalah fi Ar-Radd ‘ala Ar-Rafidhah (Risalah untuk Membantah Syi’ah Rofidhoh), Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab membantah sejumlah prinsip dan ajaran Syi’ah melalui argumentasi singkat dan dalil-dalil yang meyakinkan. Belum lagi kemarahan mereka semakin menghebat, karena para ksatria dakwah tauhid telah menghancurkan bangunan kubah di atas kuburan Husain bin Ali bin Abi Tholib di Karbala. Semua ini mendorong mereka untuk memusuhi dakwah tauhid, dan menebarkan kedustaan-kedustaan tentangnya.

Demikian pula dengan golongan Sufi yang melakukan hal-hal bid’ah dalam agama. Prinsip-prinsip kelompok tasawuf banyak bertentangan dengan ajaran Islam sesuai pemahaman Rosululloh dan para sahabat beliau. Sehingga para aktivis dakwah tauhid, khususnya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab beserta para muridnya, merasa perlu untuk meluruskan pemikiran kelompok Sufi dengan hujjah-hujjah yang gamblang dan tegas. Satu persatu syubhat dan kerancuan kaum Sufi pun terbantahkan. Seluruh bid’ah dan amalan-amalan keagamaan yang bernuansa kesyirikan dan bertentangan dengan Sunnah Rosululloh lambat-laun menghilang dari bumi Najed dan Hijaz. Tak pelak lagi, hal tersebut membuat murka kalangan Sufi, sehingga pengikut mereka semakin susut. Kemudian mereka menghalalkan segala cara untuk membendung dakwah kepada tauhid tersebut.

Sementara orang-orang sekular dan liberalis –serta orang-orang yang mengaku reformis-moderat– sengaja menyerang dakwah tauhid demi mempreteli prinsip-prinsip syariat Islam, berlepas diri darinya, serta memarjinalkan Islam dari sendi-sendi kehidupan masyarakat demi kepuasan hedonistik dan kehidupan permisif. Ditambah lagi pihak-pihak yang mencoba untuk memprovokasi orang-orang agar menyerang dakwah tauhid, dikarenakan prinsip-prinsip dakwahnya –semisal jihad fi sabilillah dan al-wala‘ wa al-barro‘ (loyalitas dan anti-loyalitas dalam Islam)—  menghalangi syahwat keduniaan mereka. Sehingga mereka, misalnya, terhalang untuk bisa bermesraan dengan orang-orang kafir dan terhalang meraup keuntungan materialistik. Tujuan para pengusung akal adalah kehidupan dunia; makan enak, tidur nyenyak, dan harta banyak, meskipun harus mengorbankan prinsip-prinsip akidah dan hukum-hukum syariat.

Adapun permusuhan Barat kepada dakwah tauhid sudah jauh lebih lama muncul kepermukaan. Sejak dakwah penuh keberkahan ini mulai menggeliat kembali. Jalal Abu Alrub, dalam Biography and Mission of Muhammad Ibn ‘Abdul Wahhâb, menyebutkan bahwa Inggris merupakan negara barat pertama yang cukup interest menggelari dakwah ini dengan ‘Wahhabisme’, alasannya karena dakwah ini mencapai wilayah koloni Inggris yang paling berharga, yaitu India. Banyak ulama di India yang memeluk dan menyokong dakwah tauhid ini.

Dalam situs Wikipedia disebutkan, imperialis Inggris yang menjajah banyak negeri kaum muslimin kala itu pun khawatir terhadap dampak buruk penyebaran dakwah kepada tauhid terhadap eksistensi mereka. Sebab dakwah tauhid adalah ajakan untuk  menghidupkan kembali ajaran tauhid dan berjihad melawan berbagai bentuk syirik dan bid’ah, sedangkan Inggris justru berusaha mati-matian dalam mempertahankan kemunkaran tersebut, karena di situlah titik kelemahan kaum muslimin. Artinya, bila kaum muslimin kembali kepada tauhid dan meninggalkan semua bentuk syirik dan bid’ah, niscaya mereka akan angkat senjata melawan para penjajah. Karenanya, Inggris memunculkan istilah ‘Wahhabi’ dan merekayasa berbagai kedustaan dan kejahatan yang mereka lekatkan pada aktivis dan pengikut dakwah tauhid melalui aneka media yg mereka kuasai, sehingga banyak dari kaum muslimin di negeri-negeri jajahan Inggris yang termakan hasutan tersebut dan serta merta membenci mereka tanpa ilmu.

Hal demikian senada dengan analisa W.W Hunter dalam bukunya yang berjudul The Indian Musalmans. Dia mencatat bahwa selama pemberontakan orang India tahun 1867, Inggris paling menakuti kebangkitan muslim ‘Wahhâbi’ yang tengah bangkit menentang Inggris. Hunter menulis, “Tidak ada ketakutan bagi Inggris di India melainkan terhadap kaum Wahhabi, karena merekalah yang menyebabkan kerusuhan dalam rangka menentang Inggris dan mengagitasi (membangkitkan semangat) umat dengan atas nama jihad untuk memusnahkan penindasan akibat dari ketidaktundukan kepada Inggris dan kekuasaan mereka.” Ingat ! : Istilah "wahhabi" ini adalah kreasi musuh-musuh Islam dalam upaya membendung Dakwah Tauhid.

Tidaklah mengherankan jika Barat begitu gigih menentang dakwah tauhid ini. Orang-orang Kristen Barat merupakan penganut trinitas dan melakukan kesyirikan kepada Alloh. Sedangkan dakwah tauhid berdiri di atas prinsip pengesaan (tauhid) kepada Alloh SWT. Orang-orang Barat begitu menikmati hubungan mesra mereka dengan syahwat dunia, harta, tahta, dan wanita. Sementara dakwah tauhid mengajak orang-orang agar patuh kepada Alloh, mau beribadah kepada-Nya tanpa dibarengi kemusyrikan, dan berpaling dari segala sesuatu selain-Nya.

Secara definitif, Syaikh Abdul Aziz Abdul Latif menerangkan faktor-faktor pemicu pertentangan orang-orang awam terhadap dakwah kepada tauhid, yang diringkas ke dalam poin-poin berikut:

1. Ketidaktahuan akan agama Islam secara komprehensif dan terstruktur, berkembangnya penyimpangan-penyimpangan akidah yang dianut kebanyakan orang Islam, sikap fanatik terhadap pendapat-pendapat ulama yang tidak memiliki pemahaman lurus tentang Islam, taklid buta, pemujaan terhadap kuburan, berhukum kepada thoghut (segala sesuatu yang disembah dan ditaati selain Alloh), condong dan merasa nyaman ‘bermesraan’ dengan orang-orang kafir. Semua fenomena di atas terlihat jelas dari kehidupan kaum muslimin kontemporer. Sementara dakwah tauhid meniscayakan ketundukan kepada teks-teks wahyu dan penyembahan kepada Alloh semata.

Dakwah tauhid mengajarkan bahwa para ulama hanyalah sekadar sarana dan wasilah untuk memahami Islam. Jika para ulama itu menyimpang dari akidah yang benar, maka pendapat mereka tidak bisa diikuti. Islam menetapkan bahwa siapa saja yang menuhankan ulama atau penguasa dalam proses menghalalkan apa yang Alloh haramkan, atau mengharamkan apa yang Alloh halalkan, maka para ulama dan penguasa itu tak ubahnya tuhan-tuhan selain Allah. Islam juga melarang umatnya untuk loyal kepada orang-orang kafir. Siapa saja muslim yang membantu mereka untuk menyerang kaum muslimin, maka sesungguhnya dia telah keluar dari Islam. Wajar jika dakwah tauhid ini muncul, maka para ulama su‘ (jahat) dan orang-orang awam beramai-ramai menentangnya. Ini mengingat, dakwah tauhid menyelisihi kebiasaan-kebiasaan syirik dan bid’ah yang sudah terbiasa mereka lakukan.

2. Faktor kedua yang memicu serangan bertubi-tubi kepada dakwah tauhid adalah stigma yang melekat pada dakwah dan tokoh-tokohnya. Tak terhitung lagi banyaknya distorsi, tuduhan dusta, dan kerancuan-kerancuan yang diarahkan musuh-musuh Islam kepada dakwah tauhid dan tokoh-tokohnya.

Contohnya, Sebagaimana dilakukan Abdullah bin Suhaim –salah seorang musuh Syaikh Ibnu Abdul Wahhab. Dia menulis surat ke sejumlah ulama negeri muslim untuk memprovokasi mereka agar menentang dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Dalam surat yang ditulisnya terdapat berbagai kebohongan dan kedustaan. Tak heran jika kemudian orang-orang termakan hasutan dan kedustaan para ulama su‘ itu, sehingga mereka dengan sukarela melancarkan serangan.

3. Pertikaian-pertikaian politik dan peperangan yang terjadi antara para pengikut dakwah tauhid dengan orang-orang Turki Utsmani, serta antara para pengikut dakwah tauhid dengan para penguasa. Pertikaian-pertikaian ini masih menyisakan bekas hingga saat ini. Di majalah Al-Manar, Muhammad Rasyid Ridha pernah menulis, “Sesungguhnya penyebab munculnya tuduhan bahwa Wahhabiyah melakukan ‘bid’ah’ dan ‘kekafiran’ adalah murni karena persoalan politik an-sich, agar kaum muslimin yang telah menguasai daerah Hijaz menghindar darinya. Orang-orang Turki Utsmani merasa ketakutan bahwa kaum muslimin akan mendirikan sebuah Negara Arab. Sejatinya, apabila badai politik mereda, maka orang-orang Turki Utsmani tidak akan mengotak-atik para ‘Wahhabis’.

4. Termasuk ke dalam faktor yang membuat musuh-musuh menentang dakwah tauhid adalah ketidaktahuan mereka tentang hakikat dakwah tauhid dan keengganan mereka untuk menelaah karya-karya dan tulisan-tulisan tokoh-tokoh dakwah tauhid. Disebabkan kedengkian dan sikap apriori, mereka enggan untuk mau meneliti,misalnya, karya-karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab atau tokoh-tokoh lainnya, secara fair dan dengan hati serta pikiran terbuka. Adakah dari mereka yang secara tulus mau menelaah kitab Ushul Al-Iman, Al-Qawa’id Al-Arba’ah, Tsalatsah Ushul, Kitab At-Tauhid, Kasyfu Asy-Syubuhat, dan lain sebagainya? Jika memang mereka merasa keberatan dengan dakwah tauhid, maka silahkan kritisi dan bantah dengan dalil-dalil yang kuat dan mu’tabar (kredibel). Seandainya mereka mau mempelajari kitab-kitab tersebut dengan penuh kesadaran, niscaya mereka akan menemukan Al-Qur’an, hadits dan ucapan sahabat sebagai rujukannya. Patut disayangkan, mayoritas intelektual dan ‘ulama’ mengetahui dakwah tauhid ini hanya melalui kitab-kitab dan tulisan-tulisan musuh-musuhnya. Sebagaimana dinyatakan sebuah ungkapan: “Manusia selalu memusuhi sesuatu yang tidak diketahuinya.”

Bagi orang-orang yang mau bersikap adil, mereka akan mengetahui betapa istimewanya dakwah kepada tauhid ini. Istimewa dari segi pengambilan-pengambilan hukum dan prinsip melalui sumber-sumber primer Islam yang purifikatif, kemurnian akidah, dan keabsahan manhajnya. Membela dakwah tauhid bukan sekadar membela para ulama dan tokohnya semata, namun juga membela prinsip-prinsip dan hukum-hukum Alloh dan manhaj salafush-shalih. Akhirnya, semoga kita semua bisa mengambil manfaat dari upaya-upaya ilmiah dan khazanah intelektual berharga yang diwariskan para ulama dan tokoh dakwah tauhid. Sebagaimana juga mengambil manfaat dari kehidupan dan pengalaman mereka.

Wallahu A’lam.

Ditulis Oleh: Ganna Pryadha, Alumnus Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
Di Edit Oleh: Akhfiya Msc, Guru Besar Ya Ibad.

NOTE : Konten blog ini diluar dari tanggung jawab dari Yayasan Al Mukhlasin 'Ibadurrohman.

Kunjungi pula : 
1. Ya Ibad Internasional 
2. Facebook Guru Besar Ya Ibad 
3. Ya Ibad di Google Plus
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
Saturday, December 24, 2011

Saturday, December 10, 2011

Assyahid, Insya Alloh, Syaikh Usamah bin Ladin

Ya Ibad ~ 2 Mei 2011, publik dunia digegerkan dengan berita kematian Assyahid, Insya Alloh, Syaikh Usamah bin Laden. Berita itu langsung disampaikan oleh presiden AS, Barack Obama. Dengan penuh percaya diri, dia menyampaikan berita keberhasilannya itu.

‘Berhasil’, sebuah kata yang cukup dipaksakan, mengingat betapa banyak kekuatan yang telah dikeluarkan oleh Paman Sam hanya untuk menangkap seorang Usamah dan menghancurkan organisasi Al-Qaedanya. Ribuan pasukan perang beserta peralatannya yang serba canggih telah dikerahkan, termasuk perangkat intelijen dan dana milyaran dollar. Dan orang yang cerdas tentu dapat menilai siapa sebenarnya pemenang sejati dalam pertempuran ini.

Assyahid, Insya Alloh, Syaikh Usamah bin Laden, bagi kebanyakan orang memang sosok yang sangat misterius dan kontroversial. Di mata AS (dan sekutunya) dia adalah bos teroris, dalang dan inspirator dari berbagai aksi ‘terorisme’. Singkatnya, dia adalah gembong teroris yang harus segera ditangkap, hidup atau mati, berapa pun besar dana yang dibutuhkan. Maka jangan heran, kepala Assyahid, Insya Alloh, Usamah bin Ladin dihargai 50 juta dollar AS. Bahkan kongres Amerika telah menyutui untuk mengucurkan dana sebesar 40 miliar dollar Amerika untuk operasi militer, termasuk untuk memburu beliau.

Sedangkan di mata sebagian kaum Muslimin (dan masyarakat dunia) beliau adalah ikon jihad dan perlawanan masa kini. Tokoh perlawanan atas kesewang-wenangan AS. Di saat semua negara tunduk bahkan mengemis kepada AS, dia justru melawan. Ada juga kalangan yang menganggap beliau sesat dan berfaham Khawarij, dan yang lebih nyleneh ada yang menggap beliau adalah tokoh fiktif, yang tidak ada di alam nyata, atau setidaknya hanya produk intelijen Barat sebagai alat legalitas mereka untuk mengobrak-abrik negara-negara muslim.

Pemberitaan media-media Barat tentang beliau cenderung memojokkan dan tidak berimbang, bahkan terkadang fitnah. Dan sayangnya media-media lokal pun banyak yang latah karena mengambil sumber dari mereka. Sedikitnya informasi yang benar-benar bisa dipercaya terkadang membuat kita menjadi ragu-ragu dan penuh tanda tanya. Parahnya malah ada yang terjebak dalam image yang dibangun AS, padahal jelas-jelas AS merupakan musuh bagi kaum muslimin. Atau sering juga kaum muslimin terjebak dalam buruk sangka terhadap sesama muslim tanpa mengetahui detail yang sebenarnya sehingga tidak segan-segan memberikan cap yang kurang baik, teroris misalnya.

Terorisme: Istilah Kabur dan Gak Jelas

Ada kisah menarik ketika Alexander Agung menangkap seorang bajak laut. Ketika itu terjadi dialog:
“Mengapa kau berani mengacau lautan?” Tanya Alexander Agung.
“Mengapa kau berani Mengacau seluruh dunia?” bajak laut itu balik bertanya. Dia melanjutkan: “Karena aku melakukannya dengan perahu kecil maka aku disebut perompak. Kalian, karena melakukannya dengan kapal besar disebut kaisar”.

Jika kita renungkan jawaban bajak laut di atas, dan menghubungkannya dengan realitas saat ini, maka kita akan temukan betapa kaburnya istilah terorisme, tergantung perspektif atau sudut pandang orang yang melihatnya. Kini, ketika AS menyerang Afghan, Irak dan negara lain, atau sokongannya kepada Israel yang setiap hari membantai muslim Palestina, tidak ada satu pun yang menyebutnya sebagai teroris, padahal jumlah korban yang ditimbulkannya berpuluh-puluh kali lipat dari jumlah korban penyerangan WTC, yang ramai digembar-gemborkan sebagai aksi teror.

Pada awalnya, terorisme berarti tindakan kekerasan yang di maksudkan untuk menakut-nakuti lawan. Namun dalam kamus kehidupan sekarang, terorisme berarti tindakan protes yang dilakukan negara atau kelompok kecil kepada kelompok besar. Rubuhnya menara WTC dianggap aksi terorisme yang sangat sadis, tapi pembantaian AS di Vietnam, Irak, Afghan dll, tidak pernah dianggap sebagai terorisme.

Kini, setelah Assyahid, Insya Alloh, syaikh Usamah bin ladin diyatakan tewas oleh AS, sepertinya bukan berarti AS akan menghentikan kampanye Perang Melawan Teror. Yah, karena ada yang lebih besar dari itu semua, istilah teror hanya sekedar kedok belaka. Karena sejatinya yang mereka perangi adalah Islam. Dan hal ini sudah berulangkali dinyatakan oleh mereka. Persis seperti yang dikatakan seorang antropolog asal Pakistan, Akbar S. Ahmed, bahwa dua peradaban global tampaknya akan berhadapan dalam konfrontasi kompleks dalam segala tingkat aktivitas manusia. Peradaban yang satu berpangkal di negara-negara Muslim, sedangkan yang lain di dunia Barat. “Para pengamat telah melihat konfrontasi ini sebagai suatu malapetaka dan menyebutnya perang suci terakhir.”. Karena itu, terlalu polos jika sampai sekarang kita belum menyadarinya.

Jihad Tak Akan Padam

Sosok Assyahid, Insya Alloh, Syaikh Usamah bin Ladin bukanlah sosok seperti Hitler atau Soekarno, yang pandai berorasi membakar semangat pengikutnya. Dia adalah sosok yang lembut, suaranya patah-patah dan sangat datar. Dia seorang hartawan yang mewarisi kekayaan sekitar 300 juta Dollar AS, serta perusahaan raksasa di bidang konstruksi. Walau kemewah-an dunia ada di tangannya, namun beliau lebih memilih hidup di gua-gua Afghanistan, berjuang bersama mujahidin melawan Soviet (kini melawan AS), tak sungkan ikut menggali parit, memasak makanan, dan tidur di gua. Mungkin hal inilah salah satu sebab yang membuat banyak orang simpatik, sekaligus menjadi inspirasi mereka dalam membangkitkan semangat perjuangan.

Karenanya, walau Assyahid, Insya Alloh, syaikh Usamah telah berhasil dibunuh oleh AS, namun mereka tetap tidak akan bisa membunuh jihad yang diyakini Usamah dan kaum muslimin. Seperti yang dinyatakan dalam surat resmi Al-Qaeda;
“Sekali-kali tidak…. Syeikh Usamah tidak pernah membangun tandzim yang akan mati dengan kematian beliau, dan lenyap sepeninggal beliau, “Mereka hendak memadamkan cahaya Alloh dengan mulut-mulut mereka, dan Alloh akan menyempurnakan cahayanya meskipun orang-orang kafir tidak suka. Dialah yang telah mengutus Rosul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar Dia memenangkannya diatas semua agama yang ada meskipun orang-orang musyrik tidak suka”. (QS. Shoff : 8-9)

Menteri Dalam Negeri AS Michael Chertoff pernah berujar dengan nada frustasi: “Walaupun Al Qaeda sempat melemah pada 9/11, saat ini kekuatan mereka tumbuh kembali, maka dari itu AS masih akan menghadapi masalah yang berkelanjutan”. Dinas intelijen AS dan para analisis menilai Al Qaeda pimpinan Osama telah menggalang kekuatan dan semakin kuat.
PJ Crowley, analisis keamanan dan kemajuan AS berpendapat: “Bahwa Irak merupakan berkah bagi Al Qaeda karena AS menangkap umpan mereka.”

Hal ini senada dengan apa yang dikatakan oleh Mike German, mantan agen anti terorisme FBI. Dia mengungkapkan, “perang Irak memberi kemudahan bagi Al Qaeda untuk membunuh warga AS melalui afiliasinya di Irak”. Sementara itu Thomas Kean dan Lee Hamilton dari Washington Post berpendapat, “tidak ada konflik yang butuh paling banyak waktu, perhatian, dana, dukungan dan korban jiwa selain perang Irak, ini menjadi rekrutmen dan pelatihan yang kuat bagi Al Qaeda”.

Jika cahaya Islam dan Jihad bisa padam dengan terbunuh atau meninggalnya seseorang, niscaya cahaya tersebut sudah lenyap sejak hari meninggalnya Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam, atau niscaya lembarannya akan dilipat sejak hari Amirul Mukminin Umar bersimbah darah di mihrabnya, Utsman di hadapan mushhafnya dan Ali di tengah perjalannya -semoga Alloh meridhoi mereka semua-. Namun Jihad akan terus berkobar, selamanya, hingga hari kiamat. 

Wallohu a’lam.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
Saturday, December 10, 2011

Syaikh Abdullah Azzam

Ya Ibad ~ Beliau dilahirkan pada tahun 1941 di desa Silah Al-Haritsiah, sekitar 20km arah barat laut kota Jenin, Palestina. Pada saat berusia 7 tahun, dia telah menyaksikan gelombang pengungsian rakyat Palestina yang terusir secara menyedihkan lantaran penjajahan Zionis Israel. Keadaan ini secara alami telah menyalakan api jihad di dalam dadanya.

Pada awal tahun 50-an, beliau bergabung bersama gerakan Ikhwanul Muslimin yang mulai berkem-bang di daerah Jenin, dari sinilah beliau mulai mendapat tarbiyah jihadiyah dari ulama-ulama Ikhwan di Jenin, seperti Syaikh Syafiq As’ad dan Syaikh Faris Jarar.

Kekalahan Arab melawan Israelpada tahun 1967 menimbulkan nestapa luar biasa bagi rakyat Palestina. Tepi Barat, Gaza dan daerah lainnya jatuh ke tangan Israel, termasuk desa beliau. Ketika gerakan Ikhwanul Muslimin membentuk pangkalan militer di Yordan, beliau langsung bergabung dan dipercaya sebagai komandan ‘Qaeda Baitul Maqdis’. Berkali-kali beliau memimpin perlawanan di medan Palestina.

Ditengah kesibukannya, beliau masih menyempatkan diri untuk melanjutkan studinya di Universitas Al-Azhar, hingga beliau mampu menyelesaikan master Ushul Fiqh pada tahun 1969 dalam waktu yang cukup singkat.

Abdullah Azzam adalah sosok ulama dan mujahid yang sulit dicari bandingnya. Beliau berjihad dengan senjata dan pena sekaligus. Di podium beliau adalah orator yang kata-katanya mampu menggerakkan jiwa, di medan tempur beliau adalah komandan pemberani. Beliau pernah mengajar di Universitas Yordania (1973-1980),di Universitas King Abdul Aziz dan di International Islamic University, Pakistan (1981). Dan di sinilah awal beliau bersentuhan dengan jihad Afghan. Beliau langsung mengangkat persoalan jihad Afghan ke permukaan dunia Islam dengan menulis beberapa buku, diantaraya Ayatur Rahman fi Jihadil Afghan yang mampu menarik ribuan pemuda pergi berjihad ke sana.

Pada tahun 1984 beliau mendirikan “Maktab Khidmatul Mujahidin” untuk memanajemen jihad secara profesional. Beliau juga aktif terjun memanggul senjata bersama para mujahidin. Pada hari Jum’at, 24 November 1989, beliau menemui kesyahidan (insya Allah) setelah mobil yang beliau kendarai meledak akibat bom seberat 20kg. Mobil dan dua pengendara lainnya hancur berkeping, namun jasad beliau utuh, hanya sedikit darah mengalir di bibirnya yang tersenyum. Semoga Allah menerima beliau sebagai syahid. **
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
Saturday, December 10, 2011
Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)
YA IBAD :

About Me

Unknown
View my complete profile

Entri Populer

  • Perang Salib Pertama dan Jatuhnya Yerusalem
    Ya Ibad ~ Ditandai oleh nafsu dunia mulai merasuk jiwa, membutakan hati dan menutup pintu bakti (taqwa), dan ummat mulai menyarungkan pe...
  • Berdakwah Tanpa Ilmu
    Ya Ibad ~ Da’wah harus didahului dengan ilmu, karena siapa yang berda’wah tanpa ilmu maka ia akan lebih banyak merusak daripada memperba...
  • Sholat Gerhana / Sholat Khusuf
    Ya Ibad ~ Sesuai dengan tuntunan Nabi SAW, umat Islam dianjurkan untuk melakukan shalat sunah gerhana. Selain itu, umat Islam dianjurkan...
  • Serangan Tartar dan Kehancuran Baghdad
    Ya Ibad ~ Baghdad, ibukota kekholifahan Dinasti Abbasiyah akhirnya runtuh ! Dg brutal pasukan Tartar menghancurkan semua sudut kota, me...
  • Memahami Makna Thaghut
    Bismillahirrohmanirrohiim.  Alhamdulillahirrrobbil 'alamiin.  Allohuma sholli 'ala muhammad wa 'ala aali muhammad. Ya ...
  • Tanda-Tanda Mati Syahid Menurut Al Qur'an dan Al Hadist
    Di dalam kitab Ahkamul Janaiz, syaikh Nashiruddin Al Albani, mengumpulkan Tanda-Tanda Mati Syahid dari Al Qur’an dan Sunah shahihah , bel...
  • PENGKHIANAT LICIK NAN CULAS di YA IBAD
    Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh. Setelah tahmid, tasbih, tahlil dan sholawat, ADA MUNAFIK, PENGKHIANAT LICIK NAN CULAS ...
  • Tauhid Menolak Sekularisme
    Jamaah Ya Ibad yang saya hormati, tetaplah zikrulloh dan husnuzhon (berprasangka baik) kepada Alloh. Salah satu Isme yang wajib dito...

Labels

  • Syariat
  • BukaMata
  • Tauhid
  • Mujahadah
  • Dakwah Wal Jihad
  • Hisbah
  • Thoghut
  • Tokoh
  • TazkiyatunNafs
  • Meluruskan
  • Sepilis
  • Sekulerisme
  • Konsultasi Spiritual
  • Liberalisme
  • Pluralisme
  • Download
  • Buku Tamu
  • Mukadimah
  • Muktamar Ya Ibad
  • Ya Ibad

Kirim Pertanyaan - Konsultasi

Name

Email *

Message *

Copyright 2013 Ya Ibad - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Published by Evo Templates